Infomalang.com – Memasuki gerbang abad kedua Nahdlatul Ulama (NU), tantangan yang dihadapi organisasi Islam terbesar di dunia ini semakin kompleks dan melintasi batas negara.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan di bawah naungan Ma’arif NU, Universitas Islam Malang (Unisma) mengambil langkah strategis untuk merespons momentum bersejarah ini.
Melalui acara “Kick-Off Satu Abad NU”, Unisma menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai lembaga akademik, melainkan sebagai pusat peradaban yang siap mengekspansi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah ke panggung dunia.
Semangat Pengabdian Tanpa Batas di Abad Kedua
Dalam sambutan pembukaannya yang penuh semangat, Rektor Unisma menekankan bahwa esensi dari peringatan satu abad ini bukanlah sekadar seremoni seremonial belaka, melainkan sebuah refleksi mendalam atas kontribusi sejarah yang telah diberikan.
Abad pertama NU telah menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kedaulatan NKRI serta memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan. Kini, di fajar abad kedua, fokus utama universitas dialihkan pada transformasi pengabdian yang lebih nyata, sistematis, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat manusia secara universal.
Unisma berkomitmen untuk meningkatkan intensitas pengabdian masyarakat yang berbasis pada riset multidisiplin dan inovasi teknologi tepat guna. Rektor menyatakan bahwa setiap sivitas akademika, mulai dari dosen hingga mahasiswa, harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi konkret atas problematika umat.
Hal ini mencakup penguatan sektor ekonomi kerakyatan, kesehatan masyarakat, hingga upaya pelestarian lingkungan hidup. Pengabdian ini merupakan implementasi langsung dari prinsip Nawa Bhakti Unisma yang berupaya menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan kearifan spiritual, sehingga lulusannya tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga peka secara sosial.
Rekognisi Internasional dan Ekspansi Intelektual Global
Satu poin paling krusial dalam agenda kick-off ini adalah visi strategis mengenai penguatan jangkauan internasional. Unisma kini tidak lagi hanya berpuas diri menjadi institusi papan atas di tingkat lokal maupun nasional.
Rektor mendorong adanya peningkatan kolaborasi masif dengan universitas-universitas terbaik di dunia, peningkatan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, serta perluasan program pertukaran mahasiswa lintas benua. Langkah progresif ini diambil agar pemikiran-pemikiran moderat khas Nahdlatul Ulama dapat diakses, dipelajari, dan dijadikan referensi oleh masyarakat internasional dalam membangun kedamaian global.
Internasionalisasi ini juga mencakup aspek digitalisasi dakwah dan penyebaran ilmu pengetahuan. Dengan memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, Unisma berupaya menyediakan platform edukasi digital yang inklusif bagi warga dunia yang ingin mendalami konsep Islam yang damai (Rahmatan lil ‘Alamin).
Visi besar ini sejalan dengan target jangka panjang Unisma untuk bertransformasi menjadi World Class University yang tetap memegang teguh identitas ke-NU-annya sebagai akar jati diri. Melalui jangkauan internasional yang kuat, Unisma berperan sebagai jembatan dialog antarperadaban yang menghubungkan nilai-nilai ketimuran dengan kemajuan peradaban barat.
Baca Juga:
Transformasi Batu: Unisma Tawarkan Riset & RPL untuk Perubahan Nyata 2025!
Sinergi Multisektoral Menuju Kemandirian Ekonomi Bangsa
Selain aspek akademik dan jangkauan internasional, momentum kick-off ini juga memberikan sorotan tajam pada pentingnya kemandirian ekonomi. Rektor mengajak seluruh elemen universitas, para alumni yang tersebar di berbagai sektor, serta mitra strategis untuk membangun ekosistem ekonomi yang tangguh.
Penguatan sektor kewirausahaan di kalangan mahasiswa menjadi salah satu prioritas utama dalam kurikulum masa depan. Tujuannya adalah agar lulusan Unisma tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang berlandaskan pada etika bisnis Islam yang jujur dan amanah.
Kerja sama yang erat dengan berbagai sektor industri, lembaga keuangan, dan instansi pemerintah diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi hasil riset-riset kampus agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Melalui sinergi multisektoral ini, Unisma optimis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Momentum satu abad NU menjadi titik balik bagi Unisma untuk membuktikan secara empiris bahwa integrasi antara sains modern dan nilai-agama adalah kunci utama dalam menghadapi badai disrupsi global di masa depan.
Menyongsong Masa Depan dengan Inovasi
Acara Kick-Off Satu Abad NU di Unisma ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga konsistensi dalam berinovasi dan berkarya. Dengan semangat juang yang diwariskan oleh para kiai dan pendiri NU, seluruh keluarga besar Unisma siap melangkah pasti menuju masa depan yang lebih gemilang.
Rektor berharap, seluruh elemen universitas dapat bergerak serentak dalam satu komando pengabdian, demi kejayaan Nahdlatul Ulama dan kemajuan bangsa Indonesia di mata dunia internasional.Melalui perpaduan harmonis antara tradisi pesantren yang luhur dan modernitas universitas yang dinamis, Unisma optimis bahwa abad kedua NU akan menjadi era kebangkitan intelektual dan spiritual yang lebih luas jangkauannya.
Pengabdian yang tulus kepada masyarakat serta penguatan jangkauan internasional yang kokoh adalah dua pilar utama yang akan membawa Unisma dan Nahdlatul Ulama terus relevan, kontributif, dan menjadi mercusuar bagi peradaban dunia sepanjang zaman.
Baca Juga:
Rekor Baru! Kiprah MIN 2 Kota Malang Melesat dengan Deretan Capaian Membanggakan















