Breaking

Pemkot Malang Siapkan 20 Agenda Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan

Ahnaf muafa

14 February 2026

Pemkot Malang Siapkan 20 Agenda Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan
Infomalangcom - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meringankan beban masyarakat.

Infomalangcom – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meringankan beban masyarakat.

Harga kebutuhan pokok sering mengalami fluktuasi signifikan saat Ramadan karena kenaikan permintaan. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemkot Malang merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 20 kali sepanjang bulan puasa, bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan daya beli warga setempat.

Tujuan Utama GPM dan Tantangan Harga Pangan

Fragmen periode Ramadan sering datang dengan dinamika harga bahan pokok. Sejumlah komoditas seperti cabai rawit sering mencatat kenaikan tajam di pasaran karena permintaan tinggi, keterbatasan pasokan, serta faktor produksi yang terpengaruh musim tanam dan distribusi.

Pemerintah kota melihat bahwa fluktuasi ini dapat membebani rumah tangga, terutama mereka dengan pendapatan rendah atau menengah.

Untuk itulah diluncurkan program GPM secara intensif dan merata di seluruh wilayah kota. Gerakan Pangan Murah bukan sekadar menyediakan komoditas murah, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian harga.

Dengan kerjasama antarinstansi terkait seperti Bank Indonesia, Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), ketersediaan bahan pokok dasar seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bawang dan sayuran diarahkan agar tetap berada pada level harga yang lebih rendah dari pasar umum.

Masyarakat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan biaya yang tinggi selama bulan puasa. Hal ini menjadi langkah proaktif pemerintah daerah untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Merencanakan 20 kali pelaksanaan GPM menunjukkan komitmen Pemkot Malang untuk melakukan intervensi pasar secara berkelanjutan selama periode tersebut.

Rencana Pelaksanaan dan Akses Masyarakat

Program Gerakan Pangan Murah akan digelar secara berkala di berbagai titik di lima kecamatan di Kota Malang. Setiap agenda dirancang untuk mencapai berbagai wilayah sehingga akses bagi warga tidak terkonsentrasi pada satu titik saja.

GPM akan dilaksanakan tidak hanya di pusat kota tetapi juga di area permukiman sehingga warga dari berbagai lapisan dan lokasi dapat ikut merasakan manfaatnya.

Dalam pelaksanaan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sebagai koordinator teknis akan bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Mitra lain dapat mencakup BUMD, pedagang lokal, distributor, serta unit UMKM yang ikut menyediakan berbagai kebutuhan pokok di lokasi GPM.

Skema kolaboratif ini diharapkan meningkatkan daya jangkau kegiatan sekaligus menjaga kualitas pasokan yang disediakan.

Pemkot juga mengantisipasi bahwa pembelian pada GPM akan dibatasi per individu agar pemerataan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga.

Hal ini penting agar stok tidak terfokus pada pembelian berlebihan di satu titik tertentu dan dapat dinikmati oleh banyak rumah tangga.

Baca Juga: Beban APBD Naik, Pemerintah Kota Malang Tunda Penambahan ASN

Peran GPM dalam Menjaga Daya Beli dan Ketersediaan

Kebutuhan pokok yang stabil harganya adalah salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Terlebih di masa Ramadan, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat dan permintaan terhadap komoditas pokok juga bertambah, kebijakan pemerintah yang efektif dapat menjadi penopang kesejahteraan.

Gerakan Pangan Murah bertindak sebagai mekanisme yang dapat menjadi penyeimbang antara pasokan dan permintaan pasar.

Selain itu, GPM juga mempunyai peran dalam mendukung kontrol inflasi di tingkat daerah. Stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius dalam menjaga iklim ekonomi yang sehat.

Ketidakstabilan harga sering kali dapat langsung mempengaruhi indeks harga konsumen yang berdampak kepada inflasi umum.

Melalui GPM yang terencana dan terselenggara secara rutin, pemerintah dapat memperkecil kemungkinan terjadinya lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.

Program ini juga diintegrasikan dengan data pasar serta pemantauan harga oleh TPID, sehingga pelaksanaan GPM disesuaikan dengan kondisi kebutuhan nyata di lapangan.

Di beberapa kegiatan sebelumnya, GPM terbukti membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran umum.

Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan GPM yang merata dan terencana bisa menjadi strategi yang efektif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat di masa kritis kebutuhan pokok.

Peran Pemkot dan Sinergi dengan Pihak Terkait

Pelaksanaan 20 kali Gerakan Pangan Murah selama Ramadan bukan inisiatif tunggal tanpa dukungan lembaga lain.

Sinergi antara Pemkot Malang, tim pengendalian harga, serta instansi penyangga seperti Bulog dan Bank Indonesia menjadi aspek penting agar kegiatan tersebut berjalan efektif.

Keterlibatan berbagai pihak merupakan bentuk kolaborasi antarlembaga dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok untuk masyarakat yang lebih luas.

Di tengah perubahan harga kebutuhan pokok yang kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan regional, strategi intervensi pasar seperti GPM mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ketika pasokan pokok dapat tersedia dengan harga yang wajar, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lonjakan biaya hidup yang dapat mengurangi daya beli rumah tangga, terutama pada fase pembelian besar saat Ramadan.

Baca Juga: Pasca Viral Satpol PP, DLH Kota Malang Pertegas Larangan Merokok di Alun-Alun Merdeka

Author Image

Author

Ahnaf muafa