Infomalangcom – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Probolinggo selama kurang lebih enam jam menyebabkan banjir di lima kecamatan.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan turun secara terus-menerus sejak siang hingga malam hari, mengakibatkan sungai meluap dan drainase tidak mampu menampung debit air.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo (BPBD), genangan air merendam sejumlah permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
Beberapa akses jalan utama juga dilaporkan sempat lumpuh akibat tingginya genangan.
Lima Kecamatan Terdampak
BPBD mencatat lima kecamatan terdampak banjir, yakni wilayah dataran rendah yang dilalui aliran sungai besar serta memiliki sistem drainase padat penduduk.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi lahan pertanian dan fasilitas umum seperti sekolah serta tempat ibadah.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan langsung diterjunkan untuk membantu evakuasi warga rentan, terutama lansia dan anak-anak.
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa, namun beberapa warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman.
Kondisi banjir disebut sebagai dampak kombinasi hujan deras berkepanjangan dan kapasitas saluran air yang terbatas. Selain itu, sedimentasi sungai diduga memperparah luapan air ke permukiman warga.
Baca Juga : 3 Agrowisata Bunga di Malang Raya, Liburan Estetik Sekaligus Belanja Tanaman
Penyebab Hujan Deras Berkepanjangan
Menurut keterangan resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer dan tingginya kelembapan udara di wilayah Jawa Timur.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang di beberapa daerah, termasuk Probolinggo.
Dalam rilisnya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang labil dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif tebal yang berpotensi menurunkan hujan dalam durasi panjang. Fenomena ini umum terjadi saat peralihan musim maupun periode puncak musim hujan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di daerah rawan bencana.
Dampak terhadap Aktivitas Warga
Banjir yang terjadi selama beberapa jam berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah dilaporkan meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu karena ruang kelas tergenang air.
Aktivitas ekonomi warga juga terhambat, terutama pedagang kecil yang tempat usahanya terendam.
Di beberapa titik, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena tingginya genangan. Aparat setempat melakukan pengaturan lalu lintas untuk menghindari kemacetan dan risiko kendaraan mogok.
Warga yang rumahnya terdampak mulai melakukan pembersihan setelah air berangsur surut. Namun, mereka tetap khawatir akan kemungkinan hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali.
Upaya Penanganan dan Antisipasi
BPBD Kabupaten Probolinggo menyatakan telah menyiagakan peralatan pompa air serta mendirikan posko siaga bencana di beberapa lokasi terdampak.
Distribusi bantuan logistik seperti makanan siap saji dan air bersih juga dilakukan bagi warga yang membutuhkan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat saluran air dan memperparah genangan. Selain itu, warga diminta segera melapor jika terjadi kenaikan debit air secara signifikan.
Upaya jangka panjang yang direncanakan meliputi normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase di kawasan rawan banjir.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi tata kelola lingkungan.
Imbauan bagi Masyarakat
BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta mengikuti arahan pemerintah setempat.
Warga yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rendah disarankan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, serta perlengkapan darurat. Langkah antisipatif ini penting untuk meminimalkan risiko saat terjadi banjir mendadak.
Peristiwa banjir di lima kecamatan Probolinggo menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan BMKG terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga : 3 Agrowisata Bunga di Malang Raya, Liburan Estetik Sekaligus Belanja Tanaman












