Infomalangcom – Dunia peternakan di Jawa Timur berduka setelah sebuah insiden fatal menimpa struktur bangunan di kawasan Kabupaten Malang.
Peristiwa kandang ayam ambruk di Malang ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil yang masif bagi pemilik usaha, tetapi juga merenggut nyawa para pekerja yang sedang berjuang mencari nafkah.
Keamanan struktur bangunan semi-permanen kini menjadi sorotan tajam, terutama pada konstruksi kandang bertingkat yang menampung beban hidup dalam jumlah besar.
Kronologi Insiden Maut di Kecamatan Wonosari
Tragedi ini bermula pada Selasa pagi, tepatnya 24 Februari 2026, di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.
Sekitar pukul 08.30 WIB, suasana kerja yang semula produktif berubah menjadi mencekam ketika suara dentuman keras terdengar dari area peternakan milik warga bernama Bapak Wawan.
Kandang ayam berlantai dua dengan dimensi luas mencapai 12 x 50 meter tersebut runtuh seketika dalam waktu singkat.
Menurut saksi mata di lapangan, ambruknya bangunan tersebut terjadi secara progresif. Bagian belakang sisi utara bangunan dilaporkan mengalami penurunan tanah atau ambles terlebih dahulu.
Karena struktur bangunan saling terkoneksi, kegagalan pondasi di satu titik tersebut langsung menarik seluruh kerangka kayu penyangga, menyebabkan lantai dua yang berisi ribuan ekor ayam menimpa lantai di bawahnya.
Data Korban dan Proses Evakuasi yang Dramatis
Dampak dari robohnya bangunan berukuran besar ini sangat fatal bagi para pekerja di lokasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tercatat ada dua pekerja yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban meninggal diidentifikasi sebagai RH, pemuda berusia 24 tahun asal Pronojiwo, Lumajang, dan TR, pemuda berusia 20 tahun asal Kromengan, Malang.
Keduanya terjepit di bawah reruntuhan material kayu, atap, serta tumpukan sekam. Selain korban jiwa, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami luka-luka serius dan segera dievakuasi ke Puskesmas Wonosari serta RSUD Kanjuruhan guna mendapatkan perawatan intensif.
Proses evakuasi memerlukan waktu beberapa jam karena tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan harus berhati-hati memindahkan material kayu dan kotoran ayam untuk menjangkau para korban.
Kerugian materiil juga tidak main-main; sekitar 25.000 ekor ayam yang siap panen tertimbun, mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai angka miliaran rupiah bagi pemilik usaha.
Baca Juga : Peristiwa Duka di Arjosari, Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Kamar Kos
Analisis Ahli: Mengapa Konstruksi Kandang Bisa Gagal?
Kejadian kandang ayam ambruk di Malang ini memicu diskusi mengenai standar keamanan bangunan peternakan.
Dugaan kuat mengarah pada masalah overload atau kelebihan beban. Secara teknis, kandang dua lantai dengan penyangga kayu memiliki batas kekuatan tekan tertentu.
Jika berat total ayam, pakan, peralatan, serta kotoran melebihi kapasitas desain, maka risiko kegagalan struktur meningkat drastis.
Selain faktor beban, faktor lingkungan seperti kelembapan tinggi di area kandang ayam sering kali mempercepat pelapukan pada material kayu.
Kayu yang tidak dirawat secara rutin atau tidak diberi perlindungan terhadap rayap akan kehilangan kekuatan integritasnya.
Dikombinasikan dengan kondisi tanah yang labil di area lereng atau pondasi yang kurang dalam, struktur bangunan menjadi sangat rentan terhadap pergeseran tanah.
Tindakan Hukum dan Penyelidikan Lanjutan
Pihak berwenang saat ini telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyelidikan difokuskan untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian (negligence) dalam aspek pembangunan kandang tersebut.
Pihak kepolisian akan memeriksa apakah konstruksi yang dibangun sudah memenuhi standar keselamatan kerja yang berlaku bagi sektor UMKM peternakan.
Masyarakat dan para pemilik usaha peternakan diimbau untuk lebih teliti dalam memantau kondisi bangunan mereka secara berkala.
Penggunaan material kayu untuk bangunan bertingkat memang ekonomis, namun memerlukan inspeksi rutin pada sambungan baut, tiang penyangga, dan stabilitas pondasi tanah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Sumber Terpercaya & Referensi:
- Laporan Terkini BPBD Kabupaten Malang terkait Kebencanaan (Februari 2026).
- Berita Kriminal dan Peristiwa: Portal Berita Antara (Pencarian: Kandang Ayam Ambruk Malang).
- Dokumentasi Video Evakuasi: Kanal YouTube Berita Regional.
Baca Juga : Evaluasi Tugas Walikota Malang, Transformasi Digital Menuju Smart City Terbaik










