Breaking

Jejak Sekolah Ma Chung di Malang, Institusi Tionghoa Ternama Sebelum Era Orde Baru

Jejak Sekolah Ma Chung di Malang, Institusi Tionghoa Ternama Sebelum Era Orde Baru
Jejak Sekolah Ma Chung di Malang, Institusi Tionghoa Ternama Sebelum Era Orde Baru

Infomalangcom – Sekolah Ma Chung di Malang menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah pendidikan komunitas Tionghoa di Indonesia.

Nama Ma Chung dikenal luas jauh sebelum berdirinya Universitas Ma Chung pada 2007. Pada era 1940-an hingga awal 1960-an, sekolah ini berkembang sebagai lembaga pendidikan modern yang memiliki reputasi tinggi di Jawa Timur.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kemajuan pendidikan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menunjukkan besarnya perhatian komunitas lokal terhadap dunia pendidikan di Kota Malang.

Reputasi tersebut membuat Sekolah Ma Chung di Malang pernah menjadi salah satu institusi pendidikan paling bergengsi pada masanya.

Awal Berdirinya Sekolah Ma Chung

Sekolah Ma Chung berdiri pada tahun 1946 dengan nama “Malang Chung Hua Chung Hsueh”. Nama tersebut kemudian disingkat menjadi Ma Chung agar lebih mudah dikenal masyarakat.

Sekolah ini lahir pada masa awal kemerdekaan Indonesia ketika kondisi sosial dan ekonomi masih belum stabil. Meski demikian, kebutuhan pendidikan menengah bagi masyarakat Tionghoa di Malang terus meningkat sehingga para tokoh komunitas setempat mendirikan lembaga pendidikan tersebut.

Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa komunitas Tionghoa di Malang memiliki semangat kuat dalam membangun pendidikan modern.

Sistem pembelajaran di Ma Chung memadukan pendidikan umum dengan penguasaan bahasa asing seperti Mandarin dan Inggris.

Model pendidikan seperti ini membuat sekolah tersebut cepat dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan pada masanya.

Berkaitan dengan Jaringan THHK

Perkembangan Sekolah Ma Chung di Malang tidak lepas dari pengaruh Tiong Hoa Hwee Koan atau THHK. Organisasi pendidikan Tionghoa tersebut sudah berkembang di berbagai kota di Hindia Belanda sejak awal abad ke-20.

THHK dikenal mendorong sistem pendidikan modern dengan disiplin tinggi serta kurikulum yang lebih terbuka terhadap perkembangan internasional.

Hubungan dengan jaringan THHK membuat reputasi Ma Chung semakin kuat. Banyak pelajar dari luar Kota Malang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah ini karena kualitas pengajarnya dinilai baik.

Informasi sejarah mengenai hubungan THHK dan sekolah Tionghoa di Jawa Timur juga dapat ditemukan melalui arsip pendidikan yang dipublikasikan SMA Negeri 1 Pasuruan di https://sman1-pasuruan.sch.id.

Baca Juga : Kota Malang Digitalisasi 18 dari 31 Manuskrip Kuno untuk Jaga Warisan Sejarah

Gedung Sekolah dan Aktivitas Sosial

Pada awal berdiri, kegiatan belajar dilakukan secara sederhana dan berpindah-pindah lokasi di kawasan Pecinan Malang.

Memasuki awal 1950-an, Ma Chung berhasil memiliki gedung permanen di Jalan Tanimbar. Bangunan tersebut kini dikenal sebagai kawasan SMAN 5 Malang.

Pada masa itu, gedung Ma Chung termasuk modern karena memiliki fasilitas pendidikan yang cukup lengkap dibanding sekolah lain di Malang.

Komunitas Ma Chung juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Salah satu peninggalannya adalah Gedung Kesenian Cendrawasih yang kini dikenal sebagai Gedung Kesenian Gajayana.

Gedung tersebut dahulu dipakai untuk pertunjukan seni, kegiatan masyarakat, hingga acara resmi pemerintahan. Dokumentasi sejarah mengenai perkembangan Ma Chung juga tersedia melalui laman resmi Universitas Ma Chung di https://machung.ac.id/tentang-sejarah/.

Selain dikenal disiplin, Sekolah Ma Chung di Malang juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang aktif pada zamannya.

Para siswa mengikuti pertunjukan seni, olahraga, dan diskusi kebudayaan yang melibatkan masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun hubungan sosial antarkomunitas di Kota Malang.

Sejumlah alumni Ma Chung kemudian tersebar ke berbagai negara dan dikenal sebagai akademisi, pengusaha, serta profesional.

Jejak alumni inilah yang membuat nama Ma Chung tetap dikenang hingga sekarang, bahkan setelah sekolah aslinya tidak lagi beroperasi sejak masa awal Orde Baru di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Berakhir pada Masa Orde Baru

Perubahan politik nasional setelah 1965 membawa dampak besar terhadap sekolah-sekolah Tionghoa di Indonesia.

Pemerintah Orde Baru menerapkan kebijakan pembatasan terhadap penggunaan bahasa Mandarin serta aktivitas organisasi Tionghoa.

Situasi tersebut menyebabkan banyak sekolah Tionghoa berhenti beroperasi, termasuk Ma Chung di Malang sekitar tahun 1966.

Meski sekolahnya ditutup, nama Ma Chung tetap bertahan dalam ingatan para alumninya. Pada 2007, semangat pendidikan itu dihidupkan kembali melalui berdirinya Universitas Ma Chung di Kota Malang oleh para alumni dan tokoh masyarakat Tionghoa.

Baca Juga : Akademisi UMM Malang Ingatkan Bahaya Paylater di Tengah Rupiah Melemah

Author Image

Author

Fahrezi