Breaking

7 Buah Paling Baik untuk Sahur agar Tubuh Tetap Segar dan Tidak Cepat Haus

Muhamad Dzaki

26 February 2026

7 Buah Paling Baik untuk Sahur agar Tubuh Tetap Segar dan Tidak Cepat Haus
7 Buah Paling Baik untuk Sahur agar Tubuh Tetap Segar dan Tidak Cepat Haus

Infomalangcom – Memilih buah yang tepat saat sahur sangat penting agar tubuh tetap segar dan tidak cepat haus selama menjalani puasa. Sahur berfungsi sebagai sumber energi utama sebelum berpuasa sekitar 12–14 jam.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menu sahur ideal sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral agar energi lebih stabil dan tubuh terhidrasi dengan baik.

Buah menjadi pilihan tepat karena mengandung air tinggi, serat, serta mikronutrien penting. Berikut tujuh buah paling baik untuk sahur berdasarkan kandungan gizi dan rekomendasi lembaga kesehatan terpercaya.

Semangka Membantu Menjaga Hidrasi

Semangka mengandung sekitar 91–92 persen air menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Kandungan air yang tinggi membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sehingga risiko dehidrasi berkurang selama puasa.

Selain itu, semangka mengandung vitamin C dan likopen yang berperan sebagai antioksidan. Mengonsumsi semangka saat sahur dapat membantu tubuh tetap segar lebih lama, terutama ketika cuaca panas.

Pisang Sumber Energi Tahan Lama

Pisang dikenal sebagai buah kaya karbohidrat alami dan serat. Berdasarkan data USDA, satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori dan 3 gram serat.

Serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Pisang juga mengandung kalium yang penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, sehingga membantu mencegah kram otot dan kelelahan selama berpuasa.

Baca Juga : 5 Kue yang Cocok Disajikan Saat Lebaran Idul Fitri 2026 Selain Nastar

Apel Kaya Serat dan Air

Apel mengandung sekitar 85 persen air serta 4 gram serat dalam satu buah ukuran sedang. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, serat larut dalam apel seperti pektin dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kadar energi tetap stabil.

Kombinasi air dan serat menjadikan apel pilihan tepat untuk sahur agar tidak cepat lapar.

Jeruk Menambah Vitamin C dan Cairan

Jeruk memiliki kandungan air sekitar 86 persen serta kaya vitamin C. Vitamin C berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama saat pola tidur berubah selama Ramadan.

Kandungan cairan alaminya membantu memenuhi kebutuhan hidrasi di awal hari. Selain dimakan langsung, jeruk bisa dikonsumsi dalam bentuk potongan tanpa tambahan gula agar manfaatnya tetap optimal.

Pepaya Baik untuk Pencernaan

Pepaya mengandung enzim papain yang membantu proses pencernaan protein. Buah ini juga kaya serat dan air, sehingga dapat mencegah sembelit yang kerap terjadi saat pola makan berubah.

Data dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menunjukkan pepaya merupakan sumber vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengonsumsi pepaya saat sahur membantu sistem pencernaan tetap lancar selama puasa.

Kurma Sumber Energi Alami

Kurma sering menjadi pilihan utama saat Ramadan. Dalam 100 gram kurma terkandung sekitar 277 kalori, karbohidrat alami, serta serat yang cukup tinggi berdasarkan data USDA.

Gula alami seperti glukosa dan fruktosa memberikan energi cepat, sementara serat membantu mempertahankan rasa kenyang. Meski manis, konsumsi tetap perlu dibatasi agar asupan gula tidak berlebihan.

Pir Mengandung Air dan Serat Tinggi

Pir mengandung sekitar 84 persen air dan 5–6 gram serat per buah ukuran sedang. Kandungan serat yang tinggi membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang lebih tahan lama. Selain itu, pir juga mengandung vitamin C dan kalium yang mendukung fungsi tubuh selama berpuasa.

Mengapa Buah Penting Saat Sahur

Menurut Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi buah dan sayur dianjurkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.

Saat sahur, buah berperan membantu hidrasi, menjaga energi stabil, serta mendukung sistem pencernaan. Namun, buah sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein seperti telur atau kacang-kacangan serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar kebutuhan gizi lebih lengkap.

Perlu diperhatikan juga untuk tidak mengonsumsi buah secara berlebihan dalam bentuk jus dengan tambahan gula.

Buah utuh lebih dianjurkan karena kandungan seratnya tetap terjaga. Selain itu, tetap minum air putih yang cukup, sekitar dua hingga tiga gelas saat sahur, untuk mendukung hidrasi optimal.

Kesimpulannya, memilih buah yang tepat saat sahur dapat membantu tubuh tetap segar dan tidak cepat haus. Semangka, pisang, apel, jeruk, pepaya, kurma, dan pir memiliki kandungan air, serat, serta nutrisi penting yang mendukung daya tahan tubuh selama puasa.

Dengan mengombinasikan buah bersama menu sahur bergizi seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan bertenaga sepanjang hari.

Baca Juga : Cilok Jadoel Kota Malang, Sensasi Kenyal dengan Campuran Gajih yang Melegenda

Author Image