Breaking

Harga Ayam dan Beras Jadi Sorotan Jelang Ramadan di Kota Malang

Fahrezi

7 April 2026

Harga Ayam dan Beras Jadi Sorotan Jelang Ramadan di Kota Malang
Harga Ayam dan Beras Jadi Sorotan Jelang Ramadan di Kota Malang

Infomalangcom – Dinamika ekonomi di Kota Malang menjelang bulan suci Ramadan 2026 sedang menjadi pusat perhatian masyarakat luas.

Fenomena musiman yang memicu lonjakan permintaan kebutuhan pokok kini mulai berdampak pada stabilitas harga di pasar-pasar tradisional.

Bagi warga Bumi Arema, fluktuasi harga ayam dan beras jelang Ramadan menjadi variabel krusial yang menentukan strategi pengelolaan belanja rumah tangga agar tetap efisien di tengah tren inflasi yang sedang merayap naik.

Analisis Pergerakan Harga Ayam dan Beras di Pasar Tradisional

Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, harga ayam dan beras jelang Ramadan di Kota Malang menunjukkan tren yang cukup progresif.

Daging ayam potong, yang merupakan protein hewani paling populer, telah melampaui harga acuan normalnya. Saat ini, konsumen harus merogoh kocek antara Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak awal tahun, di mana sebelumnya harga masih bertahan di level Rp34.000. Fenomena ini tentu menekan daya beli masyarakat, mengingat ayam adalah menu utama saat santap sahur maupun berbuka.

Di sisi lain, komoditas beras juga tidak luput dari perhatian. Meskipun Bulog Cabang Malang memastikan ketersediaan stok dalam posisi aman, harga beras medium di pasar tetap tertahan pada angka Rp13.400 per kilogram.

Tingginya harga ini dipicu oleh keterbatasan suplai dari petani lokal akibat faktor musiman dan kendala distribusi.

Situasi ini memaksa masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih kualitas beras yang sesuai dengan kemampuan anggaran mereka tanpa mengurangi nilai gizi keluarga.

Pemicu Inflasi dan Dampak Ekonomi Lokal

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatatkan angka inflasi sebesar 0,34% pada periode Maret 2026. Angka ini secara eksplisit menunjukkan bahwa tekanan harga bukan hanya isapan jempol semata.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi ini. Selain ayam dan beras, harga daging sapi yang menyentuh Rp135.000 per kilogram turut memperberat beban indeks harga konsumen.

Ada tiga faktor utama yang melandasi kondisi ini:

  1. Anomali Cuaca: Curah hujan yang tidak menentu di wilayah Jawa Timur telah mengganggu produktivitas lahan pertanian, terutama untuk padi dan cabai.
  2. Biaya Logistik: Fluktuasi harga energi di tingkat nasional berdampak langsung pada biaya transportasi bahan pangan dari sentra produksi ke pasar-pasar di Kota Malang.
  3. Lonjakan Permintaan: Siklus tahunan menjelang Ramadan selalu dibarengi dengan peningkatan konsumsi masyarakat secara masif yang tidak dibarengi dengan penambahan pasokan secara instan.

Baca Juga : Pasar Induk Gadang Direvitalisasi Mulai H7 Lebaran

Gerakan Pangan Murah: Solusi Strategis Pemerintah

Guna meredam gejolak harga ayam dan beras jelang Ramadan, Pemerintah Kota Malang bergerak cepat melalui serangkaian intervensi pasar.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah tetap dapat menjangkau kebutuhan pokok.

Salah satu program unggulan adalah Tebus Murah Sembako (TMS) yang dilaksanakan di berbagai titik, seperti di Kelurahan Kedungkandang.

Melalui program TMS, warga dapat memperoleh paket sembako senilai Rp120.000 hanya dengan membayar Rp30.000.

Paket ini umumnya berisi beras 3kg, minyak goreng, gula pasir, dan mi instan. Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) disebar di 20 titik strategis selama bulan Ramadan.

Dalam program GPM ini, beras kemasan 5kg dijual mulai dari harga Rp57.000, jauh di bawah harga pasar retail saat ini.

Upaya ini diharapkan mampu menstabilkan psikologi pasar agar tidak terjadi kepanikan massal yang justru akan semakin melambungkan harga.

Referensi dan Transparansi Informasi

Masyarakat dapat memantau secara langsung pergerakan harga pangan melalui portal resmi Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) Jawa Timur.

Untuk melihat visualisasi kondisi pasar dan langkah pemantauan yang dilakukan oleh Pemkot Malang, Anda dapat menyimak laporan mendalam melalui kanal resmi berikut:

Strategi Cerdas Menghadapi Kenaikan Harga

Dinas Ketahanan Pangan Kota Malang terus mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Stok di gudang Bulog dipastikan mencukupi hingga hari raya Idulfitri mendatang. Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan program pasar murah yang telah dijadwalkan oleh pemerintah di tingkat kelurahan masing-masing.

Dengan mengikuti jadwal pasar murah, warga bisa menghemat biaya belanja hingga 50% dibandingkan membeli di pasar komersial.

Selain itu, beralih ke sumber protein alternatif lainnya bisa menjadi solusi sementara sembari menunggu harga daging ayam kembali stabil setelah puncak permintaan awal Ramadan terlewati.

Baca Juga : Pemkot Malang Alokasikan Rp170 Miliar untuk Program Kesejahteraan Warga

Author Image

Author

Fahrezi