Infomalangcom – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di kawasan pemakaman Tlogopojok di Kabupaten Gresik berubah drastis.
Jika pada hari biasa area makam terlihat lengang dan sunyi, beberapa hari terakhir lokasi tersebut justru dipadati warga dari berbagai wilayah.
Mereka datang secara berkelompok bersama keluarga untuk berziarah, membersihkan makam, serta mengirimkan doa bagi sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini menjadi rutinitas tahunan yang terus dijaga masyarakat sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan penuh ibadah.
Aktivitas ziarah mulai terlihat sejak pagi hari. Warga berdatangan dengan membawa perlengkapan sederhana seperti sapu, ember air, kain lap, serta bunga tabur.
Tidak sedikit pula yang membawa tikar untuk duduk bersama keluarga saat membaca doa dan ayat suci. Suasana khidmat menyelimuti area makam meski jumlah peziarah terus bertambah hingga siang dan sore hari.
Tradisi Turun-Temurun Menyambut Ramadan
Ziarah makam jelang Ramadan telah menjadi tradisi turun-temurun di Gresik. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban sebagai bentuk persiapan batin sebelum menjalani ibadah puasa.
Warga meyakini bahwa mendoakan orang yang telah wafat merupakan amalan baik sekaligus pengingat akan kehidupan yang sementara.
Di Makam Tlogopojok, tradisi ini dijalankan dengan penuh kesadaran. Warga tidak sekadar datang untuk berdoa, tetapi juga membersihkan area makam keluarga agar tampak rapi dan terawat.
Bagi sebagian orang, kegiatan ini menjadi momen refleksi diri untuk memperbaiki niat dan memperkuat keimanan sebelum memasuki Ramadan.
Tradisi tersebut juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan keluarga. Banyak warga yang jarang bertemu memanfaatkan momen ziarah untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
Kehadiran anggota keluarga dari berbagai generasi menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan religius masih dijaga dengan kuat.
Kepadatan Peziarah dan Suasana Lokasi
Lonjakan jumlah peziarah membuat area Makam Tlogopojok terlihat lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area parkir serta bahu jalan menuju pemakaman.
Meski demikian, arus keluar masuk kendaraan masih terpantau lancar karena kedatangan peziarah terjadi secara bergelombang sepanjang hari.
Suasana di dalam area makam tetap terjaga tertib. Warga saling menghormati dengan menjaga suara agar tidak mengganggu peziarah lain. Lantunan doa dan bacaan ayat suci terdengar dari berbagai sudut, menciptakan suasana religius yang kuat.
Pengelola makam dan warga sekitar turut mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan. Sampah sisa bunga dan plastik pembungkus diimbau agar dibuang pada tempat yang telah disediakan. Kesadaran kolektif ini penting agar lingkungan pemakaman tetap nyaman meski dipadati pengunjung.
Baca Juga : H-1 Ramadan, Persiapan Cepat tapi Tetap Bermakna
Aktivitas Ekonomi Warga Sekitar
Ramainya ziarah membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar Makam Tlogopojok. Sejumlah pedagang musiman membuka lapak di sekitar pintu masuk pemakaman.
Penjual bunga tabur menjadi yang paling banyak dicari, mengingat bunga merupakan bagian penting dalam tradisi ziarah.
Selain bunga, pedagang makanan dan minuman juga merasakan peningkatan pembeli. Berbagai jajanan tradisional, minuman segar, serta makanan ringan dijajakan untuk memenuhi kebutuhan peziarah.
Aktivitas jual beli ini biasanya meningkat tajam menjelang Ramadan dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.
Tidak sedikit pula warga yang menawarkan jasa membersihkan makam bagi peziarah yang tidak sempat melakukannya sendiri. Jasa tersebut dimanfaatkan terutama oleh peziarah lanjut usia atau mereka yang datang dari luar daerah.
Nilai Spiritual dan Sosial Ziarah Makam
Bagi masyarakat Gresik, ziarah makam memiliki makna spiritual yang mendalam. Kegiatan ini menjadi pengingat akan kematian serta pentingnya memperbanyak amal sebelum memasuki bulan suci.
Banyak peziarah yang mengaku merasa lebih tenang dan siap secara batin setelah berziarah dan mendoakan keluarga yang telah meninggal.
Ziarah juga menjadi sarana pendidikan nilai bagi generasi muda. Anak-anak yang ikut serta diajak memahami pentingnya menghormati orang tua dan leluhur. Melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial ditanamkan sejak dini.
Tradisi ziarah jelang Ramadan di Makam Tlogopojok diperkirakan akan terus berlangsung hingga sehari sebelum awal puasa.
Warga datang silih berganti, menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keramaian tersebut mencerminkan kuatnya ikatan religius dan budaya masyarakat Gresik dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Baca Juga : Pemerintah Umumkan Awal Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026 Mulai Puasa













