Breaking

Menuju PKM–PIMNAS 2026, UB Perkuat Persiapan Sejak Dini

Ahnaf muafa

17 January 2026

Menuju PKM–PIMNAS 2026, UB Perkuat Persiapan Sejak Dini
Infomalang.com - Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu poros utama inovasi mahasiswa di Indonesia dengan meluncurkan strategi penguatan sejak dini guna menghadapi ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

Infomalang.com Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu poros utama inovasi mahasiswa di Indonesia dengan meluncurkan strategi penguatan sejak dini guna menghadapi ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

Sebagai universitas yang memiliki sejarah panjang dalam perolehan medali di ajang bergengsi tersebut, UB tidak ingin kehilangan momentum dalam menjaring talenta kreatif dan riset unggulan dari seluruh fakultas.

Langkah progresif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diajukan tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga memiliki kedalaman substansi, originalitas gagasan, serta kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas di tingkat nasional maupun internasional.

Strategi Inkubasi Dini dan Peningkatan Kualitas Proposal

Persiapan menuju PIMNAS 2026 di Universitas Brawijaya diawali dengan serangkaian lokakarya intensif yang melibatkan para dosen pembimbing berpengalaman, praktisi riset, hingga pakar metodologi.

UB menyadari sepenuhnya bahwa persaingan di tingkat nasional semakin kompetitif dari tahun ke tahun, di mana kualitas metodologi penelitian dan kebaruan inovasi teknologi menjadi indikator penilaian utama yang sangat ketat.

Oleh karena itu, melalui Direktorat Kemahasiswaan, UB telah mengaktifkan sistem pendampingan sebaya (peer mentoring) yang terstruktur.

Dalam sistem ini, mahasiswa senior yang pernah sukses berlaga di PIMNAS periode sebelumnya memberikan bimbingan langsung, berbagi tips presentasi, hingga trik menyusun narasi proposal kepada para calon peserta baru agar mereka memiliki gambaran visual yang jelas mengenai standar kompetisi.

Selain aspek bimbingan teknis, UB juga menyediakan dukungan finansial internal yang signifikan untuk tahap pra-proposal. Kebijakan ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan studi pendahuluan, observasi lapangan, atau pembuatan purwarupa (prototype) awal sebelum proposal mereka resmi diunggah ke sistem nasional Belmawa Kemdikbudristek.

Dengan adanya “inkubator” PKM di tingkat universitas ini, setiap gagasan akan melalui proses kurasi yang sangat mendalam melalui beberapa tahapan seleksi.

Proses seleksi internal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan teknis yang sering terjadi, mempertajam analisis urgensi masalah yang diangkat, serta memastikan bahwa setiap bidang PKM—mulai dari Riset, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat, hingga Karya Inovatif—memiliki daya saing yang tinggi dan sesuai dengan tren riset masa kini.

Sinergi Lintas Disiplin dan Fasilitas Laboratorium Terpadu

Salah satu kekuatan utama Universitas Brawijaya dalam ajang PKM selama satu dekade terakhir adalah kemampuan mahasiswanya untuk berkolaborasi lintas disiplin ilmu.

Di tahun 2026 ini, UB semakin mendorong terbentuknya tim-tim heterogen yang menggabungkan berbagai latar belakang keilmuan.

Sebagai contoh, kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Teknik dengan Fakultas Kedokteran untuk menciptakan alat kesehatan berbasis AI, atau mahasiswa Fakultas Pertanian dengan Fakultas Ekonomi untuk mengembangkan sistem ketahanan pangan berbasis sosiopreunership.

Sinergi ini dipercaya mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan multidimensi terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan transformasi digital yang semakin masif.

Untuk mendukung riset-riset mutakhir tersebut, UB membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa peserta PKM untuk menggunakan fasilitas di Laboratorium Terpadu, pusat riset unggulan, hingga perpustakaan digital universitas.

Dukungan infrastruktur ini sangat krusial, terutama bagi bidang PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) yang membutuhkan presisi data yang tinggi dan peralatan yang canggih.

Pihak universitas juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan sektor industri dan pemerintah daerah agar hasil riset mahasiswa dapat diuji coba langsung di lapangan melalui program pilot project.

Hal ini sejalan dengan kaidah kemandirian riset di mana inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas laporan, tetapi memiliki prototipe yang tervalidasi dan siap untuk diproduksi atau diimplementasikan secara luas.

Baca juga:

MIN 2 Kota Malang Jadi Laboratorium Pembelajaran Lapangan Mahasiswa UIN Maliki

Membangun Mental Juara dan Budaya Ilmiah Berkelanjutan

Di balik kesuksesan aspek teknis, UB sangat menitikberatkan pada pembangunan mentalitas dan karakter mahasiswa. Menghadapi PIMNAS 2026, serangkaian simulasi presentasi formal dan pameran poster edukatif dilakukan secara berkala di tingkat universitas.

Hal ini bertujuan untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi publik, serta ketangkasan dalam menjawab argumen kritis di depan dewan juri.

Pengalaman berada di bawah tekanan tanya jawab yang tajam selama simulasi internal diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, solutif, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kendala teknis di lapangan.

Lebih dari sekadar mengejar piala emas atau medali kemenangan, penguatan persiapan PKM sejak dini ini bertujuan untuk menanamkan budaya ilmiah yang berkelanjutan di seluruh lingkungan kampus.

UB memiliki visi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam memecahkan berbagai problematika bangsa.

Dengan persiapan yang matang dan terencana, dedikasi dosen pendamping yang sangat tinggi, serta semangat pantang menyerah dari para mahasiswa, Universitas Brawijaya optimis dapat kembali meraih predikat Juara Umum dan membawa pulang piala bergengsi Adhikarta Kertawidya pada PIMNAS 2026 mendatang.

Keberhasilan ini nantinya tidak hanya akan menjadi kebanggaan almamater semata, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan bangsa Indonesia di masa depan.

Baca juga:

Minim Siswa, SDN 2 Tumpukrenteng Dapat Perhatian Khusus Bupati Sanusi

Author Image

Author

Ahnaf muafa