Breaking

Ramen Collagen Soup Terbaik di Malang, Rahasia Kaldu Slow Cooked 8 Jam

Muhamad Dzaki

24 February 2026

Ramen Collagen Soup Terbaik di Malang, Rahasia Kaldu Slow Cooked 8 Jam
Ramen Collagen Soup Terbaik di Malang, Rahasia Kaldu Slow Cooked 8 Jam

Infomalangcom – Tren kuliner Jepang di Kota Malang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu menu yang paling banyak diburu adalah ramen dengan kuah collagen soup yang dimasak dalam waktu lama.

Teknik slow cooked hingga delapan jam menghasilkan kaldu kental, gurih, dan kaya rasa yang membedakannya dari ramen instan atau kuah biasa. Tidak heran jika collagen ramen disebut sebagai salah satu best ramen experience di Malang saat ini.

Ramen sendiri merupakan hidangan mie khas Jepang yang terdiri dari mie gandum, kuah kaldu, serta topping seperti chashu, telur setengah matang, dan daun bawang.

Menurut referensi dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan, kaldu ramen tradisional umumnya dibuat dari tulang ayam, babi, atau campuran keduanya yang direbus dalam waktu lama untuk mengekstrak rasa dan gelatin alami. Proses inilah yang menjadi dasar lahirnya collagen soup.

Apa Itu Collagen Ramen dan Mengapa Populer

Collagen ramen merujuk pada ramen dengan kuah yang kaya gelatin hasil ekstraksi tulang melalui perebusan panjang.

Gelatin yang terbentuk berasal dari kolagen alami dalam tulang dan jaringan ikat. Berdasarkan literatur pangan dari Food and Agriculture Organization, kolagen dalam tulang hewan akan berubah menjadi gelatin saat dipanaskan dalam suhu tinggi dan waktu lama, menghasilkan tekstur kuah yang lebih kental dan berkilau.

Di Malang, konsep ini diadaptasi oleh sejumlah pelaku usaha kuliner Jepang. Mereka memasak kaldu selama kurang lebih delapan jam agar sari tulang benar-benar keluar.

Hasilnya adalah kuah yang creamy tanpa tambahan susu atau krim. Sensasi lembut dan gurih alami inilah yang membuat collagen ramen banyak direkomendasikan pecinta kuliner.

Proses Slow Cooked 8 Jam yang Jadi Kunci

Rahasia utama collagen ramen terletak pada teknik memasak kaldu. Tulang ayam atau sapi dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa darah, kemudian direbus dengan api kecil dalam waktu panjang. Selama delapan jam, tulang akan melepaskan kolagen dan lemak alami yang menyatu dengan air rebusan.

Proses ini membutuhkan kontrol suhu yang stabil agar kaldu tidak pecah atau terlalu berminyak. Beberapa dapur profesional menggunakan teknik simmering atau perebusan perlahan pada suhu di bawah titik didih.

Teknik tersebut sesuai dengan praktik pembuatan tonkotsu ramen di Jepang, yang dikenal dengan kuah putih pekat akibat ekstraksi tulang secara intensif.

Selain tulang, bumbu dasar seperti bawang putih, jahe, dan bawang bombay ditambahkan untuk memperkaya aroma. Kombinasi bahan dan waktu memasak panjang menciptakan profil rasa kompleks yang sulit ditiru oleh metode instan.

Daya Tarik Collagen Ramen di Malang

Sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata, Malang memiliki pasar yang terbuka terhadap tren kuliner internasional.

Kehadiran ramen collagen soup menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan Jepang autentik tanpa harus pergi ke luar negeri.

Harga seporsi collagen ramen di Malang relatif terjangkau dibanding kota besar lain. Dengan kisaran harga menengah, konsumen sudah bisa menikmati mie kenyal, kuah kental, dan topping lengkap seperti chashu, ajitsuke tamago, serta nori.

Beberapa tempat bahkan menawarkan level kepedasan dan kekentalan kuah yang bisa disesuaikan. Antusiasme pelanggan terlihat dari ulasan positif di berbagai platform kuliner.

Banyak yang menyebut tekstur kuahnya lembut dan meninggalkan rasa umami yang bertahan di lidah. Faktor inilah yang membuat collagen ramen disebut sebagai salah satu ramen terbaik di Malang.

Apakah Collagen Ramen Lebih Sehat

Kolagen sering dikaitkan dengan manfaat untuk kulit dan sendi. Namun, perlu dipahami bahwa gelatin dalam kuah ramen tetap berasal dari tulang hewan yang juga mengandung lemak.

Berdasarkan publikasi ilmiah FAO mengenai protein hewani, gelatin merupakan sumber protein, tetapi konsumsi tetap perlu seimbang.

Artinya, collagen ramen bisa menjadi pilihan menu lezat, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Porsi yang wajar dan kombinasi dengan sayuran akan membantu menjaga keseimbangan nutrisi.

Tips Menikmati Ramen Collagen Soup

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, ramen sebaiknya disantap saat masih panas. Kuah yang hangat menjaga tekstur gelatin tetap cair dan creamy. Aduk perlahan sebelum menyeruput agar rasa kaldu dan minyak alami tercampur merata.

Pengunjung juga dapat menambahkan bubuk cabai atau wijen panggang untuk memperkaya rasa. Jika ingin sensasi autentik, gunakan sumpit dan sendok ramen agar pengalaman makan terasa lebih tradisional.

Baca Juga : 5 Tempat Makan Favorit Mahasiswa untuk Bukber, Enak, Murah, dan Bikin Nagih

Author Image