Infomalangcom – Antusiasme masyarakat menyambut hari jadi Kota Malang yang ke-112 semakin memuncak. Sebagai kota yang dikenal dengan julukan Paris van East Java, Malang terus bertransformasi menjadi pusat kreativitas nasional.
Salah satu representasi visual dari transformasi ini adalah melalui sayembara desain identitas resmi yang diselenggarakan setiap tahun.
Memasuki tahun 2026, persaingan penciptaan logo resmi HUT ke-112 telah mencapai titik krusial. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) secara resmi mengumumkan bahwa proses kurasi telah mengerucut pada lima kandidat terbaik.
Kurasi Ketat Desainer Profesional di Kota Malang
Proses seleksi tahun ini disebut sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah perayaan HUT Kota Malang.
Sejak pendaftaran dibuka, ratusan portofolio dari desainer grafis lokal maupun nasional masuk ke meja panitia. Mengingat standar estetika warga Malang yang tinggi, tim kurator yang terdiri dari pakar akademisi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan praktisi dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) bekerja ekstra keras untuk memilah karya yang tidak hanya indah secara visual, namun juga memiliki kedalaman filosofis.
Penyaringan awal dilakukan melalui validasi administrasi dan orisinalitas karya. Dari ratusan peserta, terpilihlah 30 besar yang kemudian diuji melalui presentasi teknis.
Tahapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa logo yang dibuat bukanlah hasil plagiasi atau penggunaan aset instan.
Kini, lima finalis yang tersisa adalah mereka yang mampu menerjemahkan visi Kota Malang ke dalam bentuk geometri, tipografi, dan komposisi warna yang harmonis.
Kelima peserta ini kini berada di tahap pitching akhir di hadapan dewan juri dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Malang.
Baca Juga : Pasar Induk Gadang Direvitalisasi, Relokasi Pedagang Dimulai H+7 Lebaran
Menelisik Filosofi dan Tema HUT ke-112
Setiap garis dalam logo yang masuk ke tahap Top 5 harus mampu bercerita tentang jati diri Kota Malang. Tema besar tahun ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: Inovasi Teknologi, Harmoni Sosial, dan Ketangguhan Ekonomi.
Sebagai kota pendidikan, Malang ingin menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi era digitalisasi tanpa meninggalkan akar budayanya.
Para finalis diwajibkan menyertakan elemen ikonik seperti visualisasi Tugu Malang, singa sebagai simbol keberanian, atau motif bunga yang melambangkan keasrian kota.
Kriteria penilaian pada tahap final ini mencakup aspek fleksibilitas desain. Logo yang terpilih nantinya akan diaplikasikan pada berbagai media, mulai dari icon aplikasi mobile, media sosial, hingga umbul-umbul jalanan dan merchandise resmi.
Kemudahan logo untuk diproduksi dalam format satu warna (hitam-putih) juga menjadi poin krusial agar efisien saat dicetak pada media berbahan kain atau laser grafir.
Transparansi dan Partisipasi Publik
Pemerintah Kota Malang berkomitmen menjaga transparansi dalam sayembara ini. Keterlibatan publik bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai pemberi masukan melalui kanal digital.
Proses pemaparan lima besar seringkali didokumentasikan agar masyarakat memahami mengapa sebuah logo layak menjadi pemenang.
Hal ini sejalan dengan semangat Malang Creative City yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas kreatif.
Bagi Anda yang ingin melihat bagaimana proses kreatif dan keseruan sayembara logo di tahun-tahun sebelumnya sebagai referensi standar kualitas, Anda dapat mengunjungi kanal YouTube resmi Pemerintah Kota Malang atau memantau akun Instagram resmi @pemkotmalang.
Sumber-sumber ini memberikan bukti otentik mengenai keseriusan kota ini dalam mengelola identitas visualnya secara profesional.
| Detail Kompetisi | Deskripsi Informasi |
| Objek Sayembara | Logo Resmi HUT ke-112 Kota Malang |
| Penyelenggara | Diskominfo Kota Malang |
| Jumlah Finalis | 5 Peserta Terbaik |
| Elemen Wajib | Ikonografi Lokal & Filosofi Modern |
| Metode Penilaian | Presentasi Panel Juri & Uji Aplikabilitas |
Kini, seluruh mata tertuju pada pengumuman pemenang utama yang dijadwalkan akan diresmikan menjelang 1 April 2026. Siapapun yang terpilih, logo tersebut akan menjadi saksi sejarah perjalanan 112 tahun Kota Malang dalam mengukir prestasi di kancah nasional.
Persaingan ini membuktikan bahwa talenta kreatif di Indonesia, khususnya yang berbasis di Malang, memiliki daya saing yang luar biasa dalam menciptakan solusi visual yang komunikatif dan berkelas dunia.
Baca Juga : Khofifah Cairkan Bantuan Sosial Rp7,05 Miliar di Kabupaten Malang, Fokus Penguatan Ekonomi Warga














