Infomalang.com – Kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi saat ini telah mengalami pergeseran paradigma. Fokus pendidikan tidak lagi hanya terpaku pada penguasaan teori di dalam kelas, tetapi mulai menitikberatkan pada pengalaman kerja lapangan bagi mahasiswa secara nyata.
Salah satu bentuk implementasi nyata dari konsep ini adalah melalui kegiatan visit company atau kunjungan perusahaan. Program ini memberi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk melihat, meraba, dan merasakan proses bisnis secara nyata.
Melalui interaksi langsung tersebut, mahasiswa dapat memahami tantangan usaha yang kompleks, strategi pemasaran yang kompetitif, hingga manajemen sumber daya manusia yang dinamis.
Latar Belakang Program KKM Inkubasi Bisnis
Program KKM Inkubasi Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) dirancang secara khusus sebagai sarana penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa di era modern. Program ini merupakan integrasi unik yang menggabungkan unsur pengabdian masyarakat, pelatihan bisnis intensif, dan pendampingan usaha dalam satu rangkaian kegiatan yang terstruktur.
Dalam skema ini, visit company menjadi pilar penting karena memberikan gambaran riil tentang bagaimana sebuah entitas bisnis dikelola dan dikembangkan dari nol hingga skala besar.
Pengalaman empiris ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir kreatif, inovatif, serta adaptif terhadap perubahan ekonomi digital yang bergerak sangat cepat. Mahasiswa tidak lagi hanya membayangkan teori di atas kertas, melainkan menyaksikan bagaimana teori tersebut diuji oleh realitas pasar.
Tujuan dan Manfaat Strategis Visit Company
Pelaksanaan visit company dalam KKM Inkubasi Bisnis ini tidak sekadar kunjungan seremonial atau sekadar formalitas akademik. Sejak awal keberangkatan, mahasiswa telah dibekali dengan instrumen observasi yang tajam. Mereka dituntut untuk melakukan pengamatan mendalam, mencatat praktik terbaik (best practice), serta mendiskusikan setiap temuan di lapangan dengan dosen pembimbing lapangan (DPL).
Melalui proses observasi tersebut, mahasiswa belajar melakukan bedah model bisnis secara kritis. Mereka mempelajari alur produksi dari hulu ke hilir, manajemen rantai pasok, pengelolaan arus kas, hingga strategi branding yang mampu menarik minat konsumen. Hasil pengamatan objektif ini kemudian dirumuskan menjadi sebuah rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam proyek inkubasi bisnis masing-masing kelompok.
Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat ganda yang luar biasa: fondasi pemahaman akademik mahasiswa semakin kuat, sementara kemampuan praktis mereka dalam mengeksekusi ide bisnis menjadi lebih terasah.
Baca Juga:
Kick-Off Satu Abad NU di Unisma: Rektor Dorong Pengabdian dan Penguatan Jangkauan Internasional
Penyusunan Laporan dan Presentasi Hasil
Setelah rangkaian kunjungan ke berbagai mitra perusahaan selesai, tantangan berikutnya bagi mahasiswa adalah menyusun laporan komprehensif. Laporan ini bukan sekadar narasi perjalanan, melainkan dokumen ilmiah yang memuat tujuan, metodologi observasi, hasil temuan di lapangan, serta analisis kritis berdasarkan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Laporan tersebut kemudian dipresentasikan secara terbuka dalam forum Program KKM Inkubasi Bisnis. Forum ini dihadiri oleh dosen pembimbing, panitia, serta rekan sesama peserta untuk mendapatkan umpan balik. Pada sesi presentasi, mahasiswa menjelaskan secara detail mengenai proses kunjungan, tantangan teknis yang ditemui, dan pelajaran berharga (key lessons learned) yang diperoleh dari perusahaan mitra.
Sesi ini menjadi wadah krusial untuk menguji kemampuan komunikasi publik, ketajaman argumentasi, serta pertanggungjawaban ilmiah atas data dan rekomendasi yang mereka kumpulkan selama kunjungan.
Implementasi Temuan dalam Aksi Nyata di Lapangan
Salah satu indikator utama keberhasilan dari agenda visit company adalah sejauh mana mahasiswa mampu mengubah hasil kunjungan menjadi sebuah aksi nyata. Berdasarkan evaluasi program, banyak kelompok mahasiswa yang kemudian melakukan modifikasi pada ide bisnis awal mereka setelah melihat realitas di perusahaan mitra.
Mereka memperbaiki strategi pemasaran digital, meningkatkan standar kualitas produk, hingga melakukan inovasi pada model kemasan agar lebih menjual.Beberapa kelompok bahkan mulai menerapkan sistem pencahayaan dan tata letak produksi yang lebih efisien, pencatatan keuangan yang lebih disiplin, serta pemanfaatan media sosial secara lebih profesional untuk promosi.
Langkah-langkah konkret ini menunjukkan bahwa visit company bukanlah sekadar agenda jalan-jalan atau tamasya akademik, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang berdampak langsung pada kualitas usaha rintisan mahasiswa.
Peran Dosen Pembimbing dan Mitra Perusahaan
Kesuksesan program ini tidak lepas dari keterlibatan aktif dosen pembimbing yang memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan kurikulum. Dosen berperan dalam menyiapkan instrumen observasi yang relevan, mengarahkan jalannya diskusi agar tetap pada substansi bisnis, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan yang dihasilkan.
Di sisi lain, apresiasi tinggi patut diberikan kepada perusahaan mitra yang telah membuka pintu bagi dunia pendidikan. Mereka memberikan akses informasi, tur fasilitas produksi, hingga sesi tanya jawab eksklusif dengan jajaran manajemen.
Kolaborasi harmonis ini mencerminkan hubungan triple helix yang sehat antara dunia akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Hubungan ini saling mendukung dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kokoh di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Relevansi Terhadap Penguatan Ekonomi Lokal
Program KKM Inkubasi Bisnis UNISMA juga memiliki misi sosial untuk berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal. Mahasiswa yang terlibat dalam program pendampingan UMKM dapat mentransfer pengetahuan yang mereka dapatkan dari visit company kepada para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi KKM. Mereka membantu UMKM dalam hal digitalisasi pemasaran, peningkatan kualitas layanan pelanggan, hingga perbaikan manajemen stok.
Dengan demikian, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya berhenti di lingkungan internal mahasiswa, tetapi menjangkau masyarakat luas secara inklusif.
Upaya ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pada aspek kebermanfaatan sosial, kemandirian ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.
Arah Pengembangan Program di Masa Depan
Menatap masa depan, pelaksanaan visit company dalam Program KKM Inkubasi Bisnis UNISMA diharapkan dapat semakin variatif dan menjangkau lebih banyak sektor industri.
Diversifikasi tujuan kunjungan sangat penting, mencakup sektor ekonomi kreatif, teknologi informasi, hingga agroindustri yang menjadi potensi unggulan daerah. Dengan melihat berbagai model industri, mahasiswa akan memiliki wawasan lintas bidang yang kaya dan jejaring profesional yang lebih luas.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam proses pelaporan dan presentasi hasil kunjungan perlu terus ditingkatkan untuk menjamin kualitas dokumentasi yang lebih baik. Melalui penguatan kurikulum, sistem monitoring, serta evaluasi yang berkelanjutan, program ini diharapkan konsisten melahirkan lulusan UNISMA yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang tangguh, beretika, dan siap bersaing di pasar kerja global.
Dukungan ekosistem kampus dan kemitraan industri yang berkelanjutan akan menjadikan program ini sebagai motor inovasi yang mempercepat lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang mampu meningkatkan daya saing nasional.
Baca Juga:
Transformasi Batu: Unisma Tawarkan Riset & RPL untuk Perubahan Nyata 2025!














