Infomalangcom – Gunung Kelud adalah gunung berapi yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia dan dikenal sebagai salah satu gunung yang paling aktif di pulau Jawa.
Secara geografis puncaknya berada di ketinggian sekitar 1.731 meter di atas permukaan laut dan berada di perbatasan administratif antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.
Gunung ini termasuk dalam deretan gunung berapi tipe stratovolcano yang berarti terbentuk dari lapisan-lapisan lava, abu dan material vulkanik lainnya yang saling menumpuk.
Koordinat astronomis Gunung Kelud adalah sekitar 7°56’ LS dan 112°18’ BT, yang membuatnya berada di wilayah tropis dengan dua musim utama yaitu musim hujan dan kemarau.
Tanah di sekitar gunung ini subur dan mendukung kegiatan pertanian karena banyak material vulkanik yang memperkaya tanah.
Sejarah Aktivitas Vulkanik
Gunung Kelud memiliki catatan aktivitas letusan yang panjang dan dramatis. Sejak tahun 1000 Masehi, lebih dari 30 letusan telah tercatat, termasuk banyak letusan besar yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di sekitarnya.
Salah satu letusan paling dramatis terjadi pada tahun 1919, yang menelan sekitar 5.000 korban jiwa akibat aliran lahar panas dan material vulkanik yang menghantam pemukiman di lereng gunung. Letusan ini juga menyebabkan kerusakan hebat pada lahan pertanian di sekitarnya.
Pada tahun 2007, Gunung Kelud kembali menunjukkan aktivitas dengan pembentukan kubah lava di dalam kawah yang kemudian menjadi pusat letusan pada tahun 2014.
Letusan tahun 2014 ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah modernnya. Abu vulkanik dari letusan menyebar sejauh ratusan kilometer, memaksa ribuan warga di sekitar gunung untuk mengungsi serta menyebabkan gangguan transportasi udara karena abu yang mencapai kota-kota besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Baca Juga : Gunung Arjuno, Gunung Legendaris di Jawa Timur
Ciri Khas Kawah dan Fasilitas Mitigasi
Salah satu ciri khas Gunung Kelud adalah danau kawahnya, yang terbentuk dari air hujan dan geotermal. Dalam sejarahnya, danau ini pernah menjadi sumber lahars besar saat letusan karena volume air yang besar.
Karena itulah sejak awal abad ke-20, sejumlah upaya mitigasi bencana telah dilakukan termasuk pembangunan terowongan drainase di sekitar kawah untuk mengatur volume air dan mengurangi risiko lahar saat terjadi letusan.
Terowongan tersebut merupakan salah satu bukti nyata bagaimana manusia berupaya menjinakkan potensi bahaya letusan vulkanik.
Sistem drainase ini membantu menjaga level air kawah tetap rendah sehingga jika terjadi erupsi, jumlah air yang lepas bisa lebih terkontrol, mengurangi kemungkinan aliran lahar yang sangat besar.
Wisata Alam dan Pendakian
Meski dikenal sebagai gunung berapi yang aktif dan berbahaya, Gunung Kelud juga menjadi tujuan wisata alam yang menarik bagi pecinta petualangan, pendaki, dan fotografer alam.
Pemandangan dari puncak kawah sangat spektakuler dengan panorama alam sekitarnya yang hijau dan terbentang luas hingga ke kaki gunung.
Di sekitar lereng Kelud, ada fasilitas jalur pendakian yang menjadi favorit bagi para pendaki pemula hingga menengah.
Jalur yang sering digunakan termasuk yang melalui desa-desa kecil seperti Karangrejo dan Tulungrejo di Blitar, yang menjadi titik awal menuju puncak gunung.
Pengunjung yang datang tidak hanya mendaki tetapi juga dapat menikmati pemandangan alam, udara pegunungan yang sejuk, dan kesempatan belajar tentang geologi serta aktivitas vulkanik.
Lokasi ini juga menjadi pusat studi bagi para ilmuwan dan siswa yang ingin memahami lebih dalam proses pembentukan gunung api dan aktivitasnya.
Budaya dan Festival Lokal
Gunung Kelud tidak hanya menarik dari sisi geologi, tetapi juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat. Ada berbagai tradisi dan upacara yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk syukur atau permohonan keselamatan terkait aktivitas alam yang berubah-ubah di sekitar gunung.
Meskipun tidak seterkenal ritual di beberapa gunung lain di Jawa, Kelud tetap memiliki tempat dalam cerita dan kepercayaan lokal.
Tips Berkunjung
Jika kamu berniat mengunjungi Gunung Kelud, sebaiknya cek kondisi gunung dan status aktivitas vulkaniknya terlebih dahulu karena ini adalah gunung api aktif.
Informasi dari pos pengamatan seperti PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) bisa membantu memastikan waktu kunjungan yang aman.
Selain itu, datang pada musim kering dengan cuaca cerah akan meningkatkan pengalamanmu menikmati pemandangan di puncak kawah. Bawa perlengkapan seperti air minum, jaket, dan alas kaki yang nyaman karena kondisi medan dapat berubah-ubah sepanjang pendakian.
Gunung Kelud merupakan contoh bagaimana alam yang kuat dan dinamis bisa menjadi destinasi wisata sekaligus objek ilmiah penting.
Dengan sejarah letusan yang panjang, pemandangan kawah yang unik, serta nilai edukatif yang tinggi, Kelud terus menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional yang ingin menjelajahi salah satu gunung paling aktif di Indonesia.
Baca Juga : Perbedaan Harga Tiket Malang Night Paradise Weekday dan Weekend, Mana Lebih Hemat?












