Pasokan Pertalite ditambah, tapi antrean di SPBU belum hilang. Info Malang menelusuri klaim pemerintah, angka Pertamina, dan apa yang terjadi di lapangan.
MALANG – Sejak awal Oktober 2026, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Malang Raya menjadi pemandangan sehari-hari. Antrean terpantau di SPBU Terusan Sulfat, Tlogomas, Brantas, Mergan, hingga Sukun. Di beberapa titik, barisan motor dan mobil memanjang hingga ke badan jalan. Sebagian warga mengaku harus menunggu lebih dari satu jam, sementara stok Pertalite eceran di toko-toko kelontong ikut menipis.
Di media sosial, narasi “BBM langka di Malang” pun ramai beredar. Benarkah demikian?
Klaim 1: “Tidak ada kelangkaan BBM”
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Mergan pada Jumat (16/10/2026). Ia menyebut tangki penyimpanan di SPBU tersebut “terisi hampir full”.
“Tidak ada istilah kelangkaan terkait dengan BBM, semua normal,” kata Wahyu.
Menurutnya, antrean terjadi karena pergeseran pilihan konsumen. “Ada peningkatan (pembelian) Pertalite 11 persen dan ada penurunan Pertamax 50 persen,” ujarnya. Masyarakat, kata Wahyu, mencari bahan bakar yang lebih murah.
Cek Malang: Klaim ini sejalan dengan data Pertamina (lihat di bawah), yakni tidak ada pengurangan pasokan. Namun “tidak langka” di tingkat kota tidak berarti setiap SPBU selalu tersedia. Di lapangan, sempat terpasang pemberitahuan bahwa Pertalite untuk kendaraan roda dua tidak tersedia, misalnya di SPBU Jalan Bandung. Artinya, persoalannya ada pada distribusi dan lonjakan permintaan pada jam tertentu, bukan pada stok total.
Klaim 2: “Pasokan naik 120 persen”
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, pada Sabtu malam (17/10/2026), sekaligus membagikan kupon BBM gratis kepada pengemudi ojek daring.
“Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying,” kata Khofifah. Ia memastikan stok Pertalite dan solar cukup hingga 31 Oktober sesuai porsi yang tercatat di Pertamina Patra Niaga.
Dalam kesempatan yang sama, Sales Area Manager Ritel Pertamina Patra Niaga Malang, Angga Yudiwinata Putra, menyebut pasokan untuk Kota Malang dinaikkan dari 340 kiloliter (KL) menjadi 407 KL per hari. Ia menyebut angka itu “sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia”.
Cek Malang: Angka “120 persen” ini sempat dipahami sebagian orang sebagai kenaikan 120 persen. Ini kurang tepat. Hitungannya sebagai berikut:
- 407 – 340 = 67 KL (setara 67.000 liter) tambahan per hari
- 67 ÷ 340 = naik sekitar 19,7 persen, atau dibulatkan 20 persen
- 407 ÷ 340 = pasokan kini sekitar 120 persen dari pasokan semula
Jadi yang benar: pasokan naik sekitar 20 persen, menjadi kurang lebih 1,2 kali lipat dari sebelumnya, bukan 2,2 kali lipat.
Mengapa warga beralih ke Pertalite?
Jawabannya ada pada selisih harga. Menurut Pertamina, lonjakan permintaan dipicu perubahan harga Pertamax yang semula Rp12.300 menjadi Rp15.950 per liter.
Cek Malang: Kenaikan itu tidak terjadi dalam semalam. Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, lalu menurunkannya menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Harga ini masih berlaku pada Oktober 2026. Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Artinya, saat ini selisih harga kedua jenis BBM mencapai Rp5.950 per liter. Untuk mengisi 4 liter, pengendara bisa menghemat sekitar Rp23.800 dengan memilih Pertalite. Selisih sebesar ini mendorong pengguna Pertamax pindah, sehingga beban SPBU bertumpu pada satu jenis BBM.
Jika pasokan sudah ditambah, mengapa masih antre?
Data menunjukkan tambahan pasokan (sekitar 20 persen) sebenarnya lebih besar dari kenaikan pembelian Pertalite yang disebut Wali Kota (11 persen). Namun antrean tetap bisa muncul karena beberapa hal: pengisian ulang tangki SPBU yang tidak selalu bersamaan dengan jam padat, pembelian berlebih karena khawatir kehabisan, serta kemungkinan penyalahgunaan.
Khofifah sendiri meminta Pertamina meninjau kembali pola distribusi jika antrean masih terjadi. Ia juga meminta kepolisian mencegah kecurangan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang dapat memicu kelangkaan.
Yang perlu dilakukan warga
- Isi secukupnya. Membeli berlebihan karena panik justru memperpanjang antrean bagi orang lain.
- Cek SPBU sebelum berangkat. Aplikasi MyPertamina menyediakan fitur pencarian SPBU terdekat.
- Hindari jam padat bila memungkinkan, terutama pagi menjelang jam kerja dan malam hari.
- Laporkan kejanggalan. Jika menemukan dugaan penimbunan atau kecurangan di SPBU, hubungi Pertamina Call Center 135.
- Saring informasi. Pastikan kabar soal stok atau kenaikan harga BBM berasal dari kanal resmi Pertamina atau pemerintah sebelum dibagikan.
Info Malang akan terus memantau perkembangan pasokan dan antrean BBM di Malang Raya.
Sumber & Rujukan:
- Pernyataan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat sidak SPBU Mergan, 16/10/2026: Antrean BBM Malang Mengular, Pembelian Pertalite Naik 11 Persen
- Pernyataan Gubernur Jatim dan Pertamina Patra Niaga (pasokan 340 menjadi 407 KL per hari) di SPBU Jalan Ciliwung, 17/10/2026: Khofifah imbau warga Kota Malang tak lakukan “panic buying” BBM (ANTARA Jatim)
- Penjelasan Pertamina soal peralihan konsumen akibat harga Pertamax, serta stok hingga 31 Oktober: Konsumen Pertamax di Malang Raya Beralih ke Pertalite, Permintaan Melonjak 20 Persen
- Permintaan Gubernur agar pola distribusi ditinjau dan polisi mencegah kecurangan: Gubernur Jatim Khofifah Imbau Warga Malang tak Panic Buying BBM
- Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026: Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter (ANTARA)
- Penurunan harga Pertamax menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026: Harga Pertamax Turun jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026
- Harga Pertalite dan Pertamax di Jawa Timur per Oktober 2026: Harga BBM 1 Oktober 2026 Tak Berubah, Ini Rincian Lengkapnya
- Kondisi antrean di lapangan:
- Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Malang Raya (SPBU Terusan Sulfat, Tlogomas, Brantas, 8/10/2026)
- Warga Kota Malang Antre Bensin hingga Berjam-jam (SPBU Mergan dan Sukun)
- Antrean BBM di Malang Mengular, Warga Terpaksa Beli Eceran (SPBU Jalan Bandung)
- Perhitungan persentase dan selisih harga: redaksi Info Malang
Baca juga: MG ZS Hybrid+ Resmi Hadir di Malang, SUV Hybrid 214 PS Mulai Rp309 Jutaan
Editor: Handoyo Tejo Wasito