Infomalangcom – Arema FC dipastikan gagal mendatangkan winger asal Brasil, Kelvin, pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Kabar ini mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menguat dalam beberapa pekan terakhir, seiring rumor kepindahan sang pemain yang diklaim hampir terealisasi. Gagalnya proses negosiasi tersebut sekaligus memaksa manajemen Singo Edan mengubah arah strategi perekrutan pemain asing.
Situasi ini menegaskan dinamika kompleks dalam bursa transfer paruh musim, khususnya bagi klub yang tengah berupaya menyeimbangkan kebutuhan teknis tim dengan pertimbangan finansial. Arema FC dinilai berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat setiap perekrutan pemain asing harus benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap performa tim di sisa kompetisi Super League musim ini.
Informasi kegagalan transfer Kelvin pertama kali disampaikan jurnalis Brasil, Lucas Rossafa, melalui akun media sosial X miliknya, @lucas_rossafa, pada Senin, 5 Januari 2026. Dalam unggahannya, Rossafa menyebut Arema FC tidak mencapai kesepakatan dan akhirnya menyerah untuk merekrut mantan pemain Náutico tersebut, meski sebelumnya masuk dalam daftar prioritas.
Gagalnya Negosiasi dan Alasan Manajemen
Menurut Rossafa, Arema FC memutuskan tidak melanjutkan investasi terhadap penyerang yang direkomendasikan langsung oleh pelatih Marquinhos Santos. Keputusan tersebut diambil setelah proses komunikasi tidak menemukan titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Dalam perjalanannya menuju Thailand, Kelvin disebut menjadi target utama Arema untuk menggantikan Paulinho Moccelin, namun rencana itu batal terealisasi.
Langkah Arema FC untuk menghentikan proses negosiasi tersebut juga mencerminkan evaluasi menyeluruh manajemen terhadap efektivitas rekrutmen pemain asing sebelumnya. Klub tidak ingin mengulangi keputusan yang berpotensi membebani anggaran tanpa kontribusi maksimal di lapangan, terutama pada posisi krusial seperti winger yang dituntut memiliki kecepatan, kreativitas, dan produktivitas tinggi.
Sebelumnya, rumor kedatangan Kelvin ke Arema FC bahkan mencapai tingkat probabilitas tinggi. Berdasarkan data Transfermarkt, peluang kepindahan pemain berusia 30 tahun itu ke Malang sempat menyentuh angka 87 persen. Kondisi ini memicu ekspektasi besar dari Aremania, mengingat rekam jejak dan pengalaman Kelvin di kompetisi Eropa maupun Brasil.
Profil Singkat dan Rekam Jejak Kelvin
Kelvin merupakan pemain sayap yang terakhir memperkuat Náutico, klub yang berlaga di Serie C atau divisi ketiga Liga Brasil. Bersama Náutico, ia mencatatkan kontribusi tiga assist, meski tidak terlalu produktif dalam urusan mencetak gol. Namun, pengalamannya di level kompetisi yang lebih tinggi menjadi daya tarik utama.
Nama Kelvin sempat mencuri perhatian publik sepak bola ketika memperkuat FC Porto di Portugal. Bersama klub raksasa tersebut, ia tampil dalam 26 pertandingan dengan total 833 menit bermain. Dari catatan itu, Kelvin berhasil mencetak empat gol dan menyumbangkan tiga assist, sebuah statistik yang dinilai cukup solid untuk pemain rotasi.
Selain FC Porto, Kelvin juga pernah memperkuat klub-klub besar Brasil seperti Botafogo dan Fluminense. Pengalaman lintas kompetisi ini dianggap sejalan dengan kebutuhan Arema FC yang tengah mencari pemain berpengalaman untuk memperkuat sektor sayap dan meningkatkan daya gedor tim.
Kaitan dengan Marquinhos Santos
Menariknya, pelatih Arema FC saat ini, Marquinhos Santos, memiliki kedekatan profesional dengan Kelvin. Marquinhos pernah menangani Náutico pada periode Januari hingga April 2025. Relasi tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang mendorong rekomendasi perekrutan Kelvin, meski pada akhirnya tidak berujung kesepakatan.
Meski memiliki hubungan profesional di masa lalu, Marquinhos Santos tetap menyerahkan keputusan akhir kepada manajemen klub. Pendekatan ini menunjukkan profesionalisme pelatih dalam menghormati kebijakan internal Arema FC, sekaligus menegaskan bahwa faktor kedekatan personal tidak menjadi penentu utama dalam proses perekrutan pemain.
Posisi Arema FC di Klasemen
Di tengah kegagalan transfer ini, Arema FC masih berjuang memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025/2026. Singo Edan saat ini berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 18 poin dari 16 pertandingan. Arema mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kali menelan kekalahan.
Pada pekan ke-16, Arema FC harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut membuat konsistensi tim kembali menjadi sorotan. Selanjutnya, Arema FC dijadwalkan menjamu Persik Kediri pada pekan ke-17 di Stadion Kanjuruhan, Minggu, 11 Januari 2026. Kemenangan dalam laga tersebut berpotensi membawa Arema naik ke posisi sepuluh besar klasemen.
Manajemen Arema FC menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas tim dan memaksimalkan komposisi pemain yang ada. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, agar target finis lebih baik dapat tercapai pada akhir musim. Dukungan suporter juga diharapkan tetap terjaga, terutama pada laga kandang krusial. Meski gagal mendatangkan Kelvin, Arema FC diyakini masih memiliki opsi lain untuk memperkuat skuad, baik melalui pemain lokal maupun asing, selama sesuai kebutuhan tim dan kemampuan finansial klub. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya saing Arema FC sekaligus membangun fondasi tim yang lebih solid, kompetitif, dan berkelanjutan dalam menghadapi sisa musim kompetisi nasional serta menjawab ekspektasi publik sepak bola Malang secara.
Baca Juga :















