Infomalangcom – Arema FC menjalani persaingan ketat pada penghujung kompetisi Super League 2025/2026. Singo Edan berusaha memperbaiki posisi di klasemen dan menutup musim dengan hasil terbaik.
Persaingan menuju papan atas semakin menarik karena beberapa tim masih memiliki peluang memperbaiki peringkat pada pertandingan terakhir.
Menjelang laga pamungkas melawan PSIM Yogyakarta, Arema FC berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan 45 poin.
Tim asal Malang tersebut masih memiliki kesempatan untuk menembus delapan besar apabila mampu meraih kemenangan pada pertandingan terakhir.
Arema FC Punya Peluang Menembus Delapan Besar
Posisi delapan besar menjadi salah satu target yang dikejar Arema FC menjelang berakhirnya kompetisi. Tambahan poin pada pertandingan terakhir dapat membantu Singo Edan memperbaiki posisi sekaligus memberikan penutup positif bagi perjalanan mereka sepanjang musim.
Sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta, Arema FC mendapatkan hasil positif ketika mengalahkan PSBS Biak dengan skor 5-2.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting karena mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain menjelang pertandingan terakhir.
Namun, peluang untuk naik ke posisi kedelapan tidak hanya bergantung pada hasil Arema FC. Posisi tim lain seperti Bali United juga menjadi faktor yang menentukan.
Karena itu, persaingan papan tengah menuju delapan besar berlangsung cukup ketat hingga pertandingan terakhir.
iNews Malang — “Arema FC Bungkam PSIM Yogyakarta 3-1 di Laga Penutup Super League”: https://malang.inews.id/amp/692544/arema-fc-bungkam-psim-yogyakarta-3-1-di-laga-penutup-super-league
Kemenangan Besar Menjadi Modal Penting
Kemenangan 5-2 atas PSBS Biak menunjukkan kemampuan Arema FC dalam mencetak gol. Produktivitas lini depan menjadi salah satu modal penting bagi Singo Edan dalam menghadapi laga penutup.
Meski demikian, pelatih Arema FC Marcos Santos masih memberikan perhatian terhadap lini pertahanan. Ia menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama ketika tim kehilangan bola dan pemain terlambat kembali ke posisi bertahan.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena pertandingan terakhir menghadirkan lawan yang juga memiliki motivasi untuk mendapatkan hasil positif.
PSIM Yogyakarta memiliki pemain depan yang dapat memberikan ancaman melalui serangan cepat sehingga Arema perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Laga Terakhir Menjadi Kesempatan Memperbaiki Posisi
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta menjadi kesempatan terakhir Arema FC untuk menambah poin pada musim tersebut.
Bermain di Stadion Kanjuruhan juga memberikan keuntungan tersendiri karena tim mendapatkan dukungan dari suporter.
Sebelum pertandingan, Arema FC memiliki 45 poin dan berada di peringkat kesembilan. Kemenangan akan membuat perolehan poin mereka menjadi 48.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Singo Edan untuk menggeser tim di atasnya apabila hasil pertandingan lain sesuai dengan kebutuhan mereka.
Situasi ini membuat laga terakhir tidak sekadar menjadi pertandingan penutup musim. Bagi Arema FC, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan konsistensi sekaligus memperbaiki posisi akhir di klasemen.
Performa Arema FC Mengalami Perkembangan
Perjalanan Arema FC sepanjang musim 2025/2026 menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan musim sebelumnya.
Pada musim 2024/2025, Arema mengakhiri kompetisi di posisi ke-12 dengan 42 poin. Sementara itu, sebelum laga terakhir musim 2025/2026, Singo Edan sudah mengumpulkan 45 poin dan berada di posisi kesembilan.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Arema FC mampu meningkatkan perolehan poin. Meskipun belum mencapai target yang lebih tinggi, posisi di papan tengah memberikan dasar untuk melakukan evaluasi dan persiapan menghadapi musim berikutnya.
Peningkatan produktivitas juga menjadi salah satu hal yang dapat menjadi perhatian. Kemenangan dengan skor besar menunjukkan bahwa lini serang memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol ketika mendapatkan ruang.
Konsistensi Menjadi Tantangan Singo Edan
Meski memiliki sejumlah hasil positif, Arema FC tetap perlu meningkatkan konsistensi. Dalam perjalanan menuju akhir musim, Singo Edan juga sempat mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diperbaiki oleh tim.
Konsistensi menjadi hal penting apabila Arema FC ingin bersaing di posisi yang lebih tinggi pada musim berikutnya.
Tim tidak hanya membutuhkan lini serang yang produktif, tetapi juga pertahanan yang lebih stabil dan kemampuan menjaga performa dalam setiap pertandingan.
Evaluasi terhadap performa sepanjang musim dapat menjadi bahan bagi manajemen dan tim pelatih dalam menentukan strategi berikutnya.
Termasuk dalam menentukan pemain yang dipertahankan, kebutuhan tambahan pemain, serta aspek permainan yang harus diperbaiki.
Penutup Musim Menjadi Bahan Evaluasi
Pada akhirnya, perjalanan Arema FC di Super League 2025/2026 memberikan sejumlah catatan penting.
Keberhasilan mengumpulkan 45 poin sebelum pertandingan terakhir menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan musim sebelumnya, meskipun posisi delapan besar masih harus diperjuangkan.
Hasil pertandingan terakhir kemudian menjadi penentu posisi akhir Singo Edan. Arema FC akhirnya mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-1 di Stadion Kanjuruhan pada 22 Mei 2026.
Kemenangan tersebut membuat Arema menutup kompetisi dengan 48 poin dan berada di posisi kesembilan.
Hasil tersebut sekaligus menjadi modal untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi kompetisi musim berikutnya.
Dengan perbaikan di lini pertahanan, peningkatan konsistensi, serta mempertahankan produktivitas serangan, Arema FC memiliki peluang untuk memasang target yang lebih tinggi pada musim mendatang.
baca juga: Arema FC Isyaratkan Ketertarikan pada Eks Persija dan Kiper Persis, Ini Fakta Terbarunya












