Breaking

Inilah Sunnah Sebelum Idul Adha yang Dianjurkan Umat Islam

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sunnah sebelum Idul Adha bukan sekadar tradisi, melainkan amalan ibadah yang sarat makna spiritual dan sosial. Pelaksanaan sunnah ini bertujuan untuk menyambut hari besar umat Islam dengan jiwa yang bersih, penampilan terbaik, dan semangat ukhuwah Islamiyah.

Berikut adalah beberapa sunnah sebelum Idul Adha yang patut diamalkan, lengkap dengan penjelasan, dalil, serta manfaatnya:

1. Puasa Dzulhijjah: Meraih Keutamaan di Hari-Hari Terbaik

Salah satu sunnah utama sebelum Idul Adha adalah puasa Dzulhijjah, yang dilakukan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang memiliki keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa Dzulhijjah juga menjadi momen introspeksi diri dan penguatan spiritual menjelang perayaan Idul Adha.

2. Mandi Sunnah: Menyambut Hari Raya dengan Kebersihan

Sebelum melaksanakan salat Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk mandi sunnah, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW. Mandi ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahiriah sebelum bertemu dengan sesama muslim di lapangan salat.

Mandi sunnah Idul Adha dilakukan sebagaimana mandi besar (janabah) dan bisa dilakukan mulai dari tengah malam hingga sebelum salat Id. Bersuci adalah simbol kesiapan fisik dan spiritual dalam menyambut hari agung ini.

3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian

Sunnah lainnya adalah memakai pakaian terbaik yang dimiliki, bukan harus baru, tetapi bersih dan layak. Disunnahkan juga menggunakan wewangian, terutama bagi laki-laki, untuk menambah kesegaran dan kenyamanan ketika berkumpul dalam jumlah besar.

Ini mencerminkan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kebersihan dan penampilan dalam konteks ibadah dan interaksi sosial.

Baca Juga: Harga Kambing Kurban di Malang Naik Menjelang Idul Adha 2025, Masyarakat Diminta Belanja Lebih Awal

4. Berangkat ke Tempat Salat dengan Berjalan Kaki

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa berjalan kaki menuju tempat salat Id. Berjalan kaki bukan hanya bentuk keteladanan, tetapi juga memberi kesempatan untuk menyapa sesama dan mempererat tali silaturahmi.

“Rasulullah SAW biasa keluar untuk salat Idul Adha dan Idul Fitri dengan berjalan kaki, dan kembali dengan jalan yang berbeda.” (HR. Ibnu Majah)

5. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum salat, saat Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu hingga salat Id selesai. Sebagian besar ulama menyebutkan bahwa lebih baik jika makanan pertama yang dimakan adalah dari hewan kurban, sebagai simbol rasa syukur.

6. Mengumandangkan Takbir dan Menghidupkan Malam Takbiran

Takbir merupakan bagian penting dari menyambut Idul Adha. Takbir dimulai sejak malam 10 Dzulhijjah (malam Idul Adha) hingga saat imam naik mimbar. Takbir ini dianjurkan dilakukan secara berjamaah di masjid, mushola, dan bahkan di rumah-rumah.

Malam takbiran juga bisa diisi dengan shalat malam, dzikir, dan membaca shalawat, menjadikannya malam penuh berkah dan pengingat akan kebesaran Allah SWT.

7. Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Berangkat dan Pulang

Sunnah lainnya adalah mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang dari tempat salat Idul Adha. Ini dilakukan agar bisa bertemu lebih banyak orang, menyebarkan salam, dan mempererat hubungan antar sesama muslim.

Makna Sunnah Sebelum Idul Adha bagi Umat Muslim

Melaksanakan sunnah sebelum Idul Adha bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai cara memperkuat keimanan dan memperindah perayaan hari raya. Dalam konteks kehidupan sosial, sunnah ini mempererat ukhuwah dan menyebarkan semangat kebersamaan serta cinta kasih.

Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, Idul Adha akan menjadi momentum yang tak hanya penuh makna spiritual, tetapi juga menghadirkan suasana damai, bahagia, dan penuh keberkahan. Mari siapkan diri kita dengan sebaik-baiknya untuk menyambut hari raya kurban dengan kesungguhan, ketulusan, dan keimanan yang kokoh.

Baca Juga: Lalapan Cak Mud Cabang Sigura-Gura Hadir 24 Jam, Sajikan Bebek Bumbu Hitam Khas Madura untuk Mahasiswa Malang