Platform desain digital favorit jutaan orang, Canva, tiba-tiba mengalami gangguan akses pada Senin (26/5/2025) pukul 14.00 WIB. Pengguna dari berbagai belahan dunia mendadak dibuat panik karena tidak bisa masuk, tidak bisa menyimpan desain, bahkan hanya melihat layar kosong atau pesan error saat membuka situs maupun aplikasinya.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Berdasarkan pantauan real-time di platform pelacak gangguan digital DownDetector, lonjakan laporan mulai naik tajam tepat setelah pukul 14.00 WIB. Pengguna mengeluh tidak bisa mengakses dashboard Canva, bahkan ada yang secara otomatis dikeluarkan dari akun mereka.
Pesan seperti “502 Bad Gateway” dan “Server Error” muncul silih berganti, menandakan ada kendala besar dari sisi server pusat. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya: Apakah Canva sedang maintenance mendadak, atau ini serangan siber?
Kapan Canva Akan Pulih?
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak Canva belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan. Beberapa pengguna Canva Pro bahkan mengaku sudah menghubungi layanan bantuan pelanggan namun belum mendapat respons memuaskan.
Siapa Saja yang Terdampak?
Dampaknya terasa luas: dari pelajar yang sedang menyusun presentasi, konten kreator yang sedang kejar deadline, pemilik UMKM yang mendesain katalog produk, hingga perusahaan yang memakai Canva untuk materi branding. Semua dibuat frustasi karena pekerjaan digital mereka terhambat total.
Respons Warganet: Panik, Ngakak, dan Bikin Meme
Seperti biasa, media sosial jadi tempat pelampiasan sekaligus hiburan. Tagar #CanvaDown langsung trending di X (dulu Twitter). Banyak yang membagikan tangkapan layar error dan curhat kreatif dalam bentuk meme.
“Tugas tinggal satu halaman lagi… Canva malah ngambek 😭,” tulis salah satu pengguna dari Bandung.
“Canva down = dunia konten kreator colaps sementara,” cuit pengguna lain.
Kenapa Canva Bisa Down?
Belum ada kepastian. Namun dugaan sementara mengarah pada overload traffic atau update sistem yang bermasalah. Pakar teknologi menyebut, jika memang karena pembaruan sistem, seharusnya Canva memberikan peringatan lebih dulu ke pengguna.












