Breaking

Sinergi Akademisi dan UMKM, Mahasiswa UNIRA Malang Bantu Perkuat Legalitas dan Branding Produk Lokal

KABUPATEN MALANG – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) kembali menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan desa.

Di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, sebuah Sinergi Akademisi dan UMKM telah terjalin.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang terjun langsung ke lapangan untuk memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memperkuat branding produk mereka.

Kegiatan pendampingan yang berlangsung dari 7 hingga 9 Agustus 2025 ini menjadi bukti bahwa dunia akademik tidak berjarak dari realitas masyarakat.

Para mahasiswa turun tangan langsung melalui survei lapangan, mendatangi setiap pelaku usaha untuk memahami tantangan yang mereka hadapi. Ini adalah langkah krusial dalam membangun Sinergi Akademisi dan UMKM yang efektif.

Mengurus Legalitas, Membuka Pintu Peluang

Salah satu fokus utama dari program ini adalah membantu UMKM mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Baca Juga:Sejarah Pendidikan Kabupaten Malang

Proses ini sering kali menjadi hambatan bagi banyak pelaku usaha karena keterbatasan akses dan pengetahuan tentang teknologi.

Namun, melalui Sinergi Akademisi dan UMKM ini, para mahasiswa menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan sistem legal formal.

Dengan pendampingan yang telaten, mahasiswa membantu melengkapi dokumen pendukung, seperti KTP, data usaha, lokasi, nomor telepon, dan alamat email.

Beberapa UMKM yang mendapatkan fasilitas ini antara lain Keripik Singkong Hilwa, Bakso Alami, Samiler 2 Putri, Susu Kedelai Greensoy, Keripik Si Embah, Banana Chips, Tempe Gemoy, Bakpao Maju Jaya, Bakpao Hamdalah, Es Teler Creamy, Sempol BDR, Rengginang Barokah, Bumbu Pecel Maknyus, Tempe Dele Yasir, dan Cilok D&D.

Daftar ini menunjukkan keberagaman usaha yang didukung oleh Sinergi Akademisi dan UMKM.

Koordinator mahasiswa KKN-T setempat, Wildan Khoirur Rosyid, menegaskan betapa pentingnya NIB.

Ia menjelaskan bahwa legalitas usaha adalah kunci untuk membuka berbagai akses, mulai dari pembiayaan di perbankan, jaminan sosial, hingga kemudahan perizinan lanjutan. Tanpa NIB, UMKM akan kesulitan berkembang dan terintegrasi dalam ekonomi formal.

Branding Produk dan Strategi Pemasaran untuk Daya Saing

Selain aspek legalitas, Sinergi Akademisi dan UMKM ini juga menyentuh sisi fundamental lainnya: penguatan branding dan strategi pemasaran.

Mahasiswa tidak hanya membantu membuatkan papan nama yang menarik, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya identitas produk. Mereka membantu para pelaku usaha untuk memikirkan ulang kemasan, logo, dan cerita di balik produk mereka.

Sebagai contoh, produk seperti “Tempe Gemoy” atau “Bakpao Maju Jaya” didampingi agar memiliki tampilan yang lebih profesional dan menarik di mata konsumen.

Mereka juga diajarkan strategi pemasaran sederhana namun efektif, seperti pemanfaatan media sosial, promosi melalui grup komunitas, hingga tips mengambil foto produk yang baik.

Ini semua adalah bagian dari Sinergi Akademisi dan UMKM untuk memastikan bahwa produk lokal memiliki daya saing di pasar yang lebih luas, baik secara fisik maupun digital.

Para mahasiswa, yang terdiri dari Laura Aki Tassuruni, Rifatul Imania, Aza Firza, Mahfirotul Choirotun Nisak, Urmila Balqis Albarru, Rayyansyah, dan Rizqi Aidil Fitri, bekerja secara kompak.

Mereka menunjukkan bahwa ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah bisa langsung diterapkan untuk memberikan manfaat nyata.

Sinergi Akademisi dan UMKM ini adalah pengalaman berharga bagi kedua belah pihak. UMKM mendapatkan pengetahuan dan legalitas, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dan pemahaman mendalam tentang tantangan di lapangan.

Kolaborasi ini menunjukkan betapa besar potensi yang bisa digali dari Sinergi Akademisi dan UMKM. Setiap pendampingan yang diberikan tidak hanya menghasilkan sertifikat atau papan nama, tetapi juga menumbuhkan mental kewirausahaan yang kuat.

Program ini mengajarkan bahwa kekuatan sebuah usaha tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada fondasi legalitas dan strategi pemasaran yang solid.

Selain itu, inisiatif ini membuktikan bahwa semangat pengabdian masyarakat di lingkungan kampus UNIRA tetap hidup, menciptakan dampak positif yang berkesinambungan.

Kesadaran untuk membantu sesama, khususnya pelaku ekonomi kecil, adalah nilai yang tak ternilai dari program KKN ini.

Baca Juga:Rekomendasi 5 Pesantren Favorit di Malang