infomalang.com/ – Gunung es mulai terlihat! PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), emiten ayam yang baru empat tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), mendadak digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Berita mengejutkan ini terungkap setelah perusahaan menerima salinan keputusan PKPU pada 2 Mei 2025. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor 12/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaga Jkt. Pst, diajukan oleh PT Sarana Steel Enginering dan PT Haida Agriculture Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi BEI, WMUU menjelaskan bahwa Majelis Hakim telah mengesahkan Perjanjian Perdamaian (Homologasi) antara perusahaan dengan para krediturnya. Meskipun demikian, tekanan keuangan masih terasa. WMUU menyatakan akan fokus memperbaiki kinerja operasional, efisiensi, dan strategi pertumbuhan jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan.

Data yang terungkap menunjukkan total tagihan yang fantastis. Kreditor separatis yang hadir mencapai Rp 653,34 miliar, sementara yang tidak hadir mencapai Rp 78,86 miliar. Sementara itu, tagihan dari kreditor konkuren yang hadir mencapai Rp 565,88 miliar, dan yang tidak hadir sebesar Rp 41,6 miliar. Tercatat enam bank menjadi kreditor separatis, dan 36 perusahaan sebagai kreditor konkuren.
Ironisnya, WMUU yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 2 Februari 2021 dengan raihan dana publik Rp 349 miliar, kini menghadapi badai. Penjualan bersih perusahaan anjlok drastis. Pendapatan yang mencapai Rp 3,09 triliun pada 31 Desember 2021, merosot tajam menjadi hanya Rp 238,7 miliar per 30 September 2024, atau penurunan sebesar 92%!
Penyebab utama penurunan ini adalah anjloknya penjualan karkas ayam, yang berkontribusi signifikan terhadap pendapatan WMUU (95,7% pada 2021 dan 64,9% pada 2024). Manajemen WMUU menjelaskan penurunan kapasitas pemotongan Rumah Potong Ayam (RPA) sejak 2023 hingga September 2024 sebagai faktor utama. Keterbatasan modal kerja akibat fluktuasi harga karkas di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) pada akhir 2022 juga turut menjadi penyebab kerugian selama tiga tahun terakhir. Hanya segmen penjualan telur yang menunjukkan peningkatan signifikan (580,6%), sementara segmen lainnya mengalami penurunan drastis. Nasib WMUU ke depan kini menjadi pertanyaan besar bagi investor dan pelaku pasar.
Baca juga: Rahasia Swasembada Pangan Terungkap!














