infomalangcom – Jelang Asian Games 2026, kerja sama olahraga Indonesia dan Jepang kembali mendapat perhatian. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong agar hubungan kedua negara di bidang olahraga tidak berhenti pada momentum kompetisi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri pelepasan atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada 8 September 2026. Dalam kesempatan itu, dukungan Jepang terhadap persiapan kontingen Indonesia menjadi bagian dari pembahasan hubungan olahraga kedua negara.
Kerja Sama Olahraga Indonesia-Jepang Didorong Lebih Luas
Menurut laporan ANTARA, Erick menyampaikan peluang memperluas kerja sama olahraga Indonesia dan Jepang ke sejumlah cabang. Beberapa bidang yang disebut dalam pembahasan adalah pencak silat, anggar, dan senam.
Kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat hubungan olahraga kedua negara.
Erick juga menilai pencak silat memiliki peluang khusus dalam hubungan Indonesia-Jepang. Olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia itu dapat dikembangkan dan dipromosikan lebih luas di Jepang.
Upaya tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bentuk diplomasi olahraga yang memperkenalkan potensi Indonesia kepada masyarakat internasional.
Pembahasan kerja sama pencak silat juga berkaitan dengan komunikasi antara Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia dan kementerian yang menangani bidang kepemudaan serta olahraga di Jepang. Selain pencak silat, pembinaan anggar turut disebut sebagai bagian dari peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan.
Untuk pencak silat, kerja sama tidak hanya berkaitan dengan pertandingan. Promosi dan pengembangan olahraga tersebut di Jepang dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pembinaan atlet, serta penguatan jejaring olahraga.
Dengan demikian, hubungan olahraga Indonesia-Jepang dapat memiliki manfaat yang lebih panjang dibandingkan sekadar agenda kompetisi.
Dukungan Jepang juga menjadi bagian penting dalam momentum persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Ajang tersebut akan berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Sebagai tuan rumah, Jepang memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga terbesar di Asia tersebut.
Dukungan Jepang untuk Kontingen Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga mencatat adanya dukungan Duta Besar Jepang Ueno Atsushi terhadap kontingen Indonesia yang akan tampil pada Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Nagoya.
Dukungan tersebut memperlihatkan adanya hubungan positif antara kedua negara dalam bidang olahraga menjelang penyelenggaraan kompetisi.
Bagi Indonesia, Asian Games 2026 bukan hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi. Kompetisi tersebut juga dapat menjadi kesempatan memperkuat hubungan bilateral melalui interaksi atlet, pelatih, federasi, dan pemangku kepentingan olahraga dari berbagai negara.
Sementara itu, NOC Indonesia mencatat persiapan kontingen nasional untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. ANTARA melaporkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga ditetapkan untuk memperkuat Indonesia. Kontingen tersebut juga melibatkan 148 pelatih dan ofisial serta 32 anggota tim Chef de Mission.
Besarnya kontingen menunjukkan bahwa persiapan menuju Asian Games membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan Jepang dapat menjadi bagian dari hubungan olahraga yang lebih luas, terutama karena Jepang menjadi tuan rumah pertandingan tahun ini.
Pencak Silat Jadi Potensi Diplomasi Olahraga
Erick menyebut pencak silat dapat menjadi jembatan diplomasi Indonesia-Jepang. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kerja sama olahraga tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan olahraga Indonesia.
Promosi pencak silat di Jepang berpotensi mempertemukan komunitas olahraga kedua negara dalam kegiatan pembinaan maupun pengembangan. Sementara itu, pembahasan mengenai senam dan anggar menunjukkan bahwa peluang kerja sama tidak terbatas pada satu cabang olahraga.
Perluasan kolaborasi tersebut tetap membutuhkan pembahasan teknis antara lembaga terkait, termasuk federasi dan organisasi olahraga.
Karena itu, pernyataan mengenai peluang kerja sama sebaiknya dipahami sebagai dorongan dan arah pengembangan hubungan, bukan sebagai pengumuman seluruh program kerja sama yang sudah berjalan.
Menjelang pembukaan Asian Games 2026, hubungan olahraga Indonesia dan Jepang mendapat momentum penting. Dukungan Jepang kepada kontingen Indonesia, ditambah dorongan Menpora untuk memperluas kolaborasi, membuka peluang agar hubungan kedua negara di bidang olahraga semakin berkembang.
Dengan pendekatan yang berkelanjutan, kerja sama tersebut dapat mencakup promosi olahraga, pembinaan atlet, pertukaran pengalaman, dan diplomasi olahraga.
Bagi Indonesia, momentum Asian Games di Jepang sekaligus menjadi kesempatan memperkuat jejaring olahraga internasional dan memperkenalkan potensi cabang olahraga nasional kepada mitra di Jepang.
Langkah tersebut juga dapat memperkuat komunikasi antarlembaga olahraga kedua negara.
Jika ditindaklanjuti melalui program yang jelas, kerja sama Indonesia-Jepang berpeluang memberi manfaat bagi pengembangan olahraga nasional, sekaligus memperluas ruang diplomasi melalui prestasi, pembinaan, dan pertukaran pengetahuan yang dapat berlangsung secara konsisten setelah Asian Games.
Baca juga: SAR Kerahkan 2 Drone Termal untuk Cari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau













