Breaking

Wabah LSD pada Sapi Jadi Perhatian, DPKH Malang Imbau Peternak Bertindak Cepat

Wabah LSD pada Sapi Jadi Perhatian, DPKH Malang Imbau Peternak Bertindak Cepat
Wabah LSD pada Sapi Jadi Perhatian, DPKH Malang Imbau Peternak Bertindak Cepat

Infomalangcom – Kemunculan wabah penyakit LSD sapi Malang kini menjadi tantangan baru bagi sektor peternakan di wilayah Jawa Timur.

Setelah sebelumnya berjuang melawan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini para peternak di Malang Raya harus menghadapi ancaman Lumpy Skin Disease atau yang populer disebut penyakit kulit berbenjol.

3Fenomena ini memicu kekhawatiran karena sifat penyebarannya yang masif dan dampaknya terhadap nilai ekonomi hewan ternak.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang bergerak sigap dengan merilis protokol penanganan darurat guna memastikan stabilitas produksi daging dan susu di wilayah tersebut tetap terjaga.

Mengenal Bahaya Penyakit LSD Sapi Malang

Lumpy Skin Disease (LSD) bukan sekadar masalah estetika kulit pada hewan. Secara teknis, ini adalah infeksi virus Poxviridae yang menyerang sapi dan kerbau secara sistemik.

Di Malang, kasus ini menjadi perhatian karena mayoritas ekonomi pedesaan bergantung pada peternakan sapi perah dan potong.

Karakteristik utama penyakit ini adalah munculnya nodul atau benjolan keras di seluruh tubuh hewan, mulai dari area kepala, leher, hingga organ reproduksi.

Gejala klinis yang sering ditemukan di lapangan meliputi demam tinggi mencapai $41^\circ\text{C}$, lesu, dan penurunan nafsu makan yang drastis.

Dampak yang paling merugikan bagi peternak adalah penurunan produksi susu hingga 50% dan risiko keguguran bagi sapi indukan yang sedang bunting.

Meskipun angka mortalitas (kematian) hanya berkisar 1-5%, angka morbiditas (kesakitan) sangat tinggi, artinya satu ekor yang terinfeksi dapat dengan cepat menulari seluruh populasi dalam satu kandang jika tidak segera diisolasi.

Mekanisme Penularan dan Peran Vektor

Berbeda dengan PMK yang dominan menular melalui udara dan kontak fisik, penyakit LSD sapi Malang sangat bergantung pada keberadaan vektor mekanis.

Serangga penghisap darah seperti nyamuk (Aedes dan Culex), lalat kandang (Stomoxys calcitrans), serta caplak menjadi aktor utama penyebaran virus dari satu inang ke inang lainnya.

DPKH Kabupaten Malang menggarisbawahi bahwa sanitasi lingkungan yang buruk menjadi faktor risiko tertinggi.

Genangan air di sekitar kandang yang menjadi sarang nyamuk harus segera dibersihkan. Selain faktor biotik, penularan juga bisa terjadi melalui penggunaan jarum suntik yang digunakan bergantian saat pemberian vitamin atau pengobatan mandiri oleh peternak yang kurang teredukasi mengenai sterilitas alat medis.

Baca Juga : Lomba Burung Kicau Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif di Malang

Protokol Biosekuriti dan Langkah Medis DPKH

Menghadapi situasi ini, DPKH Kabupaten Malang mengeluarkan instruksi bagi seluruh peternak untuk memperketat biosekuriti.

Langkah pertama adalah melakukan desinfeksi kandang secara menyeluruh menggunakan bahan aktif yang direkomendasikan dokter hewan.

Pengendalian populasi serangga dengan insektisida yang aman bagi ternak sangat disarankan untuk memutus rantai transmisi virus.

Dari sisi medis, pemerintah daerah tengah menggencarkan program vaksinasi masif. Vaksinasi adalah “senjata” utama untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Peternak dihimbau untuk tidak menyembunyikan ternak yang sakit dan segera melaporkannya ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat.

Pemberian suplemen pendukung seperti vitamin ADE dan imunostimulan juga menjadi kunci agar hewan ternak mampu bertahan melewati masa inkubasi virus yang berlangsung selama 4 hingga 14 hari.

Keamanan Konsumsi dan Edukasi Zoonosis

Masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan terkait konsumsi daging. Secara ilmiah, LSD bukan merupakan penyakit zoonosis, yang berarti virus ini tidak dapat menular kepada manusia.

Daging dari sapi yang pernah terpapar LSD tetap aman dikonsumsi asalkan melalui proses pemotongan yang diawasi oleh petugas kesehatan hewan.

Prosedur standar yang harus diikuti adalah membuang bagian kulit yang berbenjol dan memasak daging dengan suhu minimal $70^\circ\text{C}$ selama 30 menit untuk memastikan seluruh mikroorganisme patogen mati.

Edukasi ini penting guna mencegah jatuhnya harga sapi secara tidak wajar di pasar ternak akibat isu yang tidak benar.

DPKH Malang terus melakukan sosialisasi agar peternak memahami bahwa dengan penanganan yang cepat dan tepat, tingkat kesembuhan sapi yang terkena LSD sebenarnya sangat tinggi.

Pelaporan Cepat dan Sumber Terpercaya

Kecepatan pelaporan menjadi faktor penentu dalam melokalisir wabah. Jika Anda menemukan gejala benjolan pada kulit sapi, segera hubungi petugas teknis di kecamatan masing-masing.

Informasi resmi mengenai perkembangan kasus dan panduan teknis dapat dipantau melalui kanal informasi pemerintah atau edukasi visual mengenai penanganan penyakit kulit pada ternak.

Referensi video mengenai edukasi teknis pencegahan virus pada sapi dapat dilihat melalui kanal resmi kementerian terkait atau otoritas veteriner guna memastikan tindakan yang diambil sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan hewan nasional.

Anda dapat merujuk pada informasi teknis tambahan melalui laman resmi Ditjen PKH Kementan RI atau memantau update terkini melalui media sosial resmi Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Tetap waspada, jaga kebersihan kandang, dan dukung program vaksinasi demi keamanan pangan bersama di Malang Raya.

Baca Juga : May Day 2026 di Malang, Wali Kota Dorong Sinergi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Author Image

Author

Fahrezi