Infomalangcom – Pola makan sehat memang identik dengan konsumsi buah dan sayur. Namun bagi penderita penyakit jantung, gangguan ginjal, maupun asam urat, tidak semua buah dan sayuran aman dikonsumsi dalam jumlah bebas.
Beberapa jenis justru perlu dibatasi karena kandungan kalium, purin, natrium, atau gula alaminya yang tinggi.
Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization menegaskan bahwa pengaturan diet merupakan bagian penting dalam pengendalian penyakit kronis tidak menular.
Di Indonesia, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian tertinggi.
Sementara itu, penyakit ginjal kronis dan asam urat juga terus meningkat seiring perubahan pola makan masyarakat. Karena itu, memahami jenis buah dan sayur yang perlu dibatasi menjadi langkah penting dalam menjaga kondisi tetap stabil.
Buah dan Sayur yang Perlu Dibatasi Penderita Jantung
Penderita penyakit jantung umumnya disarankan menghindari asupan tinggi natrium dan gula tambahan. Meski buah mengandung gula alami, beberapa jenis dengan kadar gula tinggi sebaiknya dikonsumsi dalam porsi terkontrol, terutama bagi pasien yang juga memiliki diabetes.
Buah seperti durian, anggur, dan mangga matang memiliki kandungan gula relatif tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dan berpotensi memperburuk kondisi metabolik yang berkaitan dengan risiko jantung. Selain itu, buah kalengan dengan tambahan sirup gula sebaiknya dihindari.
Untuk sayuran, penderita jantung perlu mewaspadai produk olahan seperti sayur kalengan atau acar yang tinggi natrium.
American Heart Association melalui American Heart Association merekomendasikan pembatasan asupan natrium guna menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Baca Juga : Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Paling Aman dan Efektif?
Buah dan Sayur yang Perlu Dibatasi Penderita Ginjal
Gangguan ginjal, terutama penyakit ginjal kronis, menuntut pembatasan asupan kalium dan fosfor. Ginjal yang tidak berfungsi optimal kesulitan membuang kelebihan kalium, sehingga kadar dalam darah bisa meningkat dan memicu gangguan irama jantung.
Beberapa buah tinggi kalium yang perlu dibatasi antara lain pisang, alpukat, jeruk, dan melon. Sementara dari kelompok sayur, bayam, kentang, tomat, dan brokoli juga mengandung kalium cukup tinggi.
National Kidney Foundation melalui National Kidney Foundation menjelaskan bahwa pengaturan kalium sangat penting bagi pasien ginjal stadium lanjut.
Namun demikian, bukan berarti semua buah dan sayur harus dihindari. Pasien ginjal tetap membutuhkan serat dan vitamin.
Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi diperlukan untuk menentukan porsi aman sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.
Buah dan Sayur yang Perlu Dibatasi Penderita Asam Urat
Asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat dalam sendi yang dipicu kadar purin tinggi. Meski purin lebih banyak ditemukan pada daging dan makanan laut, beberapa sayuran juga mengandung purin dalam jumlah sedang.
Sayuran seperti bayam, asparagus, kembang kol, dan jamur sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh penderita asam urat.
Meski penelitian menunjukkan purin nabati tidak sekuat purin hewani dalam memicu serangan, pembatasan tetap dianjurkan pada fase akut.
Untuk buah, penderita asam urat perlu membatasi konsumsi buah tinggi fruktosa seperti apel, pir, dan anggur dalam jumlah besar.
Fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Centers for Disease Control and Prevention melalui Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa pengendalian diet berperan penting dalam mencegah kekambuhan.
Pentingnya Konsultasi dan Pola Makan Seimbang
Setiap penderita jantung, ginjal, maupun asam urat memiliki kondisi yang berbeda. Tingkat keparahan penyakit, hasil laboratorium, serta penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi akan memengaruhi rekomendasi diet.
Ahli gizi klinis biasanya menyusun rencana makan individual berdasarkan kebutuhan kalori, kadar elektrolit, dan kondisi medis pasien.
Prinsip utamanya adalah menjaga keseimbangan nutrisi tanpa memperberat kerja organ yang terdampak.
Selain memilih jenis buah dan sayur yang tepat, metode pengolahan juga berpengaruh. Misalnya pada pasien ginjal, teknik perendaman dan perebusan tertentu dapat membantu mengurangi kadar kalium pada sayuran.
Penderita jantung dianjurkan menghindari penambahan garam berlebih, sedangkan pasien asam urat perlu membatasi minuman tinggi gula.
Dengan pemahaman yang tepat dan pengawasan medis, penderita penyakit kronis tetap dapat menikmati buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kunci utamanya bukan menghindari seluruhnya, melainkan mengatur jenis dan porsinya agar sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca Juga : Sering Disalahpahami, Hal-Hal yang Dikira Membatalkan Puasa











