Infomalang.com – Dinamika sepak bola di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang, kembali mencapai puncaknya menjelang bergulirnya babak 16 besar Liga 4.
Persema Malang, klub legendaris yang memiliki sejarah panjang dalam kancah sepak bola nasional, secara resmi mengumumkan penunjukan Iwan Setiawan sebagai nakhoda baru.
Keputusan ini diambil oleh manajemen Laskar Ken Arok sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tim di fase gugur yang sangat kompetitif.
Kehadiran Iwan Setiawan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, mengingat pengalamannya yang luas dalam menangani berbagai klub besar di kasta tertinggi liga profesional Indonesia.
Transformasi Taktis di Bawah Komando Pelatih Berpengalaman
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Malangtimes.com, manajemen Persema Malang memutuskan untuk melakukan penyegaran di kursi kepelatihan dari Firman Basuki kepada Iwan Setiawan.
Langkah ini didasari oleh kebutuhan akan sosok pemimpin yang memiliki otoritas tinggi dan pemahaman taktis yang mendalam.
Iwan Setiawan bukanlah nama baru dalam sepak bola tanah air; ia dikenal sebagai pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan tinggi dan reputasi sebagai pakar strategi yang disiplin.
Penunjukannya memberikan sinyal kuat bahwa Persema tidak ingin sekadar numpang lewat di babak 16 besar, melainkan mengincar tiket promosi ke level yang lebih tinggi.
Sejak hari pertama memimpin sesi latihan di Stadion Gajayana, Iwan langsung menitikberatkan pada perbaikan sistem pertahanan dan transisi permainan.
Menurutnya, di level kompetisi seperti Liga 4, kesalahan sekecil apa pun dalam transisi dapat berakibat fatal. Iwan menekankan pentingnya komunikasi antar lini dan disiplin posisi bagi setiap pemain.
Dengan skuat yang didominasi oleh pemain muda berbakat asli Malang, Iwan berupaya menanamkan mentalitas profesional dan pemahaman taktik yang lebih modern.
Keahlian (expertise) Iwan dalam memoles pemain muda menjadi salah satu alasan utama mengapa manajemen menjatuhkan pilihan kepadanya.
Baca Juga :
Drama 3 Menit Terakhir Derbi Jatim, Arema FC Bangkit dan Tumbangkan Persik Kediri
Menghadapi Tekanan Mental dan Analisis Lawan di 16 Besar
Babak 16 besar Liga 4 menyajikan tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan fase grup. Tim-tim yang lolos merupakan representasi kekuatan terbaik dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Iwan Setiawan menyadari bahwa persiapan fisik saja tidak akan cukup. Ia mulai menerapkan pendekatan berbasis data untuk menganalisis setiap calon lawan yang akan dihadapi.
Dengan membedah pola permainan lawan melalui rekaman video, Iwan menyusun rencana permainan yang adaptif, memungkinkan Persema untuk bermain lebih fleksibel tergantung pada karakteristik musuh yang dihadapi di lapangan.
Selain aspek teknis, penguatan mental menjadi prioritas Iwan. Ia sering mengadakan sesi diskusi kelompok untuk membangun kepercayaan diri pemain.
Baginya, pemain harus memiliki keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim manapun. Kepercayaan (trustworthiness) yang diberikan manajemen kepada Iwan memberikan keleluasaan baginya untuk merombak gaya bermain tim menjadi lebih agresif namun tetap terukur.
Harapannya, Persema dapat tampil dominan di setiap pertandingan dan meminimalkan ketergantungan pada aksi individu, beralih ke permainan kolektif yang solid sesuai dengan identitas sepak bola Malangan yang dikenal keras namun sportif.
Dukungan Publik dan Visi Jangka Panjang Persema
Kembalinya Persema ke tangan pelatih sekaliber Iwan Setiawan juga memicu gelombang optimisme di kalangan supporter.
Publik sepak bola Malang merindukan masa-masa jaya di mana Persema menjadi kekuatan yang disegani di level nasional.
Kehadiran Iwan dianggap sebagai jembatan untuk mengembalikan kejayaan tersebut. Manajemen Persema juga menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar kemenangan instan, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun struktur klub yang lebih profesional dan berkelanjutan dari bawah.
Dalam beberapa kesempatan yang dikutip dari Malangtimes.com, manajemen menekankan bahwa pemilihan Iwan Setiawan adalah bentuk tanggung jawab mereka kepada para penggemar untuk memberikan tontonan berkualitas dan prestasi nyata.
Dukungan dari sektor sponsor juga diharapkan meningkat seiring dengan peningkatan performa tim di bawah asuhan pelatih baru.
Babak 16 besar ini akan menjadi ujian perdana bagi Iwan untuk membuktikan bahwa sentuhan magisnya masih efektif.
Dengan kombinasi taktik jitu, kerja keras pemain, dan dukungan militan dari tribun, Persema Malang siap menghadapi tantangan besar demi menggapai impian promosi dan mengembalikan marwah sepak bola Kota Malang di peta persaingan nasional.
Baca Juga :
Trofeo All Star Legends di Malang Angkat Peran 30 UMKM dalam Ekonomi Lokal














