KH Bahauddin Nursalim, atau Gus Baha, dikenal sebagai ulama dengan pendekatan unik dan tegas dalam menyampaikan ilmu. Ia hanya bersedia memenuhi undangan ceramah dari seseorang yang memiliki hubungan nasab keilmuan dengannya atau dianggap sebagai guru atau keluarga senior dalam ilmu.
Prinsip Gus Baha: Mengutamakan Etika dalam Ilmu
Prinsip Gus Baha didasari ajaran para sahabat Nabi Muhammad SAW, yang menekankan penghormatan pada ilmu. “Ilmu itu disowani, bukan sowan,” ujar Gus Baha, merujuk pada pandangan Imam Malik. Ia mengkritik tradisi mengundang kyai untuk berceramah tanpa dasar etika yang tepat.
Kritik terhadap Kebiasaan Masyarakat
Menurut Gus Baha, kebiasaan mengundang kyai tanpa alasan yang sesuai dianggap kurang sopan. “Kalau senang pada kyai, hendaknya datang untuk belajar, bukan untuk mengganggu,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk memprioritaskan adab dalam mencari ilmu.
Baca Juga :
Biaya Mengundang Rizky febrian. Simak Biayanya !
Inspirasi dari Imam Malik
Gus Baha terinspirasi dari cerita Imam Malik yang menolak mengajar anak Raja Harun Ar-Rasyid di istana. “Ilmu itu harus dihormati, bukan diundang sembarangan,” tambahnya. Prinsip ini diterapkan Gus Baha dalam memilih undangan ceramah yang diterimanya.
Baca Juga :










