Infomalangcom – Penyelamatan dokumen bersejarah kini memasuki babak baru yang berbasis teknologi mutakhir.
Langkah strategis tengah digencarkan oleh Pemerintah Kota Malang dalam memitigasi risiko kerusakan fatal pada dokumen bernilai historis tinggi.
Melalui dinas terkait, upaya konkret Kota Malang digitalisasi manuskrip kuno terus diprioritaskan agar memori kolektif peradaban masa lampau tidak lenyap ditelan zaman.
Transformasi digital ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan warisan budaya lokal dengan generasi modern di masa depan.
Langkah Nyata Penyelamatan Puluhan Dokumen Bersejarah
Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang mengemban tanggung jawab besar dalam mengelola total 31 naskah kuno yang memiliki nilai historis sangat tinggi.
Dari keseluruhan aset literasi berharga tersebut, sebanyak 18 naskah kuno saat ini telah berhasil dialihkan ke format digital dalam bentuk e-book yang aman dan terstruktur.
Guna memperkaya khazanah koleksi daerah, Pemkot Malang juga aktif melakukan langkah ekspansif. Terbukti, terdapat enam naskah kuno di antaranya yang merupakan koleksi teranyar yang berhasil didapatkan melalui proses akuisisi resmi menggunakan anggaran daerah APBD pada rentang tahun 2023 hingga 2025.
Berdasarkan hasil identifikasi, mayoritas naskah bersejarah ini berasal dari linimasa akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Karakteristik Fisik dan Kandungan Ilmu Pengetahuan Kuno
Lembaran yang diselamatkan dalam program Kota Malang digitalisasi manuskrip kuno ini memiliki medium fisik yang sangat rentan lapuk dan hancur.
Faktor usia membuat perawatan dokumen asli memerlukan perhatian khusus karena sebagian besar naskah menggunakan media alami tradisional seperti daun lontar (kulit kayu) serta kertas Jawa kuno yang dikenal sebagai kertas Dluwang, di samping penggunaan kertas Eropa kuno.
Kekayaan intelektual di dalamnya tertulis dalam berbagai kombinasi bahasa dan aksara klasik, seperti Aksara Jawa Kuno, Aksara Bali, Aksara Arab, hingga Pegon.
Isi kandungan dari kumpulan manuskrip kuno tersebut sangat bervariasi dan mencakup literasi sejarah dan multidisiplin ilmu, antara lain:
- Serat Yusuf: Sebuah karya sastra religius kuno yang memuat nilai spiritualitas mendalam.
- Naskah Usadha: Manuskrip berbahan daun lontar yang menggunakan aksara Bali dan bahasa Jawa Kuno, berisi metode pengobatan tradisional, identifikasi penyakit, ramuan herbal, hingga mantra medis.
- Naskah Nahwu: Dokumen berbahan kertas Eropa bersubstansi ilmu tata bahasa Arab yang ditulis dengan aksara Arab dan Pegon, serta dilengkapi terjemahan bahasa Jawa interlineal di sela barisnya.
- Primbon dan Sektor Lain: Dokumen yang memuat sistem penanggalan, ramalan Jawa tradisional, hingga panduan komprehensif mengenai ilmu pertanian kuno.
Baca Juga : Mulai 1 Agustus 2026, Mobil Tak Lagi Bisa Melintas di Puncak Bendungan Lahor Malang-Blitar
Proses Konservasi Teknis dan Hambatan Filologis
Proses alih media digital dikerjakan secara teliti oleh pustakawan mahir dengan prinsip kehati-hatian tingkat tinggi. Pemindaian dilakukan lembar demi lembar secara manual.
Uniknya, untuk dokumen berbahan daun lontar, proses pemindaian dilakukan sekaligus bersama dengan kayu penutup aslinya guna mempertahankan orisinalitas visual secara utuh.
Kendati demikian, tim di lapangan masih menghadapi kendala teknis operasional. Salah satunya adalah keterbatasan alat penunjang pencahayaan seperti perangkat color checker yang memadai.
Absensinya alat tersebut menyebabkan akurasi warna hasil digitalisasi terkadang mengalami sedikit deviasi jika dibandingkan dengan dokumen asli yang telah menguning.
Hambatan terbesar justru terletak pada kelangkaan tenaga Filolog (ahli bahasa dan teks kuno) untuk menerjemahkan isi teks.
Dispussipda sendiri menargetkan penerjemahan dua naskah per tahun. Akibat keterbatasan jumlah tenaga ahli yang juga harus membagi waktu untuk mengkaji naskah di tingkat provinsi, Pemkot Malang kini menjalin kemitraan strategis dengan pakar Filolog dari universitas mitra di Jawa Timur.
Aksesibilitas Masa Depan Lewat E-Katalog Publik
Meskipun 18 naskah kuno tersebut telah berhasil dikonversi ke dalam format digital, saat ini masyarakat umum belum dapat mengaksesnya secara bebas. Hal ini dikarenakan otoritas terkait masih merapikan aspek keamanan data serta sistem integrasi dokumen.
Dalam proyeksi jangka pendek, Pemerintah Kota Malang menargetkan untuk segera meluncurkan layanan digital perpustakaan berupa Platform E-Katalog Kuno yang dapat diakses publik secara luas.
Melalui platform digital interaktif ini, masyarakat, kalangan akademisi, serta peneliti generasi muda dapat mempelajari versi e-book manuskrip kuno tersebut dengan mudah, sekaligus menjaga fisik asli naskah agar tetap lestari dan terhindar dari risiko kerusakan mekanis.
Baca Juga : Inovasi Baru di Malang, Pom Minyak Goreng Permudah Warga Beli Mulai Rp2.000











