Breaking

Mengurangi Screen Time dan Meningkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadan

Ahnaf muafa

23 February 2026

Mengurangi Screen Time dan Meningkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadan
Infomalangcom - Ramadan selalu dipahami sebagai momentum memperbaiki diri. Namun di era digital, tantangan yang muncul tidak lagi sekadar rasa lapar dan dahaga, melainkan distraksi layar yang terus menyala.

Infomalangcom – Ramadan selalu dipahami sebagai momentum memperbaiki diri. Namun di era digital, tantangan yang muncul tidak lagi sekadar rasa lapar dan dahaga, melainkan distraksi layar yang terus menyala.

Ketika niat memperdalam ibadah bertemu dengan notifikasi tanpa henti, fokus spiritual sering kali terpecah. Artikel ini membahas bagaimana mengurangi screen time dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan, dengan merujuk pada data dan jurnal ilmiah yang relevan.

Ramadan di Era Digital

Ramadan identik dengan peningkatan ibadah seperti shalat berjamaah, tadarus, dan dzikir. Namun laporan global dari DataReportal menunjukkan rata-rata waktu penggunaan internet dunia masih berada di kisaran lebih dari enam jam per hari.

Artinya, meski sedang berpuasa, konsumsi digital tetap tinggi. Di Indonesia, penetrasi internet yang luas membuat akses media sosial semakin mudah sepanjang hari.

Kontradiksi ini terlihat jelas. Di satu sisi, Ramadan adalah bulan refleksi dan pengendalian diri. Di sisi lain, ponsel tetap menjadi bagian dari rutinitas, bahkan saat menunggu berbuka atau setelah tarawih.

Permasalahan ini perlu dilihat secara objektif, bukan sebagai bentuk kemalasan, melainkan sebagai realitas sosial yang membutuhkan pengelolaan yang bijak.

Dampak Screen Time Berlebihan terhadap Fokus dan Kesehatan Mental

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan dapat memicu distraksi kognitif dan menurunkan konsentrasi.

Studi dalam Journal of Computer-Mediated Communication membahas keterkaitan penggunaan smartphone dengan kesejahteraan psikologis remaja, terutama terkait perhatian dan regulasi emosi.

Paparan notifikasi yang terus-menerus berpotensi mengganggu fokus, termasuk saat menjalankan ibadah. Selain itu, penggunaan gadget sebelum tidur berhubungan dengan penurunan kualitas tidur.

Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian. Dalam konteks Ramadan, kualitas tidur yang menurun dapat berdampak pada energi saat sahur dan konsentrasi saat shalat.

Distraksi kecil seperti membuka media sosial sebelum tidur dapat mengurangi kekhusyukan ibadah keesokan harinya.

Penelitian berjudul The Effects of Smartphone Use on Students’ Spiritual and Moral Perspectives yang diterbitkan di Mimbar Ilmu memang menunjukkan bahwa pengaruh smartphone terhadap spiritualitas tidak signifikan secara statistik.

Namun, temuan ini tetap relevan karena menegaskan bahwa penggunaan teknologi tidak otomatis meningkatkan kualitas spiritual, sehingga pengelolaan penggunaan menjadi kunci.

Apakah Teknologi Selalu Mengganggu Ibadah

Teknologi tidak selalu menjadi penghambat. Aplikasi Al-Qur’an digital, pengingat waktu shalat, dan kajian daring justru mempermudah akses ilmu agama.

Penelitian Development of Mobile Quran App with Screen Time Monitoring dalam Jurnal Teknik Informatika menunjukkan bahwa integrasi fitur pemantauan waktu layar dalam aplikasi religius dapat membantu pengguna mengontrol penggunaan digital sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual.

Perbedaan utama terletak pada pola penggunaan. Konsumsi pasif seperti scrolling tanpa tujuan cenderung menguras waktu dan perhatian.

Sebaliknya, penggunaan produktif dengan tujuan jelas dapat mendukung ibadah. Konsep mindful usage menekankan kesadaran terhadap alasan dan durasi penggunaan perangkat, bukan sekadar frekuensinya.

Baca Juga: Puasa Bukan Hanya Ibadah, Ini Dampaknya untuk Kesehatan Fisik dan Metabolisme

Konsep Digital Detox dalam Perspektif Ramadan

Ramadan pada dasarnya adalah latihan pengendalian diri. Tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan dorongan impulsif.

Digital detox dapat dipahami sebagai bentuk pengendalian diri di ranah modern. Mengurangi paparan konten yang tidak relevan memberi ruang bagi refleksi dan ketenangan.

Studi Analysis of Smartphone Usage on the Spiritual Growth of the Youth dalam International Transformative Education and Humanities Journal membahas hubungan penggunaan smartphone dengan pertumbuhan spiritual remaja.

Hasilnya menunjukkan bahwa pola penggunaan yang tidak terkontrol dapat menghambat perkembangan spiritual, sementara penggunaan yang terarah lebih mendukung nilai positif.

Strategi Praktis Mengurangi Screen Time Selama Ramadan

Langkah konkret diperlukan agar wacana tidak berhenti pada teori. Pertama, tentukan batas waktu harian penggunaan media sosial.

Banyak perangkat telah menyediakan fitur screen time monitoring untuk membantu evaluasi. Kedua, hindari penggunaan gadget 30 hingga 60 menit sebelum tidur agar kualitas istirahat terjaga.

Ketiga, alihkan waktu scrolling dengan aktivitas seperti tadarus atau membaca buku fisik. Keempat, buat jadwal ibadah yang terstruktur agar waktu lebih terarah.

Dengan pendekatan ini, pengurangan screen time menjadi bagian dari manajemen waktu, bukan sekadar larangan.

Dampak Positif yang Dirasakan

Pengurangan screen time berpotensi meningkatkan kualitas tidur dan konsentrasi. Dengan tidur yang lebih baik, energi saat sahur dan tarawih lebih stabil.

Fokus shalat juga dapat meningkat karena perhatian tidak terpecah oleh notifikasi. Selain itu, interaksi langsung dengan keluarga saat berbuka dan sahur dapat menjadi lebih hangat tanpa gangguan layar.

Dalam jangka panjang, refleksi spiritual yang lebih mendalam mungkin tercapai karena ruang mental tidak dipenuhi distraksi digital.

Tantangan dan Realitas

Meski demikian, tantangan tetap ada. Aktivitas sekolah dan pekerjaan kini banyak berbasis digital. Kebiasaan adiktif media sosial juga tidak mudah dihentikan dalam waktu singkat.

Fenomena FOMO selama Ramadan, termasuk tren konten religi dan promosi daring, turut memperkuat keinginan untuk terus terhubung.

Karena itu, pendekatan realistis lebih efektif dibanding pelarangan total. Pengelolaan waktu dan kesadaran penggunaan menjadi kunci agar teknologi tidak menggeser esensi Ramadan sebagai bulan penguatan spiritual.

Baca Juga: Kebiasaan Main HP Sampai Larut Malam? Ini 4 Risiko Kesehatan yang Mengintai

Author Image

Author

Ahnaf muafa