Infomalangcom – Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rendra Masdrajad Safaat menyoroti lonjakan Anggaran BBM yang membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terancam akan kekurangan Anggaran untuk pelayanan pengangkutan sampah.
Rendra menegaskan bahwa kenaikan pengeluaran BBM dari sebelumnya Rp900 juta menjadi Rp1,2 miliar membuat DLH kewalahan dan berpotensi langsung berdampak pada pelayanan pengangkutan sampah.
“Lonjakan pengeluaran dari Rp900 juta menjadi Rp1,2 miliar itu bukan masalah kecil. DLH pasti kewalahan dan pelayanannya pasti terhambat,” ucapnya.
Menurutnya, DLH terlalu bergantung pada truk pengangkut yang masih menggunakan BBM. Untuk mengurangi beban operasional, Rendra mengusulkan agar masyarakat ikut berkontribusi melalui gerakan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna menekan operasional DLH.
Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Soroti Tarif Parkir Rp25 Ribu di Kayutangan, Sistem Dinilai Belum Maksimal
“DLH terlalu bergantung pada BBM dan truk saja. Kita harus mengurangi beban operasional DLH dengan gerakan budaya 3R,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rendra menegaskan bahwa komunitas lingkungan dan bank sampah juga harus ikut bergerak dalam persoalan ini karena keberadaan mereka dapat membantu mengurangi volume sampah dari sumbernya.
“Komunitas lingkungan dan bank sampah juga harus ikut serta untuk membantu mengurangi volume sampah dari sumbernya,” tegasnya.
Rendra menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat, komunitas lingkungan, dan bank sampah dapat membantu mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus meringankan beban anggaran dan menekan polusi.
“Pengurangan sampah dari sumbernya bisa membantu meringankan beban anggaran dan polusi,” pungkasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi jangka panjang agar pelayanan pengangkutan sampah di Kota Malang tetap berjalan optimal di tengah kenaikan biaya operasional.
Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Tinjau Proyek Jalan 674 Meter Pasar Gadang, Dipastikan Mulai Tahun Ini










