Breaking

Ruang Kelas Rusak, Pembelajaran di SMK Turen Alami Gangguan

Ruang Kelas Rusak, Pembelajaran di SMK Turen Alami Gangguan
Ruang Kelas Rusak, Pembelajaran di SMK Turen Alami Gangguan

Infomalang.com – Kondisi sarana pendidikan di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjadi sorotan setelah sejumlah ruang kelas di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan mengalami kerusakan dan tidak dapat difungsikan.

Situasi tersebut berdampak langsung pada proses belajar mengajar yang harus berjalan dengan berbagai keterbatasan.

Kerusakan ruang kelas tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Kerusakan fasilitas sekolah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam menjaga kualitas pembelajaran.

Di tengah tuntutan kurikulum dan target akademik, sekolah dituntut tetap memberikan layanan pendidikan terbaik meski sarana pendukung belum sepenuhnya memadai.

Kondisi Fisik Ruang Kelas yang Mengkhawatirkan

Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, serta lantai. Beberapa ruangan dilaporkan mengalami kebocoran saat hujan turun, sementara struktur bangunan terlihat mulai rapuh.

Kondisi ini dinilai berisiko jika tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Atas pertimbangan keselamatan, pihak sekolah memutuskan untuk mengosongkan ruang ruang tersebut.

Kerusakan yang terjadi bukan hanya akibat faktor usia bangunan, tetapi juga dipengaruhi kondisi cuaca dan minimnya perawatan berkala.

Tanpa perbaikan menyeluruh, ruang kelas tersebut dikhawatirkan semakin memburuk dan membahayakan penggunanya.

Dampak Langsung terhadap Proses Pembelajaran

Tidak berfungsinya ruang kelas berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar. Sekolah harus menyesuaikan penggunaan ruang yang tersisa untuk menampung seluruh siswa.

Akibatnya, beberapa kelas terpaksa digabung atau dijadwalkan secara bergantian. Kondisi ini membuat durasi pembelajaran menjadi terbatas dan kurang optimal.

Guru pun menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi secara maksimal. Suasana belajar yang berpindah pindah membuat konsentrasi siswa mudah terganggu.

Meski demikian, proses pendidikan tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian agar hak siswa untuk belajar tetap terpenuhi.

Baca Juga :

Mahasiswa Humaniora UIN Kembangkan Solusi AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM

Penyesuaian Jadwal dan Ruang Alternatif

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah melakukan penyesuaian jadwal pelajaran. Ruang ruang yang masih layak digunakan dimaksimalkan fungsinya, termasuk laboratorium, aula, dan ruang praktik. Beberapa kegiatan pembelajaran dilakukan secara bergilir untuk menghindari kepadatan ruangan.

Penyesuaian ini membutuhkan koordinasi yang ketat antara guru, wali kelas, dan manajemen sekolah. Jadwal harus disusun sedemikian rupa agar tidak menimbulkan tumpang tindih serta tetap sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku.

Respons Siswa terhadap Kondisi Sekolah

Siswa merasakan langsung dampak dari kerusakan ruang kelas tersebut. Mereka harus beradaptasi dengan situasi belajar yang tidak menentu.

Perpindahan ruang belajar serta perubahan jadwal membuat sebagian siswa merasa kurang nyaman. Meski demikian, banyak siswa tetap berusaha mengikuti pelajaran dengan baik dan mematuhi kebijakan sekolah.

Sebagian siswa berharap perbaikan ruang kelas dapat segera dilakukan agar proses belajar kembali normal. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai sangat penting untuk menunjang semangat dan prestasi belajar.

Kekhawatiran dan Harapan Orang Tua

Orang tua siswa turut menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi fasilitas sekolah. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama, terutama saat musim hujan. Mereka berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak.

Selain itu, orang tua juga berharap proses pembelajaran anak anak mereka tidak terganggu dalam jangka panjang. Keterlambatan materi dan keterbatasan waktu belajar dikhawatirkan berdampak pada capaian akademik siswa.

Upaya Sekolah Menjaga Kualitas Pendidikan

Di tengah keterbatasan, pihak sekolah berkomitmen menjaga kualitas pembelajaran. Guru didorong untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi agar tetap menarik dan mudah dipahami.

Metode diskusi, tugas mandiri, serta pembelajaran berbasis praktik dimaksimalkan sesuai karakteristik sekolah kejuruan.

Sekolah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaporkan kondisi fasilitas dan mengajukan perbaikan. Langkah ini dilakukan agar ruang kelas yang rusak dapat segera diperbaiki dan kembali digunakan.

Peran Pemerintah dan Instansi Terkait

Kerusakan fasilitas pendidikan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Peninjauan lapangan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan anggaran perbaikan. Penanganan yang cepat dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terus terganggu.

Fasilitas sekolah yang layak merupakan faktor penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik. Oleh karena itu, perbaikan ruang kelas di SMK Turen diharapkan menjadi prioritas.

Penutup

Kondisi ruang kelas rusak di SMK Turen menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap sarana pendidikan. Meski pembelajaran masih berjalan dengan berbagai penyesuaian, keterbatasan fasilitas tetap menjadi kendala nyata.

Dengan dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah, diharapkan perbaikan dapat segera dilakukan.

Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.

Baca Juga :

Implementasi OSCE Berbasis Mini Hospital dalam Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan UMM