MALANG, infomalang – Malang Raya diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026, mundur sekitar dua bulan dari biasanya. Namun warga diminta tidak lengah. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menunjukkan titik genangan naik dari 182 titik pada 2024 menjadi 298 titik pada 2025, atau melonjak sekitar 64 persen.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan El Nino berintensitas sangat kuat bertahan hingga kuartal I 2027. Artinya, Malang menghadapi musim hujan yang datang terlambat, lebih singkat, dengan puncak pada Februari 2027. Di sisi lain, persoalan drainase tersumbat yang selama ini jadi pemicu utama banjir belum tuntas.
Selasa (27/10), BMKG Juanda memprakirakan hujan ringan merata di lima kecamatan Kota Malang pada pukul 14.00–16.00 WIB. Hujan memang sudah mulai turun, meski belum menandai masuknya musim hujan secara penuh.
El Nino belum habis, musim hujan Malang mundur dua bulan
Mundurnya musim hujan tahun ini dipicu dua fenomena iklim sekaligus. Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, El Nino berintensitas sangat kuat dan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD) berpotensi mengurangi pasokan uap air ke Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Pada Agustus 2026, anomali suhu yang menandai El Nino tercatat mencapai +2,83. Kondisi ini diprediksi bertahan hingga awal 2027. Fase IOD saat ini netral, tetapi berpeluang menjadi positif hingga akhir 2026.
Dampaknya paling terasa di wilayah selatan Jawa Timur. BMKG mencatat sekitar 96,6 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami keterlambatan awal musim hujan. Malang termasuk dalam sembilan zona musim yang awal musim hujannya terlambat lebih dari dua bulan, bersama Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Lumajang, dan Jember.
Kalender hujan Malang Raya: Oktober 2026 sampai Maret 2027

Kalender hujan Malang Raya · BMKG Stasiun Klimatologi Jatim, BMKG Karangploso
Dari 74 zona musim di Jawa Timur, 68 zona atau 90,6 persen wilayah diprediksi masuk musim hujan pada Desember 2026, termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Hanya lima zona yang lebih dulu basah pada November. Puncak musim hujan Jawa Timur diprediksi jatuh pada Februari 2027.
Yang perlu dicatat, musim hujan kali ini diperkirakan lebih pendek, terutama pada Januari hingga Maret 2027. BMKG juga mengingatkan bahwa awal dan puncak musim hujan 2026/2027 berdekatan, sehingga kesiapsiagaan perlu dimulai sejak awal, bukan menunggu puncak.
Kenapa tetap rawan: genangan melonjak dari tahun ke tahun

BPBD Kota Malang via DPRD Jatim, infomalang, Metro TV, TIMES Indonesia, JatimTIMES
Banjir adalah bencana paling dominan di Kota Malang. Sepanjang 2025, dari 540 kejadian bencana yang tercatat, 240 di antaranya adalah banjir, atau sekitar 44 persen.
Pola kejadiannya juga serupa: hujan deras beberapa jam di sore hari langsung merendam belasan titik di beberapa kecamatan sekaligus, lalu surut dalam hitungan jam. Pada Sabtu (14/3/2026), misalnya, genangan tersebar di Blimbing, Sukun, Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang, lalu mulai surut sekitar pukul 17.00 WIB. Ketinggian air pada kejadian Oktober 2025 bervariasi dari 20 hingga 135 sentimeter.
Titik langganan banjir yang perlu diwaspadai

Titik langganan banjir Malang Raya · laporan BPBD via media, 2023–2026
Daftar ini dihimpun dari laporan kejadian, bukan peta resmi titik rawan 2026. Di Kota Malang, genangan berulang muncul di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, serta Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Di Kabupaten Malang, wilayah selatan seperti Sumbermanjing Wetan dan Ampelgading kerap dilanda banjir luapan, sementara Pujon di wilayah barat terdampak pada Januari 2026.
Akar masalah: bukan cuma hujan, tapi saluran yang tersumbat
Banjir di Kota Malang lebih banyak dipicu kondisi drainase ketimbang curah hujan semata. Saat 22 titik terendam pada Oktober 2025, BPBD menyebut saluran yang tersumbat endapan sedimen dan sampah sebagai pemicu utama.
Setidaknya ada empat faktor yang berulang disebut pemerintah dan DPRD:
- Drainase tersumbat sampah dan sedimen. Wali Kota Wahyu Hidayat menemukan sampah dan lumpur menghambat aliran saat meninjau banjir di Jalan Letjen Sutoyo dan Purwodadi pada Desember 2025. Ia juga menyebut sebagian warga masih menjadikan saluran sebagai tempat membuang sampah.
- Bangunan yang menutup atau mempersempit saluran. Persoalan ini disorot Komisi C DPRD Kota Malang pada Januari 2026 dan kembali diangkat saat pembahasan perubahan APBD 2026.
- Saluran lama yang menyempit. Dinas PUPRPKP Kota Malang menyebut luapan pada Maret 2026 terjadi karena saluran lama tersumbat sampah.
- Topografi cekungan. Anggota DPRD Jawa Timur Puguh menyebut bentuk wilayah Kota Malang yang menyerupai cekungan memperparah genangan di sejumlah titik.
Proyek fisik saja juga belum cukup. Kawasan Jalan Soekarno-Hatta tetap tergenang pada Senin (2/3/2026), padahal proyek drainase senilai sekitar Rp32 miliar milik Dinas PU SDA Pemprov Jatim di kawasan itu baru rampung awal tahun.
Apa yang sedang disiapkan pemerintah
Pemkot Malang menyatakan memperkuat pencegahan lewat pembenahan konstruksi dan saluran drainase. Dalam kegiatan Strategi dan Kebijakan Pemulihan Pasca Bencana, Rabu (7/10/2026), Wali Kota Wahyu Hidayat menyebut langkahnya mencakup penanganan konstruksi, sosialisasi, dan simulasi. Ia juga menegaskan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Kalaksa BPBD Kota Malang, Heru Mulyono, menyebut sejumlah titik masih perlu mendapat perhatian untuk menghadapi potensi banjir dan tanah longsor. Pemkot juga menjalankan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) untuk menormalisasi drainase. BPBD sebelumnya mengusulkan pembangunan embung atau Rain Storage Infiltration Facility (RSIF) di kawasan rawan genangan untuk mengurangi beban saluran.
Di DPRD Kota Malang, Fraksi Nasdem-PSI mendorong agar perubahan APBD 2026 difokuskan pada penanganan banjir, termasuk tambahan sekitar Rp4 miliar untuk Dinas PUPR. Sementara DPRD Jawa Timur mengusulkan target pengurangan titik banjir hingga 50 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Di Kabupaten Malang, DPUBM tengah membangun drainase sepanjang 278 meter di Desa Ngamarto, Kecamatan Lawang, sebagai antisipasi musim hujan. Pekerjaan serupa di Desa Wonorejo masih dalam proses pelaksanaan.
Yang bisa Nawak siapkan dari sekarang

Daftar cek kesiapsiagaan banjir warga · merangkum imbauan BPBD dan Pemkot Malang
BPBD Kota Malang berulang kali mengimbau warga membersihkan saluran di lingkungan masing-masing dan memantau titik yang sering terendam secara swadaya, karena warga paling tahu kondisi sekitarnya. Warga yang tinggal di daerah rendah atau dekat aliran sungai diminta lebih waspada. Waktu persiapan masih ada: sekitar satu bulan sebelum musim hujan diprediksi masuk pada Desember.
Untuk kondisi darurat, hubungi 112 atau Pusdalops BPBD Kota Malang 0811-3770-502 atau (0341) 3770502
Penulis : Yoga
Malang Daily
Enlight News
Enlight News
Malang Daily
Pariwisata
Malang Daily