Breaking

Atasi Banjir Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Siapkan 4 Strategi

Atasi Banjir Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Siapkan 4 Strategi
Atasi Banjir Kota Malang, Puguh DPRD Jatim Siapkan 4 Strategi

Infomalangcom – Upaya menanggulangi banjir yang semakin sering dan parah di Kota Malang mendapatkan perhatian serius dari DPRD Jawa Timur.

Anggota dewan, Puguh, mengusulkan empat strategi konkret untuk menghadapi persoalan ini, yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan bagi pemerintah kota dan masyarakat.

Usulan tersebut tak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga mencakup perbaikan manajemen lingkungan yang sistematis.

Intensitas hujan ekstrem, penuhnya saluran air, serta urbanisasi yang pesat menjadi beberapa faktor yang diperhitungkan dalam rumusan strategi tersebut.

Belakangan ini, banjir tak hanya terjadi saat musim hujan, tetapi juga muncul setelah hujan dengan intensitas sedang.

Dampaknya meluas ke aktivitas warga, mulai dari gangguan transportasi, kerusakan rumah, hingga gangguan sektor usaha di kawasan terdampak.

Karena itu, strategi yang diusulkan dianggap penting untuk mengurangi risiko banjir secara signifikan. Puguh menekankan bahwa penanganan banjir harus dilakukan dengan pendekatan multisektoral dan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara.

Evaluasi Kondisi Eksisting dan Tantangan Banjir

Puguh dalam beberapa pernyataannya menyebut bahwa sebelum merumuskan strategi, penting untuk mengevaluasi penyebab utama banjir di Kota Malang.

Faktor alam seperti intensitas hujan yang sulit diprediksi kerap memperparah situasi, tetapi juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi infrastruktur serta pengelolaan lingkungan yang ada saat ini.

Banyak saluran air yang tersumbat sampah atau sedimentasi sehingga tidak mampu menampung limpasan air dengan baik saat hujan deras turun.

Selain itu, pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi tanpa penataan drainase yang memadai turut mempercepat terjadinya banjir di beberapa titik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa solusi yang hanya bersifat fisik saja tidak cukup. Misalnya saja, pembangunan tanggul sementara atau got besar mungkin meredakan masalah di satu tempat, tetapi tanpa pengelolaan sistem drainase dan aturan penggunaan lahan yang ketat, banjir dapat tetap terjadi di lokasi lainnya.

Puguh menegaskan bahwa banjir adalah persoalan yang kompleks dan harus ditanggapi dengan serangkaian pendekatan yang terintegrasi.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, instansi teknis, hingga partisipasi masyarakat merupakan hal yang tak bisa diabaikan.

Baca Juga : Masjid di Era Konten, Ibadah atau Latar Belakang Story?

Empat Strategi yang Diusulkan

Dalam upaya membangun pendekatan yang menyeluruh, Puguh mengusulkan empat strategi utama yang diharapkan bisa menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan penanggulangan banjir di Kota Malang:

  1. Perbaikan dan Normalisasi Drainase Secara Komprehensif
    Strategi pertama adalah memperbaiki sistem drainase yang ada. Banyak saluran air yang menyempit akibat sedimentasi atau tidak rutin dibersihkan dari sampah. Normalisasi drainase di kawasan rawan banjir sangat penting agar aliran air tidak terhambat saat hujan turun deras. Perbaikan ini mencakup penguatan struktur saluran serta perluasan titik-titik resapan agar air hujan dapat terdistribusi secara lebih optimal.
  2. Penataan Ruang dan Kawasan Resapan Air
    Strategi kedua menekankan perlunya penataan ruang kota yang lebih kuat. Kawasan yang sebelumnya menjadi resapan air banyak berubah fungsi menjadi area bangunan atau permukiman tanpa pengganti fungsi resapan yang setara. Oleh karena itu, perlu disiapkan daerah resapan air buatan yang strategis di area-area tertentu. Selain itu, aturan zonasi harus ditegakkan agar kawasan hijau tetap terjaga.
  3. Penerapan Teknologi dan Sistem Peringatan Dini
    Teknologi modern dapat membantu meminimalkan dampak banjir melalui sistem peringatan dini serta pemantauan cuaca secara real-time. Puguh menyarankan agar pemerintah memperkuat sistem informasi cuaca dan kapasitas respons cepat saat ancaman banjir meningkat. Sensor-sensor di titik-titik rawan dapat memantau debit air sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.
  4. Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan
    Strategi terakhir menggarisbawahi pentingnya peran aktif masyarakat. Edukasi tentang pentingnya tidak membuang sampah ke saluran air, partisipasi dalam kerja bakti pembersihan drainase, serta keterlibatan dalam forum lingkungan menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Kesadaran kolektif ini akan menambah kekuatan dalam penanggulangan banjir secara berkelanjutan.

Integrasi Kebijakan dan Peran Pemerintah Daerah

Pengusulan strategi ini oleh Puguh juga mendorong perlunya integrasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kota.

Faktor teknis seperti anggaran, prioritas pembangunan infrastruktur, hingga koordinasi lintas perangkat daerah perlu diperkuat.

Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang memadai dan struktur koordinasi yang jelas, strategi yang baik pun akan sulit dijalankan secara efektif.

Peran dinas-dinas teknis seperti dinas pekerjaan umum, lingkungan hidup, serta tata ruang menjadi kunci dalam implementasi strategi ini.

Keterlibatan akademisi dan lembaga riset juga penting untuk menyusun basis data yang akurat sebagai dasar perencanaan jangka panjang.

Dengan demikian, penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi menjadi program berkelanjutan yang terukur.

Tanggapan Publik dan Harapan ke Depan

Usulan empat strategi tersebut mendapat respons beragam dari masyarakat dan organisasi lingkungan. Sebagian besar menyambut baik pendekatan yang lebih terstruktur, sementara sebagian lainnya menambahkan bahwa isu banjir juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan sampah serta pembangunan hijau kota.

Kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai sebagai hal yang akan menentukan keberhasilan strategi tersebut.

Dengan langkah peningkatan kapasitas infrastruktur, tata ruang yang lebih baik, teknologi peringatan dini, serta keterlibatan masyarakat, harapan besar tercipta agar banjir di Kota Malang dapat diatasi secara lebih efektif.

Empat strategi yang diusulkan oleh Puguh memberikan kerangka awal yang konkret untuk menghadapi tantangan banjir yang selama ini berdampak pada kehidupan sehari-hari warga kota.

Dengan komitmen yang kuat, pendekatan ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi ketahanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Malang.

Baca Juga : Challenge 30 Hari Ramadan untuk Menjadi Versi Diri yang Lebih Baik