Breaking

Tahlil 100 Hari Istri Wali Kota Malang Dihadiri Ribuan Warga di Gedung Kartini

Fahrezi

27 February 2026

Tahlil 100 Hari Istri Wali Kota Malang Dihadiri Ribuan Warga di Gedung Kartini
Tahlil 100 Hari Istri Wali Kota Malang Dihadiri Ribuan Warga di Gedung Kartini

Infomalangcom – Kota Malang kembali diselimuti suasana religius yang kental saat ribuan masyarakat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam doa.

Momentum peringatan 100 hari wafatnya Hj. Hanik Andriani bukan sekadar seremoni keagamaan biasa, melainkan wujud nyata dari kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.

Kehadiran massa yang memadati lokasi acara menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan warisan kebaikan yang ditinggalkan oleh sosok istri orang nomor satu di pemerintahan Kota Malang tersebut.

Kekhidmatan Doa Bersama di Gedung Kartini Imperial Building

Gedung Kartini Imperial Building yang terletak di jantung Kota Malang menjadi saksi bisu ribuan bibir yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada Kamis malam, 26 Februari 2026.

Acara dimulai tepat setelah ibadah salat Isya, di mana area utama hingga selasar gedung dipenuhi oleh jamaah yang mengenakan busana muslim serba putih.

Protokol acara disusun dengan sangat rapi, mengedepankan kekhusyukan sebagai prioritas utama bagi seluruh hadirin yang datang dari berbagai penjuru Malang Raya.

Pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh para pemuka agama setempat mengawali rangkaian tahlil. Suasana berubah menjadi sangat syahdu saat kalimat-kalimat tahlil mulai dikumandangkan secara serempak.

Bagi masyarakat, ini adalah momen untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga besar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang masih merasakan duka mendalam.

Ketegaran dan Air Mata Wali Kota Malang Wahyu Hidayat

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah saat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berdiri di podium untuk menyampaikan sambutan pihak keluarga.

Sosok yang dikenal tegas dalam memimpin pemerintahan ini tampak tak kuasa menahan gejolak emosinya. Beberapa kali ia harus menghentikan kalimatnya dan menghela napas panjang untuk menyeka air mata yang jatuh.

Ketulusan cinta seorang suami terpancar jelas saat ia mengenang dedikasi almarhumah dalam mendampingi tugas-tugas kedinasannya.

Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa Hj. Hanik Andriani adalah pilar kekuatannya selama menjabat. Dukungan istri dalam setiap kebijakan publik, terutama yang menyentuh ranah kesejahteraan keluarga melalui PKK, menjadi motivasi terbesar bagi sang Wali Kota.

Isak tangis jamaah pun pecah saat Wahyu memohonkan maaf atas segala kekhilafan almarhumah semasa hidup, sebuah gestur kerendahan hati yang sangat menyentuh hati para warga yang hadir malam itu.

Baca Juga : Wali Kota Malang Tekankan Transformasi Koperasi ke Arah Usaha Produktif

Kehadiran Tokoh Lintas Sektoral dan Ulama Kharismatik

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar bagi para tokoh penting di Jawa Timur. Kehadiran Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, serta KH Marzuqi Mustamar, memberikan bobot spiritual yang besar pada acara tahlilan ini.

Kehadiran para ulama besar ini menegaskan bahwa almarhumah dan keluarga Wali Kota Malang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kalangan pesantren dan tokoh agama.

Selain tokoh agama, jajaran pejabat daerah seperti Bupati Malang M. Sanusi dan mantan Wali Kota Malang Sutiaji juga tampak hadir memberikan penghormatan.

Sinergi antara pemimpin lama dan baru di Malang Raya ini menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah suasana duka.

Kehadiran jajaran Forkopimda juga melengkapi daftar tamu kehormatan, menunjukkan bahwa Hj. Hanik Andriani adalah sosok yang dihormati di semua lapisan struktural pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.

Dedikasi Hj. Hanik Andriani untuk UMKM dan Sosial

Mengenang kembali sosok Hj. Hanik Andriani adalah mengenang dedikasi tanpa batas untuk kemajuan Kota Malang.

Sebagai Ketua TP PKK, almarhumah dikenal sangat vokal dalam membela hak-hak pelaku UMKM lokal. Ia sering melakukan kunjungan mendadak ke sentra-sentra kerajinan hanya untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran.

Semangat pengabdiannya yang terhenti pada usia 58 tahun pada November 2025 lalu meninggalkan lubang besar dalam struktur penggerak ekonomi kreatif di Malang.

Warga mengenangnya sebagai ibu yang murah senyum dan mudah bergaul tanpa memandang status sosial. Program-program kesejahteraan keluarga yang ia inisiasi kini menjadi warisan berharga yang terus dijalankan oleh jajaran PKK.

Hal inilah yang mendorong ribuan warga secara sukarela datang ke Gedung Kartini, meski cuaca malam itu cukup dingin, demi memberikan doa terbaik sebagai bentuk terima kasih atas jasa-jasa almarhumah bagi kemajuan kota.

Momentum Menuju Ramadan yang Penuh Makna

Peringatan 100 hari ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan masa menjelang bulan suci Ramadan 2026. Wali Kota Malang mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum kirim doa ini sebagai ajang pembersihan hati sebelum memasuki bulan puasa.

Suasana religius yang terbangun di Gedung Kartini diharapkan dapat berlanjut hingga ke lingkungan rumah tangga masing-masing warga, menciptakan iklim Kota Malang yang lebih harmonis dan beradab.

Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir secara fisik, cuplikan momen haru dan rangkaian doa tahlil ini dapat disaksikan melalui dokumentasi resmi yang diunggah oleh pihak terkait.

Sebagai referensi visual dan bukti otentik mengenai besarnya antusiasme warga serta pidato emosional sang Wali Kota, Anda dapat memantau kanal informasi resmi Pemerintah Kota Malang atau mengakses laporan dokumentasi melalui tautan berikut: Dokumentasi Kegiatan Kota Malang.

Baca Juga : Wali Kota Malang Dorong Pembinaan Atlet Futsal Usia Dini Lewat Turnamen Pelajar

Author Image

Author

Fahrezi