Breaking

Mahasiswa Humaniora UIN Kembangkan Solusi AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM

Mahasiswa Humaniora UIN Kembangkan Solusi AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
Infomalang.com - Mahasiswa Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) turut mengambil peran dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi kerakyatan di Malang Raya.

Infomalang.comMahasiswa Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) turut mengambil peran dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi kerakyatan di Malang Raya.

Menariknya, terobosan pemanfaatan teknologi ini tidak lagi hanya didominasi oleh kalangan teknik, tetapi juga diinisiasi secara cerdas oleh mahasiswa humaniora.

Pendekatan Humanis: Jembatan Teknologi dan Masyarakat

Mahasiswa humaniora UIN memiliki keunggulan komparatif dalam memahami aspek sosial, budaya, bahasa, dan etika. Kompetensi inilah yang menjadi modal krusial ketika teknologi tinggi seperti AI diterapkan langsung pada masyarakat akar rumput.

Berbeda dengan pendekatan teknis murni yang sering kali kaku, pendekatan humanis yang dibawa mahasiswa UIN memastikan bahwa teknologi dirancang untuk membantu manusia, bukan menggantikannya. Dengan memadukan pemahaman budaya lokal dan algoritma AI, mahasiswa mampu merancang solusi yang lebih kontekstual, mudah diterima, serta sesuai dengan karakter psikologis pelaku usaha kecil.

Pendekatan ini membuktikan bahwa inovasi digital yang sukses di Malang tidak selalu harus berangkat dari barisan kode yang rumit, melainkan dari pemahaman mendalam terhadap etika dan kebutuhan sosial masyarakat.

Solusi AI yang Membumi untuk Pelaku Usaha Kecil

Berbagai solusi AI yang dikembangkan oleh mahasiswa ini mencakup aspek-aspek vital dalam bisnis modern. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pembuatan Konten Promosi Otomatis: Menggunakan AI untuk menyusun narasi produk yang santun dan persuasif sesuai budaya masyarakat Indonesia.
  • Chatbot Layanan Pelanggan Berbasis Empati: Memastikan respons pelanggan tetap terasa hangat namun efisien dalam menjawab pertanyaan teknis.
  • Analisis Tren Pasar Sederhana: Membantu pelaku UMKM memetakan keinginan konsumen di media sosial tanpa harus membayar biaya riset yang mahal.

Penerapan teknologi ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan para pelaku UMKM tidak merasa terasing oleh kecanggihan perangkat lunak yang mereka gunakan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping yang menerjemahkan bahasa teknologi yang rumit menjadi bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.

Baca Juga:

Implementasi OSCE Berbasis Mini Hospital dalam Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan UMM

Pendampingan dan Edukasi: Kunci Adaptasi Digital

Tidak hanya sekadar memberikan aplikasi, mahasiswa humaniora UIN berperan aktif dalam proses pendampingan di lapangan. Mereka memberikan pelatihan dasar penggunaan AI dengan pendekatan yang sangat persuasif.

Edukasi ini menjadi kunci keberhasilan program, mengingat banyak pelaku UMKM di Malang yang awalnya merasa skeptis atau ragu terhadap teknologi baru. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping membuat proses adaptasi berjalan lebih lancar.

Pelaku UMKM tidak hanya belajar “cara menggunakan” alatnya, tetapi juga memahami “mengapa” alat tersebut penting untuk kelangsungan bisnis mereka di masa depan. Pendekatan edukatif yang sabar dan humanis inilah yang membuat tingkat adopsi teknologi di kalangan UMKM binaan UIN mengalami peningkatan signifikan.

Dampak terhadap Daya Saing Ekonomi Kerakyatan

Pemanfaatan AI secara tepat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas UMKM. Pelaku usaha menjadi lebih efisien dalam mengelola promosi dan melayani pelanggan dengan standar profesional.

Dengan biaya yang relatif rendah, UMKM kini dapat mengakses teknologi yang sebelumnya hanya bisa dijangkau oleh perusahaan-perusahaan besar. Hal ini membantu ekonomi lokal untuk tetap bertahan, bahkan berkembang pesat, meskipun harus bersaing dengan produk-produk impor.

Inovasi ini menciptakan ekosistem digital yang inklusif, di mana kemajuan teknologi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi juga menyentuh pedagang-pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Etika Keislaman dalam Teknologi AI

Sebagai bagian dari kampus UIN, mahasiswa humaniora juga menekankan pentingnya etika dan nilai keislaman dalam penggunaan AI. Mereka mendorong pemanfaatan teknologi yang adil, jujur, dan tidak merugikan pihak lain.

Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam memastikan bahwa AI digunakan untuk kemaslahatan bersama (Rahmatan lil ‘Alamin). Nilai kejujuran dalam promosi produk dan transparansi dalam transaksi menjadi poin utama yang ditekankan kepada pelaku UMKM.

Perspektif etis ini menjadi pembeda utama dibandingkan pendekatan teknologi yang semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial singkat, namun mengabaikan keberlanjutan sosial.

Sinergi untuk Transformasi Digital Malang Raya

Ke depan, pengembangan solusi AI untuk UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademis, pemerintah, dan pelaku usaha. Mahasiswa humaniora UIN telah membuktikan bahwa mereka memiliki peran strategis dalam ekosistem inovasi digital Indonesia.

Sinergi antara nilai-nilai kemanusiaan, empati sosial, dan kecanggihan teknologi menjadi kekuatan utama dalam menciptakan solusi yang relevan. Dengan dukungan institusi yang konsisten, kontribusi mahasiswa UIN berpotensi memperkuat ekonomi lokal secara nyata.

Pendekatan humanis ini menegaskan bahwa transformasi digital di Malang Raya dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, menjadikan teknologi sebagai alat pemberdayaan yang bermartabat dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:

Mahasiswa UNISMA Paparkan Hasil Visit Company dalam Program KKM Inkubasi Bisnis

Author Image

Author

Ahnaf muafa