Breaking

Cilok Jadoel Kota Malang, Sensasi Kenyal dengan Campuran Gajih yang Melegenda

Muhamad Dzaki

24 February 2026

Cilok Jadoel Kota Malang, Sensasi Kenyal dengan Campuran Gajih yang Melegenda
Cilok Jadoel Kota Malang, Sensasi Kenyal dengan Campuran Gajih yang Melegenda

infomalangcom – Kota Malang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Timur. Selain bakso dan aneka jajanan kaki lima, terdapat satu sajian sederhana yang tetap bertahan di tengah gempuran tren makanan modern, yakni cilok jadoel dengan campuran gajih.

Kuliner ini menjadi incaran warga lokal hingga wisatawan karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang berbeda dari cilok pada umumnya.

Cilok sendiri merupakan singkatan dari aci dicolok, merujuk pada bahan dasar tepung tapioka yang dibentuk bulat lalu ditusuk.

Berdasarkan informasi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, sektor usaha mikro kuliner seperti cilok menjadi bagian penting dari perputaran ekonomi kreatif daerah. Keberadaan cilok jadoel menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Ciri Khas Cilok Jadoel dengan Campuran Gajih

Perbedaan utama cilok jadoel dibandingkan cilok biasa terletak pada campuran gajih atau lemak sapi di dalam adonan.

Gajih yang dicincang halus lalu dicampurkan bersama tepung tapioka, bawang putih, dan bumbu sederhana menciptakan sensasi gurih alami saat digigit.

Tekstur kenyal berpadu dengan rasa gurih ini yang membuat banyak pembeli merasa nagih. Menurut referensi kuliner tradisional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, penggunaan bahan sederhana dengan teknik pengolahan tepat menjadi kunci daya tahan jajanan tradisional.

Pada cilok jadoel, proses perebusan dilakukan hingga adonan benar-benar matang agar bagian dalam tetap lembut tanpa kehilangan kekenyalannya.

Gajih yang digunakan umumnya berasal dari bagian lemak sapi segar yang dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan bau prengus. Proses ini penting agar rasa cilok tetap nikmat tanpa aroma menyengat.

Baca Juga : Rekomendasi Menu Sahur Sehat agar Tidak Mudah Haus dan Lapar Saat Puasa Ramadan

Lokasi dan Daya Tarik Kuliner Lawas

Cilok jadoel banyak ditemukan di kawasan permukiman lama dan dekat pusat keramaian Kota Malang. Penjual biasanya menggunakan gerobak sederhana dengan dandang besar sebagai wadah cilok. Tampilan yang klasik justru menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan nuansa nostalgia.

Sebagai kota pendidikan dengan banyak mahasiswa, Malang memiliki pasar yang luas untuk jajanan terjangkau. Harga cilok jadoel relatif ramah di kantong, sehingga cocok untuk semua kalangan. Kombinasi harga ekonomis dan rasa autentik membuat kuliner ini tetap eksis.

Data dari Pemerintah Kota Malang menunjukkan bahwa sektor kuliner menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Jajanan tradisional seperti cilok berperan dalam mempertahankan identitas lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Proses Pembuatan yang Sederhana namun Konsisten

Pembuatan cilok jadoel tidak memerlukan peralatan modern. Bahan utama berupa tepung tapioka dicampur dengan sedikit tepung terigu, bawang putih halus, garam, dan potongan gajih. Adonan kemudian dibentuk bulat kecil dan direbus dalam air mendidih hingga mengapung sebagai tanda matang.

Setelah direbus, cilok disajikan dengan saus kacang kental yang dibuat dari kacang tanah sangrai, cabai, gula merah, dan sedikit air asam.

Beberapa penjual menambahkan kecap manis dan sambal agar rasa semakin kaya. Kombinasi saus kacang dan gurih gajih menciptakan karakter rasa yang sulit dilupakan.

Konsistensi rasa menjadi kunci keberhasilan cilok jadoel bertahan lama. Banyak pelanggan setia kembali membeli karena cita rasanya tidak berubah meski sudah berjualan bertahun-tahun.

Mengapa Campuran Gajih Bikin Nagih

Secara tekstur, gajih memberikan sensasi lembut yang meleleh saat tergigit. Lemak sapi juga memperkuat rasa gurih alami tanpa perlu tambahan penyedap berlebihan. Inilah yang membedakan cilok jadoel dari versi modern yang cenderung hanya mengandalkan saus.

Selain faktor rasa, aspek emosional juga berperan. Bagi sebagian warga Malang, cilok jadoel mengingatkan pada masa sekolah atau waktu kecil. Nilai nostalgia tersebut memperkuat ikatan konsumen dengan produk.

Ahli kuliner lokal menyebutkan bahwa makanan tradisional sering kali bertahan bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena cerita dan pengalaman yang menyertainya. Cilok jadoel menjadi contoh nyata bagaimana kuliner sederhana dapat memiliki nilai budaya.

Potensi sebagai Ikon Kuliner Daerah

Dengan popularitas yang stabil, cilok jadoel berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari promosi wisata kuliner Kota Malang.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kualitas bahan dan kebersihan agar mampu bersaing di era modern.

Pengemasan yang lebih menarik tanpa menghilangkan cita rasa tradisional dapat menjadi strategi pengembangan ke depan.

Namun demikian, ciri khas penggunaan gajih dan proses tradisional tetap perlu dipertahankan agar identitas kuliner ini tidak hilang.

Baca Juga : 5 Kue yang Cocok Disajikan Saat Lebaran Idul Fitri 2026 Selain Nastar

Author Image