Breaking

Pariwisata Kota Malang Melesat: Strategi Kuat Pemkot Bidik 3,4 Juta Wisatawan 2026

Fahrezi

9 January 2026

Pariwisata Kota Malang Melesat: Strategi Kuat Pemkot Bidik 3,4 Juta Wisatawan 2026
Pariwisata Kota Malang Melesat: Strategi Kuat Pemkot Bidik 3,4 Juta Wisatawan 2026

Infomalang.com – Sektor pariwisata Kota Malang kembali menjadi fokus utama Pemerintah Kota Malang dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.

Menjelang tahun 2026, Pemkot Malang menetapkan target ambisius sebesar 3,4 juta kunjungan wisatawan sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata berkelanjutan.

Target ini tidak hanya mencerminkan optimisme pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi lokal,

peningkatan lapangan kerja, serta penguatan daya saing Kota Malang sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Pengembangan pariwisata Kota Malang menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kota Malang memiliki kekuatan pariwisata yang beragam, mulai dari wisata sejarah, budaya, edukasi, hingga kuliner dan ekonomi kreatif yang tumbuh dinamis.

Potensi tersebut memberikan peluang besar bagi pariwisata untuk menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pemerintah Kota Malang terus mendorong peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui penataan kawasan, perbaikan fasilitas publik, serta penguatan aksesibilitas menuju lokasi wisata.

Infrastruktur pendukung seperti transportasi, ruang publik, dan sarana informasi menjadi perhatian agar wisatawan memperoleh pengalaman yang aman dan nyaman.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan pariwisata Kota Malang mampu bersaing dengan destinasi lain di tingkat regional maupun nasional.

Strategi promosi pariwisata juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital secara optimal.

Pemerintah memaksimalkan media sosial, platform promosi daring, dan kolaborasi dengan pelaku industri kreatif untuk memperluas jangkauan informasi pariwisata.

Konten promosi disusun dengan menonjolkan keunikan lokal, cerita budaya, serta pengalaman autentik yang dapat dirasakan wisatawan. Pendekatan digital dinilai efektif dalam menjangkau generasi muda dan wisatawan potensial dari berbagai daerah.

Selain promosi, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam penguatan pariwisata Kota Malang.

Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas lokal, dan akademisi didorong untuk berperan aktif dalam pengembangan destinasi.

Sinergi tersebut bertujuan menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.

Dengan keterlibatan banyak pihak, pengelolaan pariwisata diharapkan lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar dan perubahan tren wisata.

Baca Juga :

Peningkatan Drastis Kunjungan Wisatawan di Kampung Kayutangan Heritage

Target Kunjungan Wisata sebagai Penggerak Ekonomi

Penetapan target 3,4 juta wisatawan didasarkan pada tren peningkatan mobilitas masyarakat dan minat kunjungan ke destinasi perkotaan.

Kota Malang dinilai memiliki keunggulan berupa iklim sejuk, kekayaan sejarah, serta keberagaman wisata tematik.

Melalui peningkatan kunjungan wisata, pemerintah berharap tercipta efek berganda bagi pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Penguatan Destinasi dan Daya Tarik Wisata

Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah penguatan kualitas destinasi wisata unggulan. Pemkot Malang berkomitmen melakukan penataan kawasan wisata, peningkatan fasilitas publik, serta perbaikan aksesibilitas menuju lokasi wisata.

Selain destinasi populer, pengembangan wisata berbasis kampung tematik dan budaya lokal juga menjadi fokus agar persebaran kunjungan wisatawan lebih merata dan tidak terpusat di satu kawasan saja.

Optimalisasi Event dan Kalender Wisata

Penguatan strategi pariwisata juga dilakukan melalui penyelenggaraan event berskala lokal hingga nasional. Festival budaya, pertunjukan seni, agenda olahraga, dan kegiatan kreatif dirancang sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Kalender wisata disusun lebih terstruktur agar kunjungan tidak bersifat musiman. Dengan konsistensi agenda, Kota Malang diharapkan mampu menarik wisatawan sepanjang tahun dan meningkatkan lama tinggal pengunjung.

Digitalisasi Promosi Pariwisata

Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam strategi promosi. Pemerintah mendorong penggunaan media sosial, platform digital, serta kolaborasi dengan kreator konten untuk memperluas jangkauan informasi wisata.

Konten promosi difokuskan pada keunikan destinasi, cerita lokal, dan pengalaman wisata yang autentik. Pendekatan ini dinilai efektif menjangkau wisatawan muda sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai destinasi ramah dan inovatif.

Peningkatan Kualitas SDM Pariwisata

Keberhasilan target kunjungan wisata juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelatihan bagi pelaku wisata, pemandu, pengelola destinasi, dan pelaku UMKM terus ditingkatkan.

Standar pelayanan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan menjadi prioritas agar wisatawan memperoleh pengalaman positif. Kepuasan pengunjung diharapkan mendorong kunjungan ulang serta promosi dari mulut ke mulut.

Komitmen dan Keberlanjutan Pariwisata

Pemkot Malang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pariwisata. Sinergi dengan komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media menjadi kunci agar program berjalan efektif.

Prinsip keberlanjutan turut diintegrasikan melalui pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Dengan strategi yang terarah dan konsisten, target 3,4 juta wisatawan pada 2026 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang.

Baca Juga :

Kayutangan Heritage Tembus 31.000, Catat Rekor Kunjungan Tertinggi

Author Image

Author

Fahrezi