Breaking

Gunung Lawu, Pesona Alam Jalur Pendakian, dan Fakta Menarik di Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur

Muhamad Dzaki

27 February 2026

Gunung Lawu Pesona Alam, Jalur Pendakian, dan Fakta Menarik di Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur
Gunung Lawu Pesona Alam, Jalur Pendakian, dan Fakta Menarik di Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur

Infomalangcom – Gunung Lawu merupakan salah satu gunung berapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Secara administratif, gunung ini terletak di antara Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan di Jawa Timur.

Dengan ketinggian sekitar 3.265 meter di atas permukaan laut, Gunung Lawu termasuk dalam kategori gunung berapi stratovolcano yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas erupsi besar.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Lawu saat ini adalah normal dengan aktivitas vulkanik relatif stabil.

Lokasi dan Karakteristik Gunung Lawu

Secara geografis, Gunung Lawu berada di kawasan pegunungan yang menjadi bagian dari sistem vulkanik Pulau Jawa. Gunung ini dikenal memiliki tiga puncak utama, yaitu Hargo Dumiling, Hargo Dalem, dan Hargo Dumilah.

Puncak tertinggi adalah Hargo Dumilah yang menjadi tujuan utama para pendaki. Lerengnya didominasi hutan tropis pegunungan, padang rumput, serta jalur berbatu yang menantang. Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat sekitar.

Di sisi barat gunung terdapat kawasan wisata populer seperti Tawangmangu yang menjadi pintu masuk favorit para pendaki. Sementara di sisi timur, jalur pendakian banyak diakses melalui wilayah Magetan. Kedua wilayah ini memiliki fasilitas penunjang wisata yang cukup lengkap.

Baca Juga : Raja Ampat, Pesona Gugusan Pulau Eksotis di Ujung Timur Indonesia

Jalur Pendakian Gunung Lawu

Gunung Lawu memiliki beberapa jalur pendakian resmi yang paling terkenal, yaitu jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang.

Jalur Cemoro Sewu berada di wilayah Jawa Timur dan dikenal lebih pendek namun memiliki tanjakan yang cukup curam. Sementara itu, jalur Cemoro Kandang di Jawa Tengah relatif lebih landai meski jaraknya sedikit lebih panjang.

Rata-rata waktu pendakian menuju puncak berkisar antara 6 hingga 8 jam tergantung kondisi fisik dan cuaca. Di sepanjang jalur, pendaki akan menemukan beberapa pos peristirahatan dan warung sederhana yang menjual makanan serta minuman hangat.

Keberadaan warung ini menjadi ciri khas Gunung Lawu yang membedakannya dari banyak gunung lain di Indonesia. Meski demikian, pendaki tetap dianjurkan membawa perbekalan sendiri untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Daya Tarik Alam dan Budaya

Salah satu daya tarik utama Gunung adalah panorama matahari terbit dari puncaknya. Saat cuaca cerah, pendaki dapat menyaksikan hamparan pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang membentang luas.

Selain itu, Gunung Lawu juga memiliki beberapa situs bersejarah seperti Candi Cetho dan Candi Sukuh yang berada di lereng barat gunung. Kedua candi ini merupakan peninggalan era Majapahit dan menjadi bukti kuat nilai budaya di kawasan tersebut.

Gunung Lawu juga dikenal memiliki nuansa spiritual yang kental. Banyak peziarah datang untuk melakukan ritual tertentu, terutama pada malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang tetap dijaga hingga kini.

Kondisi Iklim dan Keamanan

Sebagai gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter, suhu di Gunung Lawu bisa turun hingga mendekati nol derajat Celsius pada musim kemarau.

Kabut tebal dan angin kencang juga kerap terjadi, terutama pada sore hingga malam hari. Oleh karena itu, perlengkapan seperti jaket tebal, sarung tangan, dan tenda tahan angin sangat diperlukan bagi pendaki yang bermalam.

Menurut data PVMBG, Gunung Lawu termasuk gunung api tipe B yang tidak tercatat mengalami letusan magmatik setelah tahun 1600.

Meski demikian, pemantauan aktivitas vulkanik tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Tips Aman Mendaki Gunung Lawu

Sebelum mendaki Gunung Lawu, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar. Lakukan pendaftaran resmi di pos pendakian dan patuhi semua peraturan yang berlaku. Hindari mendaki saat cuaca buruk serta selalu periksa informasi terkini dari pengelola setempat.

Selain itu, terapkan prinsip menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas yang ada. Kesadaran kolektif dari para pendaki sangat penting untuk menjaga ekosistem Gunung Lawu tetap lestari.

Baca Juga : Mengenal Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Jalur Pendakian Gunung Semeru

Author Image