Infomalangcom – Peringatan hari jadi sebuah institusi pemerintahan bukan sekadar seremoni pergantian kalender, melainkan momentum refleksi mendalam atas pengabdian kepada rakyat.
Tepat pada Selasa, 31 Maret 2026, Gedung DPRD Kota Malang yang berlokasi di kawasan ikonik Alun-Alun Tugu menjadi saksi bisu digelarnya acara bertajuk “Panjatan Doa Bersama dan Tasyakuran HUT ke-112 DPRD Kota Malang”.
Dengan mengusung semangat transformasi, lembaga legislatif ini menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi yang jauh lebih inklusif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan warga Bumi Arema.
Khidmatnya Doa Bersama di Jantung Kota Malang
Acara tasyakuran ini dimulai sejak pagi hari di Hall Lantai 1 Gedung DPRD Kota Malang. Suasana religius sangat kental terasa dengan kehadiran tokoh-tokoh lintas agama yang memimpin doa bersama. Langkah ini diambil sebagai simbol harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kota Malang.
Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya memohon keselamatan bagi para anggota dewan dalam menjalankan tugas, tetapi juga difokuskan pada kesejahteraan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pedagang pasar, mahasiswa, hingga pekerja kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi kota.
Salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu.
Sebagaimana filosofi tasyakuran dalam budaya Jawa, berbagi kepada sesama merupakan bentuk syukur yang paling hakiki.
Kehadiran anak-anak ini di gedung rakyat memberikan pesan kuat bahwa DPRD Kota Malang harus menjadi rumah yang hangat bagi semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perlindungan sosial paling mendasar.
Baca Juga : Kantor DPRD Kota Malang, Lokasi, Sejarah, dan Peran
Sosok Kepemimpinan yang Humanis dan Tegas
Di balik kesuksesan transformasi ini, peran Ketua DPRD Kota Malang menjadi sangat sentral. Sebagai nakhoda lembaga legislatif, Ibu Ketua DPRD Kota Malang (yang dikenal dengan pendekatan dialogisnya) menekankan bahwa usia 112 tahun adalah bukti kematangan institusi.
Dalam pidato sambutannya, beliau memaparkan visi besar mengenai tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Beliau merupakan sosok yang aktif turun ke lapangan, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diketuk di meja paripurna benar-benar memiliki dampak langsung pada perbaikan kualitas hidup warga.
Ibu Ketua dikenal luas sebagai pemimpin yang tidak alergi terhadap kritik. Di bawah kepemimpinannya, DPRD Kota Malang terus mendorong efisiensi anggaran (budgeting) yang difokuskan pada tiga sektor utama: pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang merata, serta pembangunan infrastruktur tahan banjir.
Beliau meyakini bahwa fungsi pengawasan dewan harus dilakukan secara objektif tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
“Gedung ini adalah gedung rakyat, maka setiap sudutnya harus berbau aspirasi rakyat,” tegasnya dalam sesi wawancara dengan media setempat.
112 Harapan: Transformasi Menjadi Lembaga Ramah Aspirasi
Angka 112 tahun disimbolkan sebagai titik balik untuk menghapus kesan kaku dan birokratis yang selama ini melekat pada lembaga politik.
DPRD Kota Malang kini bertransformasi menjadi lembaga yang “Lebih Ramah pada Aspirasi”. Makna dari slogan ini mencakup kemudahan akses bagi warga untuk mengadu.
Tidak ada lagi sekat tebal antara wakil rakyat dan konstituennya. Inovasi digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi ini, di mana kanal media sosial dan sistem pengaduan daring diintegrasikan untuk merespons keluhan secara cepat (real-time).
Selain digitalisasi, keramahan aspirasi ini diwujudkan melalui “Open House Aspirasi” yang rutin dilakukan. Masyarakat dari berbagai komunitas, mulai dari pengemudi transportasi daring hingga komunitas seni, diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan komisi-komisi terkait.
Hal ini memastikan bahwa regulasi yang dihasilkan, baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun keputusan politik lainnya, tidak lahir dari menara gading, melainkan dari denyut nadi kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Strategi Penguatan Fungsi Legislasi dan Pengawasan
Menghadapi tantangan kota masa depan (Smart City), DPRD Kota Malang menyadari bahwa pengawasan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus semakin ketat.
Pihak dewan berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah kota dialokasikan secara tepat sasaran.
Fokus utama tahun ini adalah pemulihan ekonomi kreatif pasca-pandemi global serta peningkatan fasilitas publik yang ramah disabilitas.
Dengan kematangan usia 112 tahun, koordinasi antara legislatif dan eksekutif diharapkan semakin sinergis demi kemajuan Malang sebagai kota pendidikan dan pariwisata bertaraf internasional.
Informasi Terverifikasi & Referensi Tambahan:
- Lokasi Kegiatan: Hall Lantai 1, Gedung DPRD Kota Malang, Jl. Tugu No. 1.
- Kanal Aspirasi Resmi: Anda dapat memantau aktivitas terkini dan menyampaikan aspirasi melalui akun Instagram resmi di @dprdmalangkota.
- Dokumentasi Visual: Video rangkuman kegiatan tasyakuran dan testimoni masyarakat dapat diakses melalui kanal YouTube resmi DPRD Kota Malang Official. (Silakan kunjungi kanal tersebut untuk melihat cuplikan khidmatnya doa bersama).
Baca Juga : DPRD Kota Malang Setujui Ranperda PBG untuk 750 SLF












