Breaking

Bakorwil III Malang Matangkan Road to Malang Raya Megapolitan, Percepat Pembangunan Selatan Jatim

Bakorwil III Malang Matangkan Road to Malang Raya Megapolitan, Percepat Pembangunan Selatan Jatim
Angin perubahan tengah berhembus dari kawasan selatan Jawa Timur.

infomalangcom – Angin perubahan tengah berhembus dari kawasan selatan Jawa Timur.

Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang mulai memantapkan langkah besar melalui konsep Road to Malang Raya Megapolitan, sebuah gagasan strategis yang digadang-gadang mampu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah selatan Jawa Timur sekaligus menjadikan Malang Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Konsep ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari orkestrasi perencanaan strategis yang terus digodok secara matang bersama para pemangku kepentingan lintas daerah, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, hingga berbagai kalangan yang berkepentingan terhadap masa depan kawasan selatan Jawa Timur.

Road to Malang Raya Megapolitan Mulai Dimatangkan

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menjelaskan bahwa konsep Road to Malang Raya Megapolitan disiapkan untuk mengintegrasikan pembangunan kawasan hingga tahun 2045.

Gagasan tersebut muncul sebagai bagian dari orkestrasi Strategic Planning percepatan pembangunan kawasan selatan Jawa Timur yang tengah disusun Bakorwil III bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Menurutnya, fondasi pembangunan Malang Raya mulai ditancapkan agar terkoneksi dengan Jalur Lintas Selatan, sehingga arah pengembangan selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi.

Hal ini disampaikan usai pertemuan dalam rangka Program Koordinasi dan Akselerasi Pembangunan Inklusif Wilayah Selatan Jawa Timur Tahun 2026.

Selaras dengan Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, dan RKP 2027

Asep menegaskan bahwa gagasan Road to Malang Raya Megapolitan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Arah pengembangannya turut mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang menempatkan Pulau Jawa sebagai kawasan megapolis.

Keselarasan ini menegaskan posisi Bakorwil III sebagai koordinator lintas daerah yang menjembatani kebijakan pusat dan provinsi agar dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di tingkat kawasan.

Malang Raya Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Konsep megapolitan yang dimatangkan Bakorwil III tidak hanya berfokus pada pengembangan Kota Malang semata, melainkan menghubungkan sejumlah kawasan metropolitan yang telah tumbuh menjadi satu kesatuan pembangunan.

Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, dinilai memiliki modal kuat sebagai pusat pendidikan, pariwisata, serta jasa yang terus berkembang selama bertahun-tahun.

Posisi geografis Malang Raya yang berada di jalur strategis selatan Jawa Timur turut memperkuat perannya sebagai penghubung antara kawasan perkotaan dan daerah-daerah di pesisir selatan.

Dengan sinergi antarwilayah yang lebih kuat, kawasan ini diproyeksikan mampu memperluas dampak pembangunan hingga ke wilayah selatan Jawa Timur secara lebih merata, sehingga kesenjangan pertumbuhan antara kawasan utara dan selatan Jawa Timur dapat berangsur diperkecil.

Baca juga: Disporapar Kota Malang Gelar Road Race, Dorong Pembinaan Pebalap Muda Berprestasi

Potensi Selatan Jatim Melimpah, Tinggal Disinergikan

Dalam kesempatan terpisah, Asep menilai kawasan selatan Jawa Timur memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Potensi tersebut tersebar mulai dari sumber daya manusia, kekayaan alam, hingga sektor pariwisata.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi bukan lagi soal ketersediaan potensi, melainkan bagaimana menghubungkan seluruh kekuatan yang dimiliki masing-masing daerah.

Konektivitas antardaerah pun menjadi faktor penting agar setiap wilayah dapat saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri dalam mengejar pertumbuhan.

Jalur Lintas Selatan sebagai Tulang Punggung Konektivitas

Kawasan Malang Raya Megapolitan nantinya akan didukung konektivitas Jalur Lintas Selatan (JLS) yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi.

Infrastruktur ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur karena membuka akses antarwilayah yang selama ini relatif tertinggal dibanding kawasan utara.

Penguatan jalur ini menjadi salah satu fondasi utama agar potensi ekonomi di kawasan selatan dapat tersalurkan secara optimal ke pusat-pusat pertumbuhan baru.

Sinergi Antardaerah Jadi Kunci Keberhasilan

Asep optimistis pembangunan kawasan megapolitan dapat diwujudkan secara bertahap karena dukungan infrastruktur mulai terlihat, sementara potensi setiap daerah juga sudah tersedia.

Pekerjaan yang tersisa, menurutnya, adalah memperkuat sinergi agar seluruh potensi tersebut saling terhubung.

Ia menambahkan, apabila seluruh daerah sudah terkoneksi dengan baik, konstruksi menuju kawasan megapolitan diyakini bisa terwujud secara nyata, bukan sekadar konsep di atas kertas.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Mewujudkan Malang Raya Megapolitan bukan perkara mudah.

Sinkronisasi kebijakan antardaerah, penyediaan infrastruktur dasar yang merata, pengelolaan tata ruang, hingga kesiapan sumber daya manusia di masing-masing wilayah menjadi sejumlah tantangan yang harus dijawab bersama.

Diperlukan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat, agar konsep besar ini tidak berhenti sebagai wacana.

Namun dengan koordinasi yang difasilitasi Bakorwil III, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat realisasi kawasan selatan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan Jawa Timur secara keseluruhan hingga tahun 2045 mendatang.

Baca juga: Pemprov Jatim Kaji Penambahan Koridor TransJatim Malang Raya, Mobilitas Warga Makin Mudah

Author Image

Author

Bima Yoga