Breaking

BMKG Catat 13.156 Gempa Susulan di NTT Sejak 15 Agustus 2026

Aktivitas gempa susulan masih berlangsung di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.156 gempa susulan hingga Senin, 7 September 2026 pukul 05.00 WIB.

infomalangcom – Aktivitas gempa susulan masih berlangsung di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.156 gempa susulan hingga Senin, 7 September 2026 pukul 05.00 WIB.

Data tersebut menunjukkan aktivitas seismik masih cukup tinggi dalam beberapa pekan setelah gempa utama. Dari ribuan kejadian yang tercatat, BMKG merekam gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara itu, gempa dengan magnitudo terkecil yang masuk dalam catatan mencapai 0,9.

BMKG juga mencatat 36 kejadian gempa susulan dengan magnitudo lebih dari 5. Namun, tidak seluruh gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan pemantauan BMKG, hanya 177 kejadian yang dilaporkan atau teridentifikasi dirasakan warga.

Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa frekuensi gempa susulan di Flores masih tinggi, meskipun intensitas setiap kejadian berbeda. BMKG terus memperbarui informasi berdasarkan hasil pemantauan jaringan seismograf di Indonesia.

BMKG Pantau Perkembangan Gempa Susulan Flores

BMKG menyampaikan bahwa pemantauan aktivitas gempa diperlukan untuk mengetahui perkembangan rangkaian gempa setelah kejadian utama. Setiap gempa yang terekam dianalisis berdasarkan parameter seperti waktu kejadian, lokasi, kedalaman, dan magnitudo.

Dalam data yang disampaikan BMKG, gempa susulan tidak dapat disamakan dengan gempa utama karena karakteristik setiap kejadian dapat berbeda.

Sebagian gempa berukuran kecil sehingga tidak dirasakan masyarakat, sedangkan kejadian dengan magnitudo lebih besar berpotensi menimbulkan guncangan yang terasa di wilayah tertentu.

Informasi resmi BMKG juga menunjukkan bahwa aktivitas gempa di kawasan Flores masih tercatat dalam pemantauan real-time. Masyarakat dapat mengikuti pembaruan melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi berdasarkan hasil analisis lembaga yang berwenang.

Fenomena gempa susulan merupakan bagian yang dapat terjadi setelah gempa utama. Rangkaian tersebut dapat berlangsung dalam periode tertentu dengan jumlah dan kekuatan yang berubah-ubah. Karena itu, banyaknya kejadian tidak secara otomatis berarti setiap gempa susulan memiliki dampak besar terhadap masyarakat.

BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi bangunan, terutama apabila sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama.

Bangunan yang mengalami kerusakan dapat menjadi lebih rentan ketika kembali menerima guncangan.

Selain itu, warga sebaiknya tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai prediksi waktu terjadinya gempa berikutnya. Hingga saat ini, informasi mengenai kejadian gempa harus mengacu pada hasil pemantauan dan analisis lembaga resmi.

Data 13.156 gempa susulan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sistem pemantauan gempa bumi secara berkelanjutan. Catatan seismik dapat membantu lembaga terkait memahami pola aktivitas gempa sekaligus menyediakan informasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

BMKG menyediakan layanan informasi gempa bumi secara real-time yang dapat digunakan masyarakat untuk memantau kejadian terbaru. Kanal tersebut memuat parameter dasar seperti waktu, magnitudo, kedalaman, lokasi, serta informasi apakah suatu gempa dirasakan atau memiliki potensi tsunami.

Kondisi di Flores tetap membutuhkan perhatian karena aktivitas gempa belum sepenuhnya berhenti.

Pemerintah daerah dan masyarakat dapat menggunakan informasi resmi sebagai dasar dalam mengambil langkah kesiapsiagaan, termasuk memeriksa tempat tinggal, menyiapkan jalur evakuasi, dan memahami prosedur keselamatan saat gempa terjadi.

Dengan 13.156 gempa susulan yang tercatat sejak 15 Agustus hingga 7 September 2026, pemantauan BMKG menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran perkembangan aktivitas seismik di NTT.

Angka tersebut bukan berarti seluruh kejadian menimbulkan kerusakan, tetapi menunjukkan bahwa rangkaian gempa masih berlangsung dan perlu terus dipantau.

Masyarakat di Flores dan wilayah NTT lainnya diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengutamakan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah. Kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi guncangan berikutnya, terutama di kawasan yang bangunannya telah terdampak gempa utama.

BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa di wilayah Flores. Pembaruan data dapat terus berubah seiring analisis lanjutan terhadap kejadian yang terekam oleh jaringan pemantauan.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan memeriksa informasi terbaru terkini sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi gempa.

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar hingga 15,24 Km, BMKG Ungkap Dampaknya