Infomalangcom – Kawasan Kayutangan Heritage kini telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi sosial bagi masyarakat Malang Raya, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.
Keindahan arsitektur kolonial yang dipadukan dengan lampu-lampu estetik menciptakan atmosfer yang sempurna untuk menghabiskan waktu sembari menunggu azan magrib.
Namun, popularitas yang melonjak tajam ini membawa tantangan besar bagi tata ruang kota. Menjelang puncak musim mudik dan libur Lebaran 2026, arus kedatangan warga yang ingin melakukan tradisi ngabuburit di Kayutangan Heritage diprediksi akan mengalami lonjakan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Antisipasi Kemacetan Parah di Jantung Kota Malang
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyadari bahwa daya tarik koridor jalan Jenderal Basuki Rahmat ini bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan sistem drainase lalu lintas yang mumpuni.
Area yang sering disebut sebagai “Malioboro-nya Malang” ini diprediksi akan dipadati ribuan pejalan kaki setiap sorenya.
Tanpa pengawasan ketat, potensi parkir liar di bahu jalan akan menyebabkan efek domino kemacetan yang bisa melumpuhkan akses menuju Alun-alun Merdeka dan Stasiun Malang Kotabaru.
Oleh karena itu, Dishub telah menyiagakan personel gabungan untuk melakukan sterilisasi area. Fokus utama petugas adalah memastikan zona pedestrian tetap murni diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Penggunaan trotoar sebagai lahan parkir temporer oleh oknum jukir nakal menjadi target utama penertiban kali ini.
Langkah preventif ini diambil agar nilai historis dan kenyamanan visual Kayutangan Heritage tidak terganggu oleh deretan kendaraan yang semrawut.
Titik Fokus Sterilisasi dan Lokasi Parkir Resmi
Bagi Anda yang berencana mengunjungi kawasan ini, sangat penting untuk memahami peta parkir terbaru yang telah ditetapkan pemerintah kota.
Dishub secara tegas melarang kendaraan berhenti di sepanjang jalur utama koridor satu, dua, dan tiga. Sebagai solusinya, telah disiapkan kantong parkir strategis yang cukup memadai untuk menampung volume kendaraan yang besar.
Beberapa lokasi yang direkomendasikan antara lain adalah lahan eks-Kantor Lingkungan Hidup (DLH) di Jalan Majapahit yang memiliki akses langsung ke sisi tengah koridor.
Selain itu, bagi pengunjung yang datang dengan rombongan besar atau menggunakan mobil, area parkir Stadion Gajayana tetap menjadi pilihan utama untuk mengurai kepadatan di tengah kota.
Gedung parkir di kawasan Mall Ramayana juga dioptimalkan guna menampung luapan kendaraan roda dua agar tidak meluber ke badan jalan.
Penerapan sanksi pada tahun 2026 ini dilakukan lebih sistematis. Petugas tidak hanya memberikan teguran lisan, tetapi juga melakukan tindakan fisik bagi pelanggar.
Penggembokan ban dan penempelan stiker pelanggaran pada kaca kendaraan menjadi prosedur standar. Jika kendaraan dianggap sangat mengganggu arus lalu lintas utama, Dishub tidak segan untuk melakukan penderekan ke kantor pusat untuk diproses lebih lanjut sesuai peraturan daerah yang berlaku.
Baca Juga : Pemkot Malang Atur Ramadhan, Drive Thru Takjil Ditiadakan dan Hiburan Malam Stop Operasi
Daya Tarik Utama yang Memicu Lonjakan Pengunjung
Mengapa Kayutangan Heritage begitu diminati tahun ini? Salah satu faktor utamanya adalah ekosistem UMKM yang semakin matang.
Kawasan kampung heritage yang masuk ke dalam gang-gang kecil kini telah berubah menjadi sentra kuliner takjil yang unik.
Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan di jalan besar, tetapi juga mengeksplorasi kedai kopi legendaris dan jajanan tradisional yang dikelola oleh warga lokal secara kreatif.
Selain faktor kuliner, keberadaan street performance atau musik jalanan yang terkurasi menambah nilai estetik kawasan ini.
Penampilan seni budaya yang rutin digelar di beberapa titik zona pedestrian membuat durasi tinggal pengunjung menjadi lebih lama.
Letaknya yang berada di simpul transportasi kota memudahkan warga dari wilayah Kabupaten Malang maupun Kota Batu untuk singgah, sehingga akumulasi massa pada jam-jam krusial (pukul 16.00 hingga 18.00 WIB) hampir tidak terelakkan.
Panduan Aman Menikmati Sore di Koridor Heritage
Untuk memastikan pengalaman ngabuburit Anda tetap menyenangkan tanpa terkendala masalah parkir atau denda, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama, pertimbangkan untuk tiba lebih awal, yakni sebelum pukul 16.00 WIB.
Pada jam tersebut, ketersediaan slot parkir di area resmi masih cukup luas dan arus lalu lintas belum mencapai titik jenuh.
Sangat disarankan bagi warga lokal untuk memanfaatkan layanan transportasi daring atau angkutan kota. Hal ini merupakan kontribusi nyata dalam mengurangi beban volume kendaraan di pusat kota.
Jika terpaksa membawa kendaraan pribadi, pastikan untuk selalu bertanya kepada petugas Dishub yang berjaga mengenai titik parkir yang legal.
Hindari mengikuti ajakan juru parkir yang mengarahkan kendaraan ke atas trotoar, meskipun mereka menjanjikan keamanan, karena penertiban oleh tim gabungan dilakukan secara acak dan cepat.
Aspek keamanan pribadi juga tidak boleh luput dari perhatian. Dengan kondisi kerumunan yang padat, pastikan kendaraan terkunci ganda dan tidak meninggalkan helm atau barang berharga di tempat yang mencolok.
Kesadaran kolektif dari pengunjung untuk tertib aturan parkir akan sangat membantu pemerintah dalam menjaga marwah Kayutangan Heritage sebagai destinasi wisata sejarah yang membanggakan di Jawa Timur.
Informasi lebih lanjut mengenai situasi terkini lalu lintas di Kota Malang dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Dishub Kota Malang atau melalui siaran langsung CCTV kota yang bisa diakses publik.
Upaya bersama ini diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang syahdu, tertib, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin menikmati senja di bumi Arema.
Saksikan pantauan visual kondisi terkini melalui kanal resmi berikut: Dishub Kota Malang – Pantauan Lalu Lintas atau pantau update melalui portal berita daerah Malang Kota.
Baca Juga : Ramadhan 2026, Pemkot Malang Gelar Patroli Acak Demi Jaga Ketertiban Kota














