Kampung Sanan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, adalah tempat yang tepat untuk membeli keripik tempe langsung dari dapur perajinnya. Pengunjung bisa berbelanja setiap hari, sedangkan proses produksi dan paket edukasi membuat tempe bisa dilihat pada Senin–Sabtu pukul 08.00–14.00 WIB. Tarif paketnya mulai Rp30.000 per orang.
Kampung ini tercatat di Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata sebagai salah satu sentra tempe dan keripik tempe terbesar di Indonesia. Pada 2024, Kampung Sanan Tempe masuk 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Apa Artinya Buat Anda?
Kalau beli di Sanan, Nawak bisa memilih langsung dari banyak rumah produksi, membandingkan harga, dan memesan dalam jumlah besar. Uangnya juga langsung sampai ke perajin. Hal ini penting karena para perajin sedang menghadapi biaya produksi yang naik.
Lokasi dan cara ke sana
Titik informasi wisata ada di Jalan Sanan Gang III Nomor 129, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
- Kendaraan pribadi: kawasan ini berupa gang permukiman. Sediakan waktu untuk mencari parkir, terutama saat akhir pekan. Kalau datang dengan bus rombongan, tanyakan dulu titik parkirnya ke Pokdarwis sebelum berangkat. Atau dapat berkoordinasi dengan juru parkir setempat apabila tiba di lokasi.
- Angkot: menurut buku panduan wisata Pokdarwis, naik angkot berkode AT dari Terminal Arjosari, lalu minta sopir menurunkan di Kampung Sanan. Rute angkot bisa berubah, jadi pastikan lagi ke sopir atau petugas terminal.
Jam buka
- Senin–Sabtu, pukul 08.00–14.00 WIB: melihat produksi, ikut paket edukasi, dan belanja.
- Minggu dan libur nasional: tetap buka untuk belanja, tetapi jamnya tidak dicantumkan pengelola. Hubungi Pokdarwis dulu sebelum datang.
Varian keripik dan produk lain
Menurut buku panduan wisata yang disusun Pokdarwis Kampung Sanan bersama Politeknik Negeri Malang, pilihannya antara lain:
- Keripik tempe original: keju, balado jeruk, rumput laut, ayam bakar, barbeque, ayam bawang, lada hitam, jagung manis.
- Keripik tempe sagu: pizza, ayam bakar, ayam bawang pedas, sambal setan, jagung bakar, jeruk purut.
- Produk inovasi: tempe pelangi, keripik sagu pelangi, cookies pelangi, stik mendol, nugget tempe, serta olahan dari limbah kulit kedelai seperti kerupuk kulit kedelai dan nata de soya.
Harga keripik berbeda-beda, tergantung produsen, varian, dan ukuran kemasan. Belum ada daftar harga resmi yang seragam.
Mungkin isi bungkusnya lebih sedikit, kenapa?
Perajin Sanan sedang dihadapkan pada kenaikan harga kedelai. Mustakim, salah satu perajin tempe di Sanan, menyebut harga kedelai naik mendadak menjadi di atas Rp10.500 per kilogram pada Selasa (7/4/2026), dari sebelumnya Rp9.500–9.600 per kilogram. Sebagian perajin menyiasatinya dengan memperkecil ukuran keripik atau mengurangi isi per kemasan. Jadi, kalau isi bungkus sedikit berbeda dari kunjunganmu sebelumnya, itulah penyebabnya.
Paket belajar membuat tempe
Paket edukasi berisi kunjungan ke rumah produksi tempe dan keripik tempe, praktik peragian tempe, serta mencicipi tempe dan keripik, termasuk air mineral. Tarif menurut Pokdarwis:
- Paket A (TK, SD, SMP): Rp30.000/orang
- Paket B (SMA, SMK, mahasiswa): Rp40.000/orang
- Paket C (instansi, komunitas, asosiasi): Rp60.000/orang
- Paket D (dinas pariwisata dan instansi pemerintah): Rp3.000.000/30 orang
Paket ini cocok untuk kunjungan sekolah, studi banding, atau keluarga yang ingin mengenalkan anak pada asal-usul lauk sehari-hari. Durasi kegiatan dan jumlah peserta minimal belum dicantumkan pengelola, jadi dapat ditanyakan saat reservasi.
Kontak Pokdarwis Kampung Sanan: WhatsApp 0812-3025-1565, Instagram @kampungsanan_pokdarwis.
*Catatan: harga/tarif dapat berubah sewaktu-waktu, silakan hubungi Pokdarwis untuk harga terkini.
Tips berkunjung
- Datang pagi pada hari kerja kalau ingin melihat produksi.
- Bawa uang tunai secukupnya, karena tidak semua rumah produksi kecil menerima pembayaran nontunai.
- Pesan lebih dulu untuk pembelian dalam jumlah besar. Banyak perajin kini memproduksi berdasarkan pesanan.
- Hubungi Pokdarwis beberapa hari sebelumnya untuk paket rombongan.
Dari Pohon Sonokeling ke Kampung Tempe
Menurut catatan Pokdarwis, nama “Sanan” berasal dari pohon sonokeling yang dulu tumbuh lebat di kawasan ini. Kampung tersebut dibuka oleh leluhur setempat, Mbah Buyut Chabibah. Warga sudah memproduksi tempe sejak awal abad ke-20, dan produksinya meluas untuk pasar lokal pada era 1970-an.
Titik baliknya terjadi saat krisis moneter 1998. Menurut Pokdarwis, tempe saat itu menumpuk tak terjual, lalu warga mengolahnya menjadi keripik supaya lebih awet. Dari situlah keripik tempe Sanan dikenal hingga ke luar daerah. Kini sekitar 600 perajin terlibat dalam industri tempe dan keripik tempe di kampung ini.
Nawak, varian keripik tempe Sanan favoritmu yang mana?
Baca Juga: Keripik Tempe Malang, Oleh-Oleh Favorit yang Selalu Yang Harus Masuk Daftar Belanja Wisatawan
Editor: Handoyo Tejo Wasito
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata