Breaking

Rahasia Tetap Fit Saat Puasa, Atur Pola Minum Air dengan Benar

Rahasia Tetap Fit Saat Puasa, Atur Pola Minum Air dengan Benar
Rahasia Tetap Fit Saat Puasa, Atur Pola Minum Air dengan Benar

Infomalangcom – Menjalani ibadah puasa membutuhkan persiapan fisik yang matang agar aktivitas tetap berjalan lancar dari pagi hingga sore.

Selain menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi faktor penting yang sering kali terabaikan.

Banyak orang fokus pada menu makanan bergizi, tetapi lupa bahwa kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lemas, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami sakit kepala. Padahal, kebutuhan air harian tidak otomatis berkurang hanya karena seseorang sedang berpuasa.

Sejumlah laporan kesehatan di tingkat daerah menyoroti bahwa keluhan paling umum selama Ramadan adalah dehidrasi ringan.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat pola minum yang tidak teratur, terlalu banyak mengonsumsi minuman manis, atau kurangnya kesadaran untuk mencukupi kebutuhan cairan setelah berbuka.

Tenaga medis mengingatkan bahwa tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta membantu proses metabolisme.

Kebutuhan Cairan Harian Tetap Sama

Walaupun tidak minum selama kurang lebih 12 hingga 14 jam, kebutuhan cairan orang dewasa tetap berada di kisaran dua liter per hari atau setara dengan delapan gelas air.

Tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan proses pernapasan. Jika cairan tersebut tidak diganti secara optimal pada malam hari, tubuh akan mengalami defisit yang berdampak pada penurunan stamina keesokan harinya.

Gejala dehidrasi ringan biasanya meliputi rasa haus berlebihan, bibir dan kulit terasa kering, urine berwarna kuning pekat, serta tubuh terasa lesu.

Dalam beberapa kasus, seseorang juga bisa mengalami pusing dan menurunnya fokus saat bekerja atau belajar. Oleh sebab itu, perencanaan minum yang tepat menjadi langkah penting agar puasa tetap berjalan nyaman tanpa gangguan kesehatan berarti.

Baca Juga : Ramadhan Berkah, 5 Masjid di Lowokwaru Konsisten Sediakan Takjil Gratis

Terapkan Pola Minum Bertahap dan Terencana

Agar kebutuhan cairan tercukupi dengan baik, pola minum bertahap sangat dianjurkan. Salah satu metode yang mudah diterapkan adalah membagi delapan gelas air ke dalam beberapa waktu berbeda antara berbuka hingga sahur. Dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah makan malam hingga menjelang tidur, serta dua gelas saat sahur.

Saat berbuka puasa, sebaiknya awali dengan satu atau dua gelas air putih sebelum mengonsumsi makanan lainnya.

Minum secara perlahan membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan menghindari rasa kembung. Setelah itu, konsumsi makanan ringan dan lanjutkan makan utama secara seimbang.

Di sela waktu malam, biasakan minum sedikit demi sedikit, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Kebiasaan minum langsung banyak dalam satu waktu sering membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Dengan cara bertahap, tubuh dapat memanfaatkan cairan secara maksimal.

Ketika sahur, jangan hanya fokus pada makanan tinggi karbohidrat. Pastikan asupan cairan tetap terpenuhi dengan minimal dua gelas air putih.

Mengombinasikan makanan berkuah seperti sup serta buah-buahan yang kaya air dapat membantu mempertahankan hidrasi lebih lama selama menjalani puasa di siang hari.

Pilih Jenis Minuman yang Mendukung Hidrasi

Selain memperhatikan jumlah air, jenis minuman juga perlu diperhatikan. Minuman berkafein seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Sementara itu, minuman bersoda dan tinggi gula justru dapat memicu rasa haus lebih cepat saat siang hari.

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jika ingin variasi, air kelapa alami tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif karena mengandung elektrolit alami.

Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan timun juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tambahan secara alami sekaligus memberikan asupan vitamin dan mineral.

Sesuaikan dengan Aktivitas dan Kondisi Tubuh

Setiap individu memiliki kebutuhan cairan yang berbeda tergantung pada tingkat aktivitas, usia, dan kondisi kesehatan.

Pekerja lapangan, pengemudi, atau mereka yang sering terpapar panas matahari membutuhkan perhatian ekstra dalam memenuhi kebutuhan cairan saat malam hari. Jangan menunggu rasa haus muncul karena itu adalah tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan.

Memantau warna urine dapat menjadi cara sederhana untuk mengevaluasi kecukupan cairan. Warna kuning muda menandakan hidrasi cukup, sedangkan warna yang lebih pekat menunjukkan tubuh membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, menjaga waktu istirahat yang cukup juga membantu tubuh beradaptasi selama menjalani puasa.

Dengan disiplin menerapkan pola minum yang tepat setiap hari, tubuh akan terasa lebih segar dan stamina tetap stabil.

Konsentrasi tetap terjaga, produktivitas tidak menurun, dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan nyaman. Mengatur pola minum air bukanlah hal yang rumit, tetapi membutuhkan komitmen dan konsistensi agar manfaatnya benar-benar dirasakan sepanjang bulan Ramadan.

Baca Juga : Ayam, dan Bawang di Kota Batu Naik Drastis Jelang Ramadan