Infomalangcom – Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai gudang talenta luar biasa yang mampu berbicara di panggung dunia.
Kali ini, prestasi membanggakan datang dari sektor pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.
Seorang siswi SD asal Malang bernama Janeeta Khairunnisa sukses menarik perhatian publik setelah terpilih menjadi wakil tunggal Indonesia dalam ajang bergengsi Sheikha Fatima Bint Mubarak International Holy Quran Competition ke-8 yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab.
Pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kedisiplinan dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Janeeta Khairunnisa: Hafizah Cilik dari SD Plus Al-Kautsar
Dunia internasional baru saja menyaksikan kepiawaian seorang bocah berusia sembilan tahun dalam melantunkan ayat-ayat suci.
Janeeta Khairunnisa, yang saat ini masih duduk di bangku kelas 4 SD Plus Al-Kautsar Kota Malang, menjadi perbincangan hangat setelah namanya masuk dalam daftar peserta kompetisi hafalan Al-Qur’an khusus wanita paling bergengsi di dunia.
Sebagai siswi SD asal Malang, ia membawa beban sekaligus kehormatan besar untuk menjaga nama baik bangsa di hadapan juri-juri internasional yang dikenal memiliki standar penilaian sangat ketat dalam hal tajwid dan kelancaran (fashahah).
Keberhasilan Janeeta berangkat ke Dubai merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Sebelumnya, ia telah mengukir prestasi gemilang di tingkat domestik dengan menjuarai ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional untuk kategori anak-anak.
Kemenangan tersebut menjadi pintu gerbang bagi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memberikan amanah kepada Janeeta sebagai representasi resmi Indonesia di kategori Hafalan 30 Juz.
Fakta bahwa ia merupakan satu-satunya perwakilan perempuan dari Indonesia di kategori tersebut pada tahun 2024 menunjukkan kualitas hafalan yang ia miliki benar-benar berada di atas rata-rata.
Proses Seleksi Ketat dan Pembinaan Intensif
Menjadi siswi SD asal Malang pertama yang menembus kompetisi Sheikha Fatima Bint Mubarak tentu memerlukan persiapan fisik dan mental yang luar biasa. Sebelum terbang ke Uni Emirat Arab pada September 2024, Janeeta harus melewati serangkaian pembinaan intensif.
Dukungan penuh diberikan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat provinsi Jawa Timur hingga tingkat nasional.
Selama masa pembinaan, kefasihan hafalannya dipoles sedemikian rupa agar memenuhi kriteria penilaian internasional yang sangat detail, mulai dari ketepatan makhraj hingga stabilitas intonasi suara saat menjawab pertanyaan juri secara spontan.
Sekolah asal Janeeta, SD Plus Al-Kautsar Malang, juga memainkan peran krusial dalam menciptakan ekosistem belajar yang mendukung.
Lingkungan sekolah yang religius namun tetap kompetitif secara akademik memungkinkan Janeeta untuk menyeimbangkan kewajibannya sebagai pelajar kelas 4 dengan target hafalannya.
Pemerintah Kota Malang pun memberikan apresiasi tinggi melalui seremoni pelepasan resmi, yang menegaskan bahwa prestasi di bidang keagamaan memiliki nilai yang setara dengan prestasi sains maupun olahraga dalam mengharumkan nama daerah di kancah global.
Baca Juga : Cetak Sejarah Baru, Mahasiswa UIBU Syelhan Nurrahmat Taklukkan Asia 2026
Pentingnya Dukungan Keluarga dan Ekosistem Pendidikan
Keberhasilan Janeeta membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencapai kematangan spiritual dan intelektual.
Di balik suara merdunya di panggung Dubai, terdapat peran keluarga yang konsisten menjaga jadwal murajaah (mengulang hafalan) setiap hari.
Menghafal 30 juz di usia 9 tahun memerlukan ketekunan yang luar biasa, dan Janeeta mampu membuktikan bahwa ia adalah hafizah mutqin—sebutan bagi penghafal yang benar-benar kuat dan lancar hafalannya.
Hal ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tua di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini sebagai fondasi karakter.
Ajang Sheikha Fatima Bint Mubarak International Holy Quran Competition sendiri diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
Kehadiran siswi SD asal Malang ini di tengah peserta yang seringkali berusia lebih dewasa darinya memberikan pesan kuat bahwa kualitas pendidikan Al-Qur’an di Indonesia telah mencapai standar internasional yang kompetitif.
Keberhasilan Janeeta bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan simbol kebangkitan generasi qur’ani yang cerdas secara akademik dan kuat secara spiritual.
Bukti Prestasi dan Sumber Informasi Terpercaya
Masyarakat dapat menyaksikan momen-momen haru dan membanggakan saat Janeeta tampil di Dubai melalui berbagai saluran media sosial resmi penyelenggara maupun liputan berita nasional.
Video penampilannya seringkali menjadi rujukan bagi para pengajar tahfidz untuk menunjukkan teknik pernapasan dan ketenangan seorang anak saat menghadapi ujian hafalan di panggung besar.
Berikut adalah sumber dan referensi yang memvalidasi prestasi Janeeta Khairunnisa:
- Berita Resmi Kementerian Agama RI: Mengenai penunjukan delegasi Indonesia ke ajang internasional di Dubai.
- Dokumentasi YouTube: Anda dapat mencari kata kunci “Janeeta Khairunnisa Dubai Quran Competition” untuk melihat rekaman langsung dari kanal resmi penyelenggara di Uni Emirat Arab.
- Liputan Media Lokal: Berita mengenai seremoni pelepasan oleh Pemerintah Kota Malang yang dimuat di berbagai media massa terpercaya di Jawa Timur.
Prestasi Janeeta ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dapat melahirkan bintang-bintang baru yang mampu menyinari dunia dengan prestasi yang luhur.
Semangat yang dibawa oleh siswi SD asal Malang ini diharapkan mampu memotivasi jutaan anak Indonesia lainnya untuk terus mengejar mimpi, setinggi apa pun itu, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai agama dan kearifan lokal.
Baca Juga : Tarung Derajat Kota Malang Manfaatkan Kejurprov sebagai Ajang Seleksi Porprov












