Infomalang.com – Awal tahun menjadi momentum penting bagi Kota Malang untuk membenahi tata ruang perkotaan setelah aktivitas masyarakat meningkat pada periode libur panjang. Salah satu persoalan yang kembali disorot adalah kondisi kabel udara yang tampak semrawut di berbagai sudut kota.
Kabel jaringan telekomunikasi dan utilitas yang tidak tertata rapi dinilai mengganggu estetika lingkungan, merusak pemandangan, serta berpotensi membahayakan keselamatan warga. Kondisi tersebut mendorong desakan agar regulasi sistem ducting segera diwujudkan.
Kabel Semrawut dan Dampaknya
Kabel yang menggantung di udara mudah ditemukan di kawasan permukiman padat, pusat perdagangan, hingga ruas jalan utama. Banyak kabel terlihat menjuntai rendah dan saling bertumpuk tanpa penataan yang jelas.
Situasi ini menimbulkan keresahan masyarakat karena berisiko tersangkut kendaraan besar maupun membahayakan pejalan kaki. Pada kondisi cuaca ekstrem, kabel juga berpotensi putus dan memicu gangguan keselamatan serta pelayanan publik.
Baca Juga : Rezeki Awal Tahun, Primaland Indonesia Berangkatkan Karyawannya untuk Pergi Umroh
Sistem Ducting sebagai Solusi
Ducting merupakan sistem penempatan kabel utilitas di bawah tanah melalui saluran khusus. Pendekatan ini dinilai mampu menyelesaikan persoalan kabel udara secara menyeluruh. Selain membuat kota terlihat lebih rapi, ducting memudahkan pemeliharaan jaringan karena jalurnya terpusat.
Sistem ini juga mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang atau hujan deras, sehingga keandalan layanan dapat lebih terjaga.
Urgensi Payung Hukum
Penerapan ducting membutuhkan dasar hukum yang kuat agar dapat berjalan konsisten. Peraturan Daerah diperlukan untuk mengatur kewajiban penyedia jaringan, standar teknis pemasangan, serta mekanisme pengawasan.
Tanpa regulasi yang jelas, penataan kabel berpotensi berjalan parsial dan tidak berkelanjutan. Perda ducting menjadi instrumen penting agar penataan dilakukan secara terencana dan terkoordinasi.
Aspek Keselamatan dan Lingkungan
Kabel udara yang tidak tertata berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat terjadi hujan lebat atau angin kencang. Selain itu, kabel semrawut sering merusak keindahan kawasan bersejarah dan ruang publik.
Penataan melalui ducting membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, serta mendukung upaya menjaga kualitas ruang kota bagi masyarakat.
Tantangan Implementasi
Meski dianggap solusi ideal, penerapan ducting tidak lepas dari tantangan. Biaya pembangunan infrastruktur bawah tanah relatif besar dan membutuhkan perencanaan matang.
Penggalian jalan berpotensi mengganggu aktivitas warga jika tidak diatur dengan baik. Koordinasi lintas instansi dan penyedia layanan juga menjadi kunci agar pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pengesahan regulasi ducting.
Sinergi antara dinas teknis, legislatif, dan pelaku usaha perlu diperkuat. Sosialisasi kepada masyarakat juga penting agar kebijakan ini dipahami sebagai upaya meningkatkan kualitas kota, bukan sekadar proyek pembangunan.
Perspektif Tata Kota Modern
Penataan infrasturktur berkaitan erat dengan visi tata kota modern dan berkelanjutan. Infrastruktur yang tertib mencerminkan perencanaan ruang yang matang dan ramah publik.
Kota yang bebas dari kabel semrawut memberi kenyamanan visual, mendukung kawasan wisata, serta meningkatkan daya tarik investasi. Langkah penataan ini diharapkan mampu meningkatkan citra Kota Malang secara berkelanjutan.
Perspektif Tata Kota Modern
Penataan infrastruktur juga berkaitan erat dengan visi tata kota modern dan berkelanjutan. Infrastruktur yang tertib mencerminkan perencanaan ruang yang matang dan ramah publik.
Kota yang bebas dari kabel semrawut memberi ruang visual lebih luas, meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, serta mendukung pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif. Aspek ini penting agar Malang mampu bersaing sebagai kota pendidikan dan tujuan investasi regional.
Dukungan Publik dan Harapan Ke Depan
Sejumlah warga berharap penataan kabel tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar direalisasikan secara bertahap dan terukur. Keterlibatan masyarakat dinilai penting, terutama dalam memberikan masukan terkait titik-titik prioritas yang paling membutuhkan penataan.
Transparansi anggaran dan jadwal pelaksanaan juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik. Dengan dukungan bersama antara pemerintah, penyedia layanan, dan warga, program ducting diyakini mampu berjalan lebih efektif.
Penataan yang konsisten akan menciptakan ruang kota yang tertib, aman, serta mencerminkan kemajuan perencanaan infrastruktur perkotaan di Kota Malang.
Penutup
Sorotan terhadap kabel semrawut menegaskan perlunya langkah konkret dan regulasi yang tegas. Perda ducting dinilai mendesak sebagai fondasi penataan utilitas jangka panjang.
Dengan perencanaan matang dan kolaborasi semua pihak, Kota Malang berpeluang mewujudkan lingkungan yang aman, rapi, dan berdaya saing bagi masa depan.
Baca Juga : Kenaikan PAD Jadi Strategi Pemkab Malang untuk Memperkuat Infrastruktur dan Pelayanan Publik














