Breaking

Mahasiswa UB Ajak Warga Kelola Stres Lewat Kampanye “Siap Waras”

Fahrezi

10 April 2026

Mahasiswa UB Ajak Warga Kelola Stres Lewat Kampanye “Siap Waras”
Mahasiswa UB Ajak Warga Kelola Stres Lewat Kampanye “Siap Waras”

Infomalangcom – Kesehatan mental kini bukan lagi sekadar isu sampingan, melainkan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban maupun rural.

Menyadari urgensi tersebut, sekelompok mahasiswa kreatif dari Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan sebuah inisiatif progresif yang diberi tajuk Siap Waras UB.

Kampanye ini hadir sebagai oase edukasi di tengah stigma negatif yang masih melekat erat pada gangguan psikologis dan manajemen stres di Indonesia.

Melalui pendekatan yang humanis dan berbasis komunikasi massa, para mahasiswa ini berupaya meruntuhkan dinding pembatas antara masyarakat awam dengan akses layanan kesehatan mental yang profesional.

Transformasi Paradigma Kesehatan Mental melalui Siap Waras UB

Lahir dari rahim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, khususnya Departemen Ilmu Komunikasi, kampanye Siap Waras UB merupakan manifestasi nyata dari implementasi ilmu manajemen kampanye.

Istilah “Waras” sengaja dipilih karena memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat lokal. Dalam konteks budaya Jawa, waras bukan hanya berarti tidak sakit secara fisik, tetapi juga berfungsi secara optimal dalam berpikir dan bertindak.

Mahasiswa UB ingin menekankan bahwa menjadi “waras” adalah sebuah kesiapan yang harus diupayakan secara sadar, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial yang semakin kompleks pasca-pandemi.

Tim pengembang kampanye ini menyasar warga lokal di wilayah Malang Raya sebagai target utama. Pemilihan lokasi ini sangat strategis mengingat Malang merupakan kota pendidikan dengan tingkat heterogenitas penduduk yang tinggi.

Dengan dukungan data dari berbagai literatur psikologi, mereka menemukan bahwa banyak individu yang mengalami stres kronis namun enggan mencari bantuan karena takut dilabeli dengan sebutan “kurang waras” atau gangguan jiwa berat.

Di sinilah peran Siap Waras UB untuk melakukan normalisasi terhadap percakapan mengenai beban pikiran dan emosi.

Baca Juga : Berapa UKT Universitas Brawijaya 2025: Panduan Lengkap dan Terupdate

Strategi Edukasi: Identifikasi Stresor hingga Teknik Coping

Dalam praktiknya, kampanye Siap Waras UB tidak hanya memberikan retorika mengenai kebahagiaan, tetapi juga membekali masyarakat dengan perangkat praktis untuk bertahan. Materi edukasi yang disusun mencakup tiga pilar utama:

  • Identifikasi Stresor: Mahasiswa membantu warga mengenali pemicu stres yang sering tidak disadari. Hal ini bisa bersumber dari tekanan pekerjaan, dinamika keluarga, hingga pengaruh algoritma media sosial yang memicu kecemasan.
  • Implementasi Teknik Coping: Edukasi mengenai cara mengatasi stres secara mandiri. Teknik sederhana seperti pernapasan diafragma, metode grounding, hingga kebiasaan menulis jurnal (journaling) diperkenalkan sebagai langkah awal pertolongan pertama pada kesehatan mental.
  • Akses Layanan Profesional: Menghapus rasa malu untuk berkonsultasi ke psikolog atau konselor. Kampanye ini menekankan bahwa pergi ke tenaga ahli adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.

Metode yang digunakan pun bersifat hybrid. Secara luring, mahasiswa turun langsung ke balai desa atau forum RT/RW untuk mengadakan diskusi santai.

Secara daring, mereka memanfaatkan Instagram dan TikTok untuk menyebarkan infografis menarik yang mudah dicerna oleh generasi muda maupun orang tua.

Penggunaan media sosial ini krusial untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memastikan pesan Siap Waras UB dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Signifikansi Kampanye dalam Ekosistem Akademik dan Sosial

Kehadiran Siap Waras UB membuktikan bahwa tugas kuliah dapat ditransformasikan menjadi aksi sosial yang berdampak luas.

Di bawah bimbingan dosen manajemen kampanye FISIP UB, proyek ini memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan memiliki dasar ilmiah yang kuat namun dikemas dengan bahasa yang membumi.

Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mewujudkan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga berfungsi sebagai jembatan informasi bagi warga yang selama ini merasa terisolasi oleh masalah mentalnya sendiri.

Keberhasilan kampanye ini dapat dilihat dari antusiasme warga saat sesi sosialisasi langsung. Pemberian atribut simbolik seperti stiker berisi kutipan afirmasi positif bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat visual bagi masyarakat untuk selalu memvalidasi perasaan mereka.

Dengan meningkatnya literasi kesehatan mental melalui Siap Waras UB, diharapkan angka kasus depresi yang tidak tertangani di wilayah Malang dapat diminimalisir secara signifikan.

Bukti dan Sumber Informasi Terpercaya:

Untuk memverifikasi keabsahan kegiatan mahasiswa Universitas Brawijaya dan memantau perkembangan kampanye serupa, Anda dapat merujuk pada kanal resmi berikut:

  1. Prasetya Online UB: https://prasetya.ub.ac.id/ (Portal berita resmi Universitas Brawijaya).
  2. Instagram FISIP UB: @fisip_ub (Dokumentasi kegiatan praktikum dan pengabdian mahasiswa).
  3. Kanal YouTube Universitas Brawijaya: Universitas Brawijaya TV (Liputan kegiatan kampus dan inisiatif mahasiswa).

Baca Juga : Bukan Sekadar Kampus Negeri, Ini Alasan Universitas Brawijaya Jadi Favorit Calon Mahasiswa

Author Image

Author

Fahrezi