Infomalangcom – Harga kebutuhan pokok di Kota Batu kembali menjadi perhatian publik seiring dengan meningkatnya permintaan jelang bulan Ramadan.
Beberapa komoditas penting seperti cabai, ayam, dan bawang mengalami lonjakan harga yang cukup tajam dibanding pekan sebelumnya.
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Pergeseran harga pangan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga berdampak kepada pola konsumsi dan daya beli masyarakat Kota Batu menjelang momentum ibadah puasa.
Kenaikan harga di pasar tradisional maupun pusat grosir di Kota Batu dipengaruhi oleh sejumlah faktor mulai dari aspek pasokan barang, fluktuasi musim panen, hingga permintaan yang meningkat tajam di masyarakat.
Para pedagang mengakui bahwa stok beberapa komoditas semakin menipis sehingga harga jual menjadi tidak stabil.
Situasi ini memicu rasa was-was di kalangan pembeli yang berharap harga kebutuhan pokok tetap terjangkau selama Ramadan.
Lonjakan Harga Cabai
Cabai merupakan salah satu komoditas yang paling mencolok kenaikannya dalam beberapa pekan terakhir. Harga cabai merah besar dan cabai rawit di pasar tradisional kota ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.
Pedagang pasar menjelaskan bahwa pasokan cabai dari sentra produksi turun drastis akibat musim panen yang belum stabil. Akibatnya, banyak pedagang harus membeli dari luar daerah dengan harga yang lebih tinggi.
Permintaan cabai pun meningkat menjelang Ramadan karena kebutuhan untuk menyiapkan berbagai hidangan buka puasa dan sahur.
Permintaan yang melonjak ini bersamaan dengan pasokan yang terbatas membuat harga cabai melonjak tajam. Warga yang biasanya mengandalkan cabai sebagai bumbu utama dalam masakan sehari-hari kini harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk membeli cabai.
Beberapa pembeli menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi harga cabai saat ini. Menurut mereka, kenaikan yang sangat cepat membuat perencanaan belanja menjadi sulit karena harus menyesuaikan anggaran hari ke hari.
Tak jarang pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian cabai atau mengganti dengan jenis bumbu lain untuk menekan pengeluaran.
Baca Juga : Pasar Takjil Malang Diatur Lebih Ketat, Ini Aturan Barunya
Kenaikan Harga Ayam
Selain cabai, harga ayam hidup dan ayam potong juga mengalami peningkatan signifikan di Kota Batu. Harga ayam potong di tingkat konsumen naik beberapa ribu rupiah per kilogram dibanding periode sebelum Ramadan.
Pedagang unggas menyebutkan bahwa harga pakan ternak yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga ayam.
Selain itu, permintaan ayam untuk persiapan menu berbuka puasa dan sajian keluarga semakin meningkat. Masyarakat cenderung membeli ayam dalam jumlah lebih banyak untuk keperluan konsumsi bersama keluarga selama Ramadan.
Kenaikan permintaan ini terjadi bersamaan dengan biaya produksi yang tinggi, sehingga harga ayam di pasar ikut terdongkrak.
Beberapa peternak lokal mengaku turut merasakan peningkatan biaya produksi seperti pakan, suplemen, dan biaya operasional lain yang membuat mereka menaikkan harga jual ayam kepada pengecer.
Kondisi ini menyebabkan harga ayam di tingkat pengecer juga meningkat untuk menyesuaikan beban biaya mereka.
Walaupun kenaikan ini masih dalam batas yang dianggap wajar oleh sebagian pembeli, bagi sebagian rumah tangga kelas menengah ke bawah dengan daya beli terbatas, perubahan harga ini cukup terasa.
Mereka kini berusaha menyesuaikan menu dan pilihan bahan makanan agar tetap hemat tanpa mengabaikan kebutuhan gizi keluarga.
Kenaikan Harga Bawang
Komoditas berikutnya yang mengalami lonjakan harga adalah bawang, terutama bawang merah dan bawang putih.
Harga bawang merah di pasaran mengalami peningkatan signifikan hingga hampir dua kali lipat dibanding harga beberapa minggu lalu. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan pasokan bawang dari daerah penghasil utama.
Musim panen bawang yang belum merata berimbas pada pasokan ke pasar tradisional Kota Batu. Para pedagang terpaksa membeli bawang dari daerah lain dengan harga yang lebih tinggi untuk menutupi kebutuhan konsumen. Akibatnya, harga bawang di tingkat konsumen ikut meningkat.
Masyarakat kemudian harus berpikir ulang dalam penggunaan bawang dalam masakan sehari-hari. Beberapa di antara mereka memilih mengurangi porsi bawang demi menekan biaya belanja rumah tangga.
Hal ini menunjukkan bagaimana kenaikan harga beberapa komoditas pokok bisa mempengaruhi kebiasaan konsumsi masyarakat.
Respons Masyarakat dan Pemerintah
Masyarakat di Kota Batu secara umum merasakan dampak dari kenaikan harga kebutuhan pokok ini. Pembeli semakin selektif dalam menentukan jenis dan jumlah barang yang dibeli sesuai dengan ukuran anggaran belanja.
Beberapa warga berharap pihak terkait dapat mengendalikan fluktuasi harga agar tidak terlalu memberatkan masyarakat, terutama pada masa menjelang Ramadan.
Di sisi lain, pemerintah daerah melalui perangkat pasar dan dinas terkait telah melakukan pemantauan harga secara rutin.
Mereka berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan pasokan tetap berjalan dan tidak terjadi praktik penimbunan barang yang dapat memperparah lonjakan harga.
Pemantauan ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang pergerakan harga kebutuhan pokok sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan secepat mungkin demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang selama periode penting ini.
Baca Juga : Rencana Sky Walk Soehat Malang Terinspirasi Korea, Warga Antusias











