Breaking

Jalur Menuju Bromo dari Malang Dilaporkan Tertutup Usai Longsor

Jalur Menuju Bromo dari Malang Dilaporkan Tertutup Usai Longsor
Infomalang.com – Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali menghadapi tantangan alam yang serius. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian timur sejak sore hari tidak hanya menurunkan suhu udara secara drastis, tetapi juga memicu pergerakan tanah yang signifikan di area lereng.

Infomalang.com – Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali menghadapi tantangan alam yang serius. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian timur sejak sore hari tidak hanya menurunkan suhu udara secara drastis, tetapi juga memicu pergerakan tanah yang signifikan di area lereng.

Peristiwa ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat lokal, distribusi logistik pertanian, hingga alur perjalanan wisatawan yang hendak melintas melalui rute pegunungan tersebut.

Detik-Detik Jalur Lumpuh Total

Informasi mengenai bencana ini pertama kali beredar luas melalui laporan warga di media sosial yang menunjukkan kondisi kritis di lapangan. Berdasarkan rekaman video amatir yang diterima tim redaksi, longsor dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam laporan suara yang terekam, pelapor lapangan memberikan instruksi kepada rekan-rekannya bahwa lokasi spesifik berada sekitar 100 meter sebelum Pos Loji, tepatnya di area tikungan tajam yang dikenal oleh warga dan sopir jip sebagai “Letter U”.

Kondisi visual di lokasi kejadian menunjukkan material tanah, vegetasi liar, dan bebatuan besar yang menutup seluruh badan jalan secara permanen untuk sementara waktu. Laporan tersebut menegaskan bahwa akses tertutup total, sehingga kendaraan baik roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Situasi di lokasi makin sulit karena saat kejadian cuaca masih diguyur hujan deras, yang memperburuk jarak pandang serta stabilitas tanah di sekitar tebing lereng yang masih labil.

Mengapa Jalur Coban Pelangi Sangat Rawan?

Lokasi kejadian berada di rute strategis Malang–Bromo via Poncokusumo, yang merupakan salah satu jalur favorit wisatawan karena pemandangannya yang indah. Secara geografis, kawasan sekitar Coban Pelangi hingga Loji memiliki karakteristik topografi yang sangat menantang.

Jalur ini membelah perbukitan dengan kontur jalan berkelok tajam dan kemiringan lereng yang curam di sisi kiri maupun kanan.

Secara teknis, kondisi tanah di lereng pegunungan Bromo cenderung gembur karena berasal dari material vulkanik yang sensitif terhadap perubahan kadar air. Saat curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi lama, tanah mengalami fenomena saturasi atau jenuh air.

Kondisi ini mengakibatkan berat massa tanah meningkat secara signifikan, sementara daya ikat (kohesi) antar partikel tanah melemah. Inilah yang memicu material tebing ambrol ke arah badan jalan di titik-titik kritis seperti Letter U, terutama jika sistem drainase alami di atas tebing tidak mampu menampung debit air yang meluap.

Baca Juga:

Libur Akhir Tahun, Ribuan Pengunjung Menyemut di Kawasan Wisata Gunung Bromo

Hambatan Evakuasi dan Update Situasi Pagi Ini

Penanganan longsor di wilayah pegunungan membutuhkan perencanaan keselamatan yang sangat matang. Dalam laporan awalnya, warga di lokasi memperkirakan bahwa akses tidak akan bisa dibuka hingga pagi hari. Hal ini dikarenakan proses evakuasi material membutuhkan alat berat jenis loader dan kondisi pencahayaan yang memadai.

Memaksakan evakuasi di tengah hujan malam hari sangat berisiko tinggi bagi keselamatan petugas karena potensi longsor susulan masih sangat besar.Hingga Jumat pagi (09/01/2026), meskipun upaya pembersihan kemungkinan besar sedang diupayakan, sisa lumpur biasanya masih menyisakan residu yang membuat aspal jalanan sangat licin.

Para pengguna jalan, terutama pengendara motor dan mobil pribadi yang tidak memiliki spesifikasi off-road, diharapkan berhati-hati terhadap residu material ini. Sisa lumpur yang tipis sekalipun dapat membahayakan traksi kendaraan pada jalur menanjak dan menurun yang ekstrem di wilayah Poncokusumo.

Imbauan bagi Wisatawan dan Panduan Jalur Alternatif

Bencana ini menjadi pengingat penting bagi para pelancong yang merencanakan kunjungan ke Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Malang. Berikut adalah langkah kewaspadaan dan mitigasi yang disarankan oleh para ahli keselamatan perjalanan:

  • Cari Jalur Alternatif Segera: Wisatawan yang mengejar jadwal sunrise disarankan untuk segera mengalihkan rute melalui jalur Pasuruan (Wonokitri) atau Probolinggo (Cemorolawang) yang memiliki karakteristik jalan lebih lebar dan landai.
  • Pantau Update Cuaca Ekstrem: Selalu periksa prakiraan cuaca melalui aplikasi BMKG sebelum melakukan perjalanan ke dataran tinggi. Hindari melintas di area tebing saat hujan lebat berlangsung lebih dari dua jam.
  • Koordinasi dengan Komunitas Jip: Bagi Anda yang menggunakan jasa jip wisata, pastikan driver Anda telah memverifikasi kondisi jalan terkini kepada komunitas lokal atau pos pantau TNBTS terdekat guna menghindari terjebak dalam kemacetan panjang.

Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bersama

Peristiwa longsor di jalur Malang–Bromo ini menggarisbawahi pentingnya investasi pada sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan di jalur pariwisata internasional.

Kesiapsiagaan masyarakat, yang terbukti lewat kecepatan laporan warga di media sosial, sangat membantu mencegah terjadinya korban jiwa atau adanya kendaraan yang terjebak di zona berbahaya.

Pemerintah daerah dan pemangku kebijakan diharapkan terus memperkuat infrastruktur penahan lereng dan memperbanyak rambu peringatan di titik rawan guna menjamin keselamatan akses pariwisata di masa mendatang.

Baca Juga:

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Titik Rawan Longsor Muncul Lagi di Malang

Author Image

Author

Ahnaf muafa