Breaking

Wisata Batu Ekonomis Park Tarik 1000 Pengunjung

Wisata Batu Ekonomis Park Tarik 1000 Pengunjung
Industri pariwisata lokal tidak pernah benar-benar kehabisan cara untuk “repackaging” sesuatu yang lama menjadi terlihat baru.

Infomalangcom – Industri pariwisata lokal tidak pernah benar-benar kehabisan cara untuk “repackaging” sesuatu yang lama menjadi terlihat baru.

Tapi sesekali, strategi itu benar-benar berhasil, bukan sekadar ganti nama dan cat ulang. Batu Ekonomis Park (BEP) di Kota Batu adalah salah satu contoh yang cukup solid.

Setelah rebranding dari Predator Fun Park, tempat ini langsung mencuri perhatian dengan lonjakan pengunjung yang signifikan dan konsep yang lebih ramah kantong tanpa kehilangan daya tarik.

Lonjakan Pengunjung di Awal Operasional

Sejak dibuka kembali, Batu Ekonomis Park mencatat jumlah pengunjung harian sekitar 1.000 hingga 1.500 orang. Angka ini bukan sekadar “ramai biasa,” tapi indikator bahwa strategi awal mereka tepat sasaran.

Apalagi momentum pembukaan bertepatan dengan libur sekolah dan Tahun Baru, yang memang selalu jadi puncak pergerakan wisata domestik.

Rebranding yang dilakukan oleh Jawa Timur Park Group bukan hanya soal nama. Mereka menggeser positioning dari taman bertema predator menjadi destinasi keluarga yang lebih luas dan inklusif.

Hasilnya terlihat jelas: pasar yang dijangkau jadi lebih besar, dari sekadar niche ke segmen keluarga dan pelajar.

Strategi Harga yang Sulit Ditolak

Salah satu kekuatan utama BEP ada di harga tiket yang relatif murah, mulai dari Rp25.000. Ini bukan sekadar murah, tapi strategi yang sangat terarah.

Mereka sadar targetnya bukan wisatawan premium, tapi keluarga lokal dan pelajar yang sensitif terhadap harga. Menariknya, tiket tersebut berbentuk voucher.

Artinya, pengunjung tidak hanya “masuk,” tetapi juga bisa langsung menukarkan nilai tiket untuk wahana atau makanan.

Sistem ini menciptakan kesan bahwa uang yang dikeluarkan tidak habis di pintu masuk saja, melainkan kembali dalam bentuk pengalaman.

Pendekatan seperti ini secara tidak langsung meningkatkan kepuasan pengunjung, karena mereka merasa mendapatkan nilai lebih dari harga yang dibayar.

Perpaduan Hiburan dan Edukasi Satwa

BEP tidak hanya mengandalkan wahana hiburan. Mereka juga mempertahankan elemen edukasi satwa yang menjadi warisan dari konsep sebelumnya.

Pengunjung bisa melihat berbagai jenis reptil, kolam buaya, hingga pertunjukan pawang yang dirancang aman untuk ditonton.

Selain itu, ada aktivitas interaktif seperti memberi makan ikan tertentu, yang memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung, terutama anak-anak.

Ini penting, karena wisata keluarga sekarang tidak hanya mencari hiburan, tapi juga nilai edukasi.

Konsep ini membuat BEP tidak sekadar menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang belajar informal yang tetap menyenangkan.

Wahana Rekreasi yang Variatif

Di luar aspek edukasi, BEP tetap memenuhi ekspektasi sebagai taman hiburan. Tersedia puluhan wahana interaktif yang dirancang untuk berbagai usia.

Mulai dari permainan ringan hingga aktivitas yang memacu adrenalin, semuanya disusun agar pengunjung tidak cepat bosan.

Keberagaman wahana ini penting karena memperpanjang durasi kunjungan. Orang tidak datang, main satu dua wahana, lalu pulang. Mereka cenderung menghabiskan waktu lebih lama karena banyak pilihan yang bisa dicoba.

Selain itu, penataan area yang efisien membuat pengunjung bisa berpindah dari satu wahana ke wahana lain tanpa merasa lelah berlebihan. Ini hal kecil yang sering diabaikan, tapi berdampak besar pada pengalaman keseluruhan.

Fasilitas yang Mendukung Kenyamanan

Fasilitas pendukung di BEP juga cukup lengkap untuk ukuran wisata dengan harga terjangkau. Area parkir luas, toilet tersedia di beberapa titik, serta mushola untuk kebutuhan ibadah menjadi standar yang dipenuhi.

Keberadaan food court di dalam area juga menjadi nilai tambah. Pengunjung tidak perlu keluar untuk mencari makanan, sehingga waktu kunjungan bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

Selain itu, aksesibilitas mulai diperhatikan, termasuk bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus. Ini menunjukkan bahwa pengelola tidak hanya fokus pada jumlah pengunjung, tetapi juga kenyamanan mereka.

Baca Juga: 4.402 Warga Kota Batu Belum Terdaftar sebagai Peserta PBI Kesehatan

Tips Berkunjung agar Tidak Buang Waktu

Kalau datang ke tempat seperti ini tapi salah timing, ya siap-siap antre panjang dan pulang dengan emosi tipis. Cara paling masuk akal adalah datang pagi, sekitar pukul 09.00 WIB saat tempat baru dibuka.

Dengan datang lebih awal, pengunjung bisa menikmati wahana populer tanpa antre terlalu lama dan punya waktu cukup untuk menjelajah seluruh area. Estimasi waktu ideal kunjungan sekitar tiga sampai empat jam.

Selain itu, penting juga untuk memantau promo yang mungkin berlaku. Terkadang ada kebijakan khusus seperti akses gratis bagi warga lokal pada momen tertentu, yang bisa dimanfaatkan untuk menghemat biaya.

Segmentasi Pasar yang Jelas

BEP tidak mencoba menjadi segalanya untuk semua orang. Mereka fokus pada keluarga dan pelajar, dan itu keputusan yang tepat.

Dengan harga terjangkau dan konsep edukatif, mereka mengisi celah pasar yang sering diabaikan oleh destinasi wisata yang terlalu fokus pada segmen premium.

Lokasinya di Kota Batu juga menjadi keuntungan tambahan, mengingat kawasan ini sudah dikenal sebagai pusat wisata di Jawa Timur.

Kombinasi lokasi strategis, harga murah, dan konsep yang relevan membuat BEP punya peluang bertahan lebih lama, bukan sekadar ramai di awal saja.

Rebranding yang Tidak Setengah-Setengah

Batu Ekonomis Park menunjukkan bahwa rebranding yang dilakukan dengan serius bisa menghasilkan dampak nyata.

Mereka tidak hanya mengganti nama, tetapi juga memperbaiki konsep, harga, dan pengalaman pengunjung secara keseluruhan.

Tantangannya sekarang bukan lagi menarik pengunjung, tapi mempertahankan kualitas dan konsistensi. Karena kalau mulai lengah, tempat seperti ini cepat sekali kehilangan daya tariknya.

Baca Juga: Miniatur Masjid dari 100 Kg Cokelat Putih Jadi Daya Tarik Unik Ramadan di Malang

Author Image

Author

ahnaf muafa