Breaking

Polres Malang Edukasi Pelajar Lewat Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru

Ahnaf muafa

12 February 2026

Polres Malang Edukasi Pelajar Lewat Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru
Infomalangcom - Keselamatan berlalu lintas menjadi isu penting bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang sebentar lagi akan menjadi pengguna jalan aktif.

Infomalangcom – Keselamatan berlalu lintas menjadi isu penting bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang sebentar lagi akan menjadi pengguna jalan aktif.

Untuk itu, Polres Malang mengambil langkah proaktif melalui sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan himbauan, tetapi juga bertujuan membangun budaya tertib sejak usia dini di kalangan pelajar.

Dengan edukasi yang tepat, harapannya siswa dapat memahami pentingnya keteraturan dan keselamatan saat berada di jalan raya serta ikut menekan angka pelanggaran yang sering kali melibatkan usia produktif.

Tujuan dan Fokus Sosialisasi di Sekolah

Polres Malang menyelenggarakan sosialisasi Opera­si Keselamatan Semeru kepada ratusan siswa di MTs Darul Falah Pakisaji, Kabupaten Malang pada Rabu, 11 Februari 2026.

Edukasi yang diberikan menyasar materi dasar keselamatan berlalu lintas seperti disiplin aturan, penggunaan helm yang benar, larangan berkendara di bawah umur, serta potensi bahaya jika melanggar aturan lalu lintas.

Hal ini penting karena pelajar sering menjadi bagian dari statistik kecelakaan akibat kurangnya pemahaman tentang aturan jalan.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menegaskan bahwa kegiatan di sekolah bukan sekadar rutinitas, namun bagian dari strategi besar Operasi Keselamatan Semeru.

Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk diterima secara luas dan berkelanjutan oleh generasi muda, sehingga pesan soal keselamatan berlalu lintas dapat tertanam sejak dini.

Edukasi di sekolah melibatkan dialog dua arah antara polisi dan pelajar, sehingga siswa tidak hanya mendengar himbauan, tetapi juga memahami alasan di balik aturan yang berlaku.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, peserta didik diajak untuk berpikir kritis mengenai dampak pelanggaran lalu lintas.

Kegiatan ini merupakan upaya preventif Polres Malang untuk menciptakan perilaku disiplin di jalan sebelum para pelajar benar-benar menjadi pengendara aktif di masa depan.

Pendidikan Keselamatan sebagai Bagian dari Budaya Tertib

Operasi Keselamatan Semeru sendiri merupakan program tahunan kepolisian yang fokus pada peningkatan kualitas keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek penindakan pelanggaran, tetapi juga memperluas edukasi bagi masyarakat umum.

Pelaksanaan sosialisasi di sekolah merupakan bagian dari pendekatan preventif karena pelajar dianggap sebagai kelompok yang rentan terhadap kecelakaan apabila tidak mendapat bekal pengetahuan sejak dini.

Edukasi menanamkan nilai bahwa keselamatan tidak sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga tanggung jawab sosial setiap individu.

Pelajar diajak memahami bahwa perilaku aman di jalan bukan hanya soal keselamatan diri sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain.

Dengan membentuk pemahaman yang kuat di kalangan siswa, diharapkan tercipta generasi yang peka terhadap keselamatan berlalu lintas dan berani mengedukasi lingkungan sekitar.

Selain itu, dua arah dialog antara petugas dan pelajar membantu mengurangi jarak antara polisi dan masyarakat. Pendekatan humanis ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya menjadi aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan bersama.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Stasiun Malang Sediakan 45 Ribu Kursi Kereta Diskon 30 Persen

Strategi Polres Malang dalam Menanamkan Kesadaran

Kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada satu sekolah saja. Polres Malang merencanakan pendidikan serupa di berbagai lokasi lain selama Operasi Keselamatan Semeru berlangsung.

Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan berkelanjutan, terutama di sekolah, komunitas, dan ruang publik lainnya.

Polres Malang juga menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya petugas yang bertugas di lapangan, tetapi seluruh masyarakat, termasuk siswa, orang tua, guru, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dengan kerjasama yang solid, peluang kecelakaan dapat ditekan dan budaya tertib dapat lebih cepat membumi. Upaya edukasi juga dirancang agar sesuai dengan konteks generasi muda.

Materi tidak diberikan secara monoton, melainkan dikemas dengan cara menarik dan relevan dengan pengalaman pelajar sehari-hari.

Interaksi ini membantu siswa lebih mudah mengingat aturan dan alasan di balik setiap himbauan yang diberikan. Dengan memberikan materi yang kontekstual dan dialogis, pelajar dapat memahami pentingnya penggunaan helm SNI, larangan berkendara di bawah umur, serta konsekuensi dari melanggar aturan lalu lintas.

Pendekatan seperti ini membantu siswa melihat hubungan antara teori keselamatan dan praktik di lapangan, sehingga edukasi tidak terasa abstrak.

Dampak dan Harapan Jangka Panjang

Edukasi di sekolah dapat menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sadar aturan lalu lintas.

Ketika pelajar memahami sejak dini, diharapkan ketika mereka sudah dewasa dan menjadi pengendara aktif, angka pelanggaran dapat menurun secara signifikan.

Baca Juga: Ritual Antar Dewa di Eng An Kiong, Bersihkan 36 Rupang Sambut Tahun Baru Imlek

Author Image

Author

Ahnaf muafa