infomalang.com/ Malang, 20 Juli 2025 – Komunitas warga Kampung Semar, singkatan dari Senang Menanam Ramai-Ramai, kembali mempersembahkan festival bertema jadul, Semar Tempoe Doeloe Jilid 2. Menyusul tingginya antusiasme selama gelaran tahun lalu, festival kali ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari penuh, mulai 21 hingga 27 Juli 2025, di RT 6 dan beberapa RT lain di RW 2, Kelurahan Arjosari, Kota Malang.
Sebuah Komitmen untuk Menjaga Tradisi Lokal
Menurut Ketua PKK RT 6 RW 2 Arjosari, Nurul Wahyuni, kesuksesan edisi perdana mendorong semangat warga untuk menghadirkan versi kedua dengan elemen lebih meriah. “Tahun lalu acara menarik lebih dari seribu pengunjung setiap hari,” ujar Nurul. Dengan hadirnya kembali festival ini, warga berharap nilai kebersamaan dan budaya lokal tetap subur di tengah laju modernisasi.
Harapan Akan Kehadiran Pemimpin Kota
Momentum kali ini kian istimewa karena diharapkan dibuka langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Dulu beliau hadir saat menjabat Penjabat Wali Kota, sekarang harapannya bisa kembali membuka acara,” jelas Nurul. Kehadiran figur pemerintahan, termasuk Ibu Ketua TP PKK, diharapkan memacu semangat ibu-ibu PKK dan pelaku stan untuk terus berkarya. “Mudah-mudahan beliau berkenan hadir dan membeli produk warga,” tambahnya dengan senyum optimis.
Nuansa Tempo Dulu yang Lebih Kental
Festival kali ini dibagi menjadi dua zona utama: area dalam yang menampilkan 40 stan makanan tradisional, dilengkapi dekorasi dan suasana ala masa lalu; serta area luar dengan 60 stan makanan modern untuk memenuhi selera beragam pengunjung. Gagasan ini digagas untuk menghadirkan autentisitas sekaligus aksesibilitas bagi semua kalangan.
Salah satu rumah warga bahkan diubah menjadi spot ngopi tempoe doeloe, lengkap dengan kursi dari kayu kuno dan cangkir keramik sederhana. Semua dikemas rinci untuk memaksa pengunjung merasakan atmosfer klasik, memberi imersi penuh dalam perjalanan waktu ke era yang lebih sederhana.
Hiburan dan Talenta Lokal Bermunculan
Bersamaan dengan sajian kuliner, festival juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan. Nurul mengatakan, “Nanti hiburan akan diisi oleh tamu undangan dan talent dari Kampung Semar.” Mulai dari musik keroncong, sandiwara rakyat, hingga permainan rakyat seperti gobak sodor. Semua ditujukan untuk memperkuat rasa nostalgia dan merajut keterikatan emosional masyarakat terhadap akar budaya mereka.
Baca Juga:Rendra Masdrajad Safaat Apresiasi Perjuangan Atlet Kota Malang di Porprov 2025
Edukasi, Komunitas, dan Wisata Lokal
Kampung Semar bukan sekadar penyelenggara festival, melainkan komunitas lingkungan aktif yang juga berperan sebagai destinasi edukasi. Berada di bawah naungan Ir. H. Bambang Irianto, pembina lingkungan nasional, komunitas ini aktif menggelar workshop menanam, daur ulang, dan gaya hidup ramah lingkungan. Semar Tempoe Doeloe Jilid 2 diharapkan menjadi puncak kegiatan bersama, meningkatkan kebanggaan warga terhadap identitas dan lingkungan mereka.
Ajak Semua Kalangan, Festival untuk Warga dan Wisatawan
Dibuka untuk semua kalangan, festival mampu menembus batas wilayah RW 2. “Acara terbuka untuk masyarakat RW 2 dan warga luar Malang,” terang Nurul. Penyelenggara berharap kunjungan massal dari kota dan kabupaten sekitar, bahkan wisatawan nasional yang penasaran dengan acara bertema tempo dulu khas kampung.
Siap Merasakan Atmosfer “Masa Lalu”
Dengan persiapan instalasi dekor, stan, dan panggung yang telah rampung menjelang pembukaan, panitia optimis acara akan berlangsung lancar dan aman. “Persiapan hampir selesai, ayo jangan sampai kelewatan,” ajak Nurul dengan penuh antusias. Setiap hari, jam operasional dimulai pukul 16.00 hingga 21.30 WIB, cocok untuk warga yang pulang kerja dan mencari hiburan sore-hari.
Kunci Sukses: Partisipasi Warga
Pilar utama kesuksesan festival adalah partisipasi warga secara aktif. Ketua PKK, panitia, dan ibu-ibu pemilik stan bekerja sama membentuk ekosistem swadaya. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, dan ide untuk mewujudkan cita-cita festival yang makin matang dan menarik pengunjung.
Dari pemasaran media sosial hingga tata ruang perkampungan, semuanya ditangani oleh warga sendiri. Partisipasi ini tidak hanya menciptakan suasana kekeluargaan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal untuk mandiri.
Komunitas Lingkungan dan Pemuda Dilibatkan
Generasi muda juga dilibatkan, termasuk siswa sekolah dan pemuda desa. Mereka membentuk tim penata dekorasi, publikasi digital, hingga pengelola area sampah. Penampilan seni anak muda seperti tari-tarian khas Jawa Timur dan band lokal turut diandalkan untuk menarik pengunjung lebih muda.
Harapan Masa Depan Komunitas Kampung Semar
Kesuksesan gelaran ini membuka jalan bagi kegiatan rutin tahunan di Kampung Semar. Nurul berharap Semar Tempoe Doeloe akan menjadi kalender budaya tahunan yang diantisipasi banyak pihak. “Ini bukan sekadar festival, tapi cara memperkuat kebersamaan dan melestarikan tradisi,” ujarnya.
Ajakan untuk Masyarakat
Bagi warga Malang maupun luar kota, festival ini menjadi momen tepat untuk bersantai dan belajar sejarah lokal. Suara alat musik tradisional dan aroma jajanan tempo dulu akan membawa pengunjung ke suasana nostalgia yang autentik.
Akhir kata, Semar Tempoe Doeloe Jilid 2 adalah cermin bagaimana komunitas kecil bisa mengelola festival kreatif berdampak sosial dan ekonomi. Maka, catat tanggalnya: 21–27 Juli 2025, jam 16.00–21.30 WIB, di RT 6 RW 2 Arjosari, Malang. Mari datang dan berbagi kebahagiaan serta inspirasi bersama Kampung Semar!
Baca Juga:Catat Lokasinya! Jadwal Karnaval Kabupaten Malang 19 Juli 2025 di 4 Titik Super Seru













